Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Ingin mengenal kan nya dengan seseorang


__ADS_3

Hotel xxxxxxx


Fashion show Hillatop company


Palembang


Ahem terlihat bergerak dengan cepat menuju kearah dalam hotel xxxxxxx, dia pikir apakah dia terlambat saat ini? menghadiri acara fashion show yang