Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Satu juta satu


__ADS_3

Begitu berhasil keluar dari ruangan tersebut seketika membuat Hayat menarik nafasnya dengan lega, dia menundukkan kepalanya kepada dua pengawal yang berjaga di depan pintu laki-laki tua yang bernama Zigra tersebut.


sejenak gadis itu mengerutkan keningnya karena dia pikir laki-laki sekelas Paman itu ternyata memiliki dua pengawal pribadi saat dia sakit, dia pikir laki-laki itu pasti orang yang cukup penting dan kaya raya.


Hayat bergerak dengan lincah menuju ke arah depan sembari mengangkat panggilannya dari Ahem, laki-laki di seberang sana menanyakan beberapa hal membuatnya sedikit bingung.


"kamu sedang bicara dengan siapa?"


"Hmmm dengan seorang paman berambut uban dan perak, kamu tahu dia begitu baik tapi juga sedikit mirip dengan seseorang."


ucap gadis tersebut dengan cepat.


"Sunshine, aku pikir dia juga mirip denganmu apa itu satu kebetulan ketika seseorang memiliki wajah yang mirip dengan orang lain ya?"


Hayat terlihat berpikir dengan keras, mencoba menyamakan Beberapa bagian wajah Ahem dan laki-laki tua tadi, mereka memang sedikit ahhh tidak banyak kemiripan.


"Sungguh aku pikir ya... kamu dan dia cukup mirip dan dia juga baik sekali"


Gadis tersebut terus bercerita di sepanjang jalannya sesekali dia menoleh ke kiri ke kanan bahkan ke belakangnya takut dia jika dia bertemu dengan mommy Lucas.


"Bisakah kamu menjemputku di rumah sakit sunshine? aku ingin pulang sekarang juga menuju ke hotel, aku sama sekali belum mandi dan lain sebagainya dan aku tidak mau dirawat di rumah sakit"

__ADS_1


Gadis tersebut terus berceloteh dari balik handphonenya, dia tahu seperti nya Ahem marah karena tahu dia kabur dari ruangan di mana dia dirawat tapi saat dia berkata dia kabur karena belum siap bertemu dengan mommy Lucas pada akhirnya membuat Ahem diam dan berkata dia akan menjemput Hayat secepatnya, laki-laki tersebut berkata dia meminta Hayat agar mencari tempat untuk mengamankan diri sementara dia datang.


******


Disisi lain


Hillatop Construction.


Saat Ahem menghubungi Hayat sejenak dia mengerutkan keningnya ketika gadis di seberang sana terdengar berbicara dengan orang asing di mana sepertinya dia cukup merasa familiar dengan suara yang ada di seberang sana.


dia pikir itu seperti suara daddy nya tapi Ahem pikir itu tidak mungkin, Hayat tidak mungkin bertemu dengan daddy nya saat ini ditambah lagi daddy jelas bukan tipe laki-laki yang gampang untuk bicara dengan orang lain atau bahkan gampang berbaur dengan orang lain, dia tahu betul bagaimana tipe laki-laki tertua di keluarga Hillatop tersebut.


"Tunggu sebentar sunshine, aku ingin bicara dengan paman tampan"


Karena itu saat Hayat berkata agar dia menunggunya akhirnya dan menyetujui ucapan gadis tersebut sembari dia mencoba untuk memasang telinganya dengan baik.


Samar-samar tapi beberapa percakapan bisa dia dengar meskipun tidak begitu jelas.


Dia pikir kenapa seperti suara daddy nya? apa telinga nya bermasalah?!.


Ahem mencoba untuk mengucek-ngucek telinganya, mendengarkan kembali percakapan disembarang sana, dan dia pikir seperti nya dia salah dengar.

__ADS_1


cukup lama dia menunggu hingga pada akhirnya bisa dia dengar lagi suara Hayat di seberang sana.


"katakan padaku dimana kamu sekarang? Murat bilang kamu melarikan diri dari ruangan di mana kamu dirawat?"


laki-laki itu bertanya dengan sedikit protes cukup khawatir dan ingin tahu di mana keberadaan hanya saat ini.


"Aku melarikan diri dari mommy Lucas, Sunshine apa kamu tahu wanita itu benar-benar membuat sakit kepalaku, saat dia marah dia begitu sangat mengerikan karena itu daripada aku melihatnya marah lebih baik aku kabur dengan cepat, dan saat aku kabur aku malah berkenalan dengan orang tua yang rambutnya cukup unik dan aneh."


Bisa dia dengar gadis di seberang sana mulai bicara dan bercerita soal apa yang terjadi padanya, laki-laki tersebut jelas mengerutkan keningnya saat gadis itu bilang dia berkenalan dengan orang tua yang baik hati dan cukup unik.


Entah berapa lama waktu berlalu mereka bicara hingga pada akhirnya Ahem meminta Hayat untuk tetap berada di rumah sakit itu sejenak agar tidak dilihat oleh Mommy Lucas dan dia akan menjemputnya saat ini juga.


"Jangan kemana-mana dan tunggu aku di rumah sakit, aku akan datang dalam beberapa menit"


Ucap laki-laki tersebut cepat pada gadis yang ada di seberang sana


"Baiklah tuan aku akan menunggumu"


Setelah berkata seperti itu belum juga Ahem menutup panggilannya gadis di seberang sana malah menutup panggilannya lebih dulu, hal tersebut sontak membuat Ahem mengulum senyumannya sembari menggelengkan kepalanya dengan cepat.


Dia pikir Hayat memang benar-benar unik, seperti kata seseorang jika dia tidak mengikat gadis itu lebih cepat maka bisa jadi orang lain yang akan mengikat nya dengan cepat atau bahkan gadis tersebut akan kabur dengan sangat lincah, bagi nya gadis itu terlalu unik, dari satu juta hanya terdapat satu di antara nya di dunia ini karena itu tidak heran jika dia dibuat gila dan benar-benar jatuh cinta pada gadis tersebut dengan caranya sendiri sejak dulu hingga hari ini.

__ADS_1


__ADS_2