Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Ciuman tak terduga


__ADS_3

Bayangkan bagaimana Ahem harus menahan perasaannya pada gadis yang ada di hadapannya, di dalam mobil Rolls-Royce milik nya dia harus menahan dan mengontrol segala sesuatu kemungkinan-kemungkinan buruk dalam dirinya, gerakan Hayat, tindakan Hayat dan juga caranya benar-benar menyiksa Ahem, percayalah untuk ukuran seorang laki-laki yang tidak kuat dengan iman nya bisa di jamin bisa khilaf atas tindakan gadis tersebut tapi untuk yang bisa menahan nya, dia akan mati dengan keadaan.


Berkali-kali di sosor pasti bisa bikin otak ngebleng, apalagi bibir Hayat tidak pernah berhenti berusaha menjelajahi dirinya sejak tadi.


Ahem berkali-kali menyingkir kan hayat dari tubuhnya, mencoba membuat gadis tersebut sadar jika yang dilakukan nya salah.


"Hayat"


Ahem mencoba untuk bicara, menahan tangan nya kebelakang, membiarkan gadis tersebut berbaring di kursi mobil.


"Hmmmm"


Dia masih meracau, menatap Ahem dengan tatapan yang aneh.


bayangkan bagaimana laki-laki tersebut mencoba untuk menelan salivanya, seolah-olah bagian dari jakun nya bergerak-gerak karena berusaha menetralisir perasaan nya.


Sejenak Ahem memejamkan bola matanya saat gadis tersebut kembali menyambar diri nya, memeluk nya dengan erat dan kembali bergerak nakal menjelajahi dirinya.


rasa pening menghantam perasaan nya, dia kembali mencoba menggenggam erat kedua tangan Hayat, menahan tubuh gadis tersebut untuk beberapa waktu, menahannya agar berbaring di kursi mobil dan tidak bergerak kemana-mana.

__ADS_1


Dalam usaha berat yang panjang, dimana dia menahan segala kemungkinan yang tidak diinginkan pada akhirnya Ahem pikir seperti nya gadis itu jauh lebih tenang dari sebelumnya.


"sudah lebih baik?"


tanya Ahem kemudian.


Hayat terlihat mengangguk-anggukkan kepalanya, memilih memejamkan bola matanya, dia seperti nya mulai ingin tidur dari keadaan.


Ahem menghela pelan nafasnya, mencoba untuk melepas kan tangan gadis tersebut secara perlahan.


"itu bagus, tidurlah sebab kita akan kembali kerumah"


pergi ke kediaman Azzurra, mengantar anak gadis orang yang sedang mabuk di jam malam.


ini sedikit meresahkan.


apa dia harus melakukan nya? apa kata tuan dan nyonya Azzurra.


mengingat biasanya anak-anak memiliki tempat tinggal yang lain seperti keluarga mereka dimana dia, Gao, Zoe, Nadine dan Freya memiliki tempat tinggal lain dari orang tua, dia pikir apa mungkin Hayat punya tempat tinggal lain nya juga?!..

__ADS_1


Ahem menaikkan ujung alisnya.


Oh **** kemana dia harus membawa nya?!.


"katakan pada ku, apa kamu memiliki tempat tinggal lain? apartemen atau apapun yang berbeda? aku cukup ragu mengantar mu dalam keadaan mabuk seperti ini"


ucap Ahem pelan, dia mengendurkan pegangan nya, mencoba untuk melepaskan dasinya, rasa gerah karena keadaan menghantam nya.


Hayat terlihat diam, memilih terus memejamkan bola matanya.


sebenarnya samar-samar dia mendengar ocehan orang,tapi karena dia benar-benar nyaris kehilangan kesadaran nya, Hayat hanya bisa memejamkan bola matanya secara pasrah sembari berguman tidak jelas.


"Hmmmm sayang bawa aku pulang sekarang, aku lelah dan ingin tidur"


setelah berkata begitu, Hayat mencoba untuk memejamkan bola matanya, membiarkan suara-suara di depan nya terus memenuhi gendang telinga nya.


namun didetik berikut nya Hayat kembali membuka matanya, membuat Ahem cukup kaget di buat nya,dia tidak sempat menghindar dimana tiba-tiba saja kedua tangan gadis tersebut langsung menyambar pipinya, menahan nya dan...m


What the hell?!.

__ADS_1


Ahem membelalakkan bola matanya saat tiba-tiba Hayat menautkan bibir mereka dan mencium nya dengan paksa.


__ADS_2