
Masih di Paris
Sebelum kedatangan tuan Zuu dan Nyonya Bii.
Malam ini tiba-tiba saja Ahem berkata akan membawanya pergi untuk makan malam, dia menurut dan tanpa berpikir dua tiga kali langsung mempersiapkan diri nya dengan cepat.
"Makan dimana?"
Hayat bertanya cepat, langsung naik ke atas mobil begitu Ahem membukakannya pintu mobil tersebut, laki-laki itu terlihat mengulum senyumannya yang begitu tipis nyaris tidak terlihat.
"boleh aku yang memilih tempat makan nya kali ini?"
Ahem tiba-tiba bertanya, meminta izin pada Hayat, biasanya gadis tersebut yang akan merekomendasikan tempat untuk mereka, kali ini laki-laki itu pikir dia yang akan merekomendasikan tempatnya.
"tentu saja aku sedang menunggu kapan kamu akan memberikan satu tempat rekomendasi yang biasa kamu kunjungi sebelumnya, aku ingin tahu selera makan sunshine ku seperti apa?"
Hayat jelas langsung menjawab dengan antusias, selama ini dia yang merekomendasikan teman karena akhirnya selalu berkata semua terserah kepadanya, malam ini cukup terkejut karena tiba-tiba saja laki-laki itu berkata laki-laki itu yang akan mencari tempat terbaik untuk makan malam mereka.
__ADS_1
"aku harap kamu menyukai tempatnya"
Ahem jelaslah saya menjawab dengan penuh perasaan bahagia, dia memutar untuk naik ke kursi bagian kemudi lantas secara perlahan mulai melajukan mobil yang dia kendarai menuju ke arah depan menempuh sebelahnya langit malam yang bertahtakan jutaan bintang.
gadis itu seketika menoleh ke arah Ahem kemudian dia langsung menjawab dengan cepat apa yang diucapkan laki-laki dihadapannya tersebut.
"tentu saja aku menyukai semua tempat, selama tidak membawaku ke tempat yang mengerikan itu bukan persoalan yang rumit"
setelah berkata seperti itu Hayat langsung membuang pandangannya membuat ahem diam-diam menoleh ke arah yang rupanya laki-laki tersebut menelisik sejenak wajah Hayat penuh dengan perasaan yang sama saya tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata.
laki-laki itu kembali menoleh ke arah Hayat untuk beberapa waktu, kembali keheningan terjadi di antara mereka
"Ngomong-ngomong nSunshine, kita akan kemana?"
Hayat terlihat bingung saat Ahem tiba-tiba membawanya dalam keadaan mata tertutup, hal tersebut sontak membuat gadis tersebut agak panik, karena dia sebenarnya tidak begitu suka pada kegelapan, posisi mata ditutup jelas sangat mengganggu dirinya saat ini.
"ini membuatku takut Sunshine, bisakah jangan menutup mataku? aku cukup takut berada di dalam kegelapan"
__ADS_1
Gadis itu meminta dengan cepat, menggenggam lengan Ahem dengan erat dan berusaha untuk tetap berada dalam pelukan laki-laki tersebut.
"Sebentar saja, ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu, jika tidak menutup mata bagaimana caranya aku memberikan kejutannya?"
Ahem bicara dengan cepat sembari beberapa kali mencium puncak kepala Hayat, membiarkan gadis tersebut terus memeluk dirinya sembari berjalan menuju ke arah depan.
"tapi ini membuatku takut"
Hayat protes pada laki-laki itu, dia semakin mengencangkan pelukannya.
"tetap berjalan sembari memelukku, ada aku yang akan melindungimu dan terus menggenggam telapak tanganmu hmmm"
ucap lagi-lagi tersebut lagi.
pada akhirnya gadis itu menurut, tidak lagi protes dengan keadaan, membiarkan laki-laki tersebut membawa dirinya, meskipun sebenarnya dia tidak tahu kemana laki-laki itu ingin membawanya saat ini.
bahkan sejujurnya dia cukup gugup dan panik, namun dia yakin Ahem tidak akan membawanya ke tempat yang aneh
__ADS_1
Ahem terlihat menaikkan ujung bibirnya, anta apa yang ada di pikiran laki-laki tersebut saat ini tapi yang jelas ada banyak sekali rahasia yang dimiliki oleh laki-laki tersebut saat ini.