
mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya seketika membuat All zigra terkejut.
"Aku mengenal orang tua nya? sayang kau seolah-olah tengah membuat teka-teki denganku, sumpah kamu membuatku sedikit berdebar-debar, jadi katakan padaku sebenarnya gadis pilihan Ahem Putri siapa?"
laki-laki itu mencoba untuk mendesak istrinya, dia memundurkan sedikit langkanya kemudian menatap istrinya untuk beberapa waktu, All zigra sedikit memicingkan bola matanya.
"Jangan membuat teka-teki baru, beberapa bulan ini hidupku sudah cukup ribet karena banyaknya teka-teki yang terjadi sayang, segera katakan padaku siapa orang tua gadis tersebut, Mari kita bertemu dan membuat lamaran untuk Ahem, tapi seperti kataku tadi kita tidak bisa melakukan pernikahan di tahun yang sama seperti Nadine dan Azlan, Mari kita membuat pernikahan di tahun berikutnya"
Lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian dengan begitu sangat antusias, jangan ditanya bagaimana kesiapan nya saat ini terhadap pernikahan Ahem, saking antusiasnya dia nyaris kehilangan kata-kata.
Aham adalah putra pertamanya, gimana realitanya laki-laki tersebut telah dilangkah oleh adik-adiknya, Gao mendahului Ahem, kemudian di susul oleh Nadine, jika tanpa halangan dia pikir mungkin dia akan memperkenalkan Zoe pada Putri keluarga William group, yang memiliki niat untuk menjodohkan putranya itu pada Putri keluarga William group.
setelah itu yang dia pikirkan tinggal putri nya, Freya si bungsu kesayangan Hillatop, karena dia yang termuda, mungkin All Zigra tidak mesti tergesa-gesa untuk membuat Freya menikah dengan cepat.
membiarkan gadis itu meluangkan masa remajanya terlebih dahulu setelah para saudaranya menikah, setelah semua selesai baru dia akan memikirkan seorang Freya.
dan dengan begitu pada akhirnya tanggung jawab dan beban terbesarnya akan lepas semua satu persatu, meskipun tidak dipungkiri Walaupun anak-anak telah menikah orang tua tetap tidak akan melepaskan genggaman mereka pada anak-anak tapi setidaknya para orang tua tidak lagi harum berpikir dengan keras bagaimana cara menjaga anak-anak gadis, karena yang paling rumit adalah menjaga para anak gadis agar tidak bergaul secara sembarangan dan berteman dengan sembarang orang.
namun meskipun khawatir dengan anak gadis anak laki-laki pun jelas sama hal yang membuat khawatir pada orang tua, yang jelas setelah pernikahan terjadi maka setidaknya akan ada sisi kelegaan sedikit untuk orang-orang tua.
mereka mungkin hanya tinggal menuntun kemana anak-anak akan bergerak setelah pernikahan, yang sudah memiliki usaha jelaskan yang tenang saja tapi yang belum memiliki usaha pasti orang tua akan berpikir apa yang harus dilakukan orang tua untuk membuat kehidupan anak-anak sama seperti orang lain.
atau yang belum memiliki pekerjaan maka para orang tua pun membantu untuk berpikir pekerjaan mana yang bisa dilakukan dan bisa diperuntukkan untuk anak-anak.
"kamu menyambut hubungan Ahem dengan begitu antusias, itu sangat membuatku kebahagiaan All"
Nadya bicara sembari mengembangkan senyumannya sembari dia menatap dalam bola mata suaminya, demi apapun perasaan, dan jantung hatinya tidak baik-baik saja saat ini, dia benar-benar tidak sanggup untuk mengatakan jika gadis itu adalah Hayat dan dia tidak sanggup mengatakan jika gadis itu adalah putri dari Zuu dan Bii.
wanita itu pikir apa kamu mungkin ekspresi suaminya kan tetap seperti ini nanti kenyataan? karena itu dia pikir mungkin sebaiknya dia meminta suaminya bertemu lebih dahulu pada Hayat, membiarkan kedua orang itu mencocokkan diri terlebih dahulu untuk beberapa kali pertemuan kemudian baru mereka akan mengatakan soal identitas perempuan tersebut.
"tentu saja sayang aku menyambutnya dengan antusias"
Melihat ekspresi suaminya membuat Nadya mengembangkan senyumanmu.
"Mari membuat janji temu dengan gadis itu dan Ahem terlebih dahulu, aku ingin kalian mendekatkan diri dan bicara antara satu dengan yang lainnya"
__ADS_1
ucap wanita itu dengan cepat.
"kamu tidak ingin menyebutkan padaku dia Putri siapa? terlalu lama jika membuat kami harus janji temu lebih dulu sayang, aku setuju saja siapapun pilihan Ahem, kok tahu aku bukan laki-laki yang terlalu ribet soal pilihan putra-putri kita, jika ada yang melamar mereka aku setuju, jika ada yang menyukai mereka aku setuju dan jika mereka menyukai seseorang aku pun setuju"
laki-laki tersebut bicara panjang lebar.
