
Ahem melesat naik menuju kearah kamar atas, terlihat panik luar biasa saat menyadari apa yang dilakukan istrinya, demi apapun dia pikir lama-lama bisa ikut somplak dia menghadapi istri nya yang unik bin ajaib.
sungguh terasa begitu luar biasa, sungguh unik, menarik dan tidak pasaran, istilahnya kalau barang benar-benar edisi limited edition, hanya ada satu di dunia dan tidak mungkin ada copy paste nya.
Oh god apa yang kamu lakukan?!.
laki-laki itu bicara di dalam hatinya sembari terus melesat naik ke atas menuju ke arah pintu kamarnya, begitu dia sampai ke pintu kamar secepat kilat langsung membuka pintu tersebut dan bergerak menuju ke arah jendela, kepalanya menyembul dengan sempurna dan mencari sosok istrinya, masih terkejut dan ternganga ketika melihat Hayat kini sudah di depan jendela dan bersiap melompat masuk kembali ke arah dalam kamar.
"Sunshine....tarik aku"
perempuan itu memanggil dirinya dengan manja, meminta Ahem untuk meraih tubuh nya.
Mendengar rengekan istri nya, jelas saja laki-laki tersebut langsung menarik Hayat kedalam tanpa berpikir dua tiga kali, begitu dia menarik tubuh perempuan itu mereka langsung sama-sama terjatuh ke lantai di mana posisi jatuh mereka terlihat begitu estetik.
Hayat ada di atas tubuh suaminya, memeluk laki-laki tersebut dan menenggelamkan dirinya dalam dada suaminya.
__ADS_1
Ahem memejamkan sejenak bola mata nya, dia masih memeluk istrinya tersebut sembari menarik nafasnya lega.
"Sunshine, you'r the best"
ucap hayat kemudian dia dengan cepat mencium pipi kiri dan kanan suaminya, membuat laki-laki itu langsung terkejut dan refleks memejamkan kembali bola matanya yang sejenak ingin dia buka.
terasa begitu manis dan juga menyenangkan, namun sisa ketegangan karena panik masih tetap tersisa di dalam perasaannya.
"Kamu membuatku panik dengan keadaan"
mendengar ucapan laki-laki yang ada di bawah nya itu, membuat Hayat terkekeh kecil.
"bayangkan bagaimana paniknya aku tadi, saat Bibi pelayan berkata daddy All Zigra datang, tanpa berpikir dua tiga kali aku langsung bergegas pergi menuju ke arah kamar mandi, saat itu aku mencoba meyakinkan diri kamu pasti bisa menghandlenya, namun tidak tahu kenapa selang beberapa waktu tiba-tiba saja aku mendengarkan suara langkah kaki kemudian tahu-tahu aku merasa sosok seseorang berusaha untuk menangkapku, entah apakah ini insting atau bagaimana aku tidak tahu namun secara refleks aku langsung berinisiatif untuk kabur dengan cepat.
"mungkin ini adalah tindakan paling refleks yang bisa aku lakukan, tidak memikirkan tempat lain untuk bersembunyi kecuali dibalik jendela ya aku anggap paling tenang dalam keadaan apapun"
__ADS_1
Lanjut perempuan itu lagi.
mendengar ucapan istrinya seketika membuat Ahem dan Hayat mengeluarkan senyuman mereka masing-masing, hingga pada akhirnya Ahem berkata sembari menggelengkan kepalanya.
"tapi bukan berarti kamu harus bersembunyi di tempat ekstrim yang membuat khawatir semua orang termasuk diriku hmm"
laki-laki itu bicara sembari mengingatkan istrinya, dia meminta agar Hayat tidak lagi melakukan hal seperti itu yang membuatnya terkejut setengah mati.
perempuan itu tampak mengulum senyuman nya, dia pada akhirnya menganggukan kepalanya dengan cepat.
"maafkan aku sunshine, aku tidak akan mengulanginya lagi nanti'
dia menjawab sembari menampilkan wajah penuh penyesalannya, bisa dilihat laki-laki tersebut secara perlahan membenahi posisinya.
Ahem ingin beranjak, namun tiba-tiba saja perempuan di hadapannya memeluk dirinya.
__ADS_1