"Saat Will melamar Nadine, aku menyetujui nya, karena aku pikir Nadine mencintai mereka, saat Gao melamar Ayana aku setuju, karena aku pikir Gao berani melamar gadis tersebut karena dia telah memantapkan hati, hanya saja saat kasus Nadine, orang-orang berpikir aku ini egois, padahal itu pilihan mereka, saat Will melamar, Nadine bilang yes aku dengan senang menyetujui nya, aku pikir aku tidak melakukan sesuatu diluar batasan ku"
"Dan jika aku memperkenalkan Ahem pada seorang gadis, mencoba menjodoh-jodohkan nya, karena aku khawatir aktivitas sek.sual putra ku buruk karena Ahem tidak pernah berkencan sebelumnya, dan jika Ahem menyukai pilihan ku, aku setuju, jika tidak bukan masalah, tapi semua keputusan ku terlihat buruk dari luar, seolah-olah aku ini laki-laki keras kepala, kamu tahu sayang? apa yang terlihat pada cover depan Ku tidak seburuk isi dalam Ku, aku tentu saja tidak akan mempersulit hubungan Ahem dan kekasihnya"
Saat suami nya berkata begitu, Nadya terlihat diam, dia menikmati wajah All Zigra yang cukup kesal orang-orang berpikir dia keras kepala, dia tahu suaminya hanya marah di awal, butuh sedikit waktu menetralisir kemarahan, setelah itu semua merendam.
Dia ingat dulu bagaimana All Zigra menentang pernikahan adik perempuan nya Shaikha, dimana gadis tersebut menikah dengan Ibra laki-laki dari De Lucas yang notabene nya memiliki sedikit kasus pada kematian adik kembaran Shaikha Aish.
All Zigra begitu marah saat tahu Ibra dan Shaikha menikah tanpa izin dari nya, tapi dibalik kekeras kepala'an nya, laki-laki tersebut pada akhirnya mengizinkan hubungan mereka.
Hanya saja kali ini kasusnya berbeda, lawan yang dihadapi All zigra bukan orang asing atau siapapun dalam relasi bisnis nya tapi ini adalah putri lawan nya, putri musuhnya yang sudah berabad-abad menjadi musuh keluarga Hillatop.
Dia takut jika semua tidak akan sesimpel apa yang dia bayangkan.
"aku tahu itu All, hanya saja aku ingin kamu mengenal gadis tersebut lebih dulu, mari membuat..."
All Zigra mengerutkan keningnya, melirik keatas meja kecil di sisi kanan nya.
"teruskan sayang"
laki-laki tersebut bicara, mengabaikan panggilan tersebut.
"All... mungkin itu penting
Nadya bicara cepat.
"Aihh benar-benar mengganggu"
All Zigra terlihat menghela kasar nafasnya.
__ADS_1
"Lupakan saja"
Dia berusaha kembali mengabaikan panggilan, tapi sepertinya panggilan tersebut tidak memiliki waktu untuk menundanya.
"angkatlah All"
Ucap Nadya lagi.
All Zigra pada akhirnya bergerak mendekati meja tersebut, meraih handphone nya dan mengintip siapa yang menghubungi nya, seketika kening laki-laki tersebut berkerut, seolah-olah tahu siapa yang menghubungi nya.
"Katakan, ada apa?"
All Zigra pada akhirnya mengangkat panggilan nya.
Ekspresi wajahnya masih terlihat ceria, menatap kearah istrinya sambil mengulum senyuman Indah nya.
"Siapa?"
Suara laki-laki tersebut sedikit berubah, tiba-tiba ekspresi wajah All zigra langsung berbeda, 180° berpindah rasa, seketika dia menatap kearah istrinya, rahang All Zigra mengeras.
"Kau yakin 💯%?"
Laki-laki tersebut kemudian bertanya cepat.
Dan di dalam hitungan beberapa detik kemudian laki-laki itu langsung menghentikan panggilannya dan dia langsung menatap istrinya dengan tatapan yang sangat sarat makna.
"apa gadis itu putra Zuu dan Bii? penerus kejayaan Azzurra, Nadya?"
Suara All Zigra kini benar-benar berubah, ditambah ekspresi laki-laki tersebut yang kini menatap nya penuh kemarahan.
Nadya seketika membulatkan bola matanya ketika dia mendengar apa yang di ucapkan suaminya barusan.
"Sayang?"
Seketika wanita tersebut menelan ludah nya, tidak tahu kenapa tenggorokan nya terasa tercekat, dia seperti nya baru saja menelan sesuatu yang begitu menyakitkan didalam tenggorokan nya.
__ADS_1
Oh my god.
Jantung Nadya seketika berdetak 1000x lipat dari ukuran normal nya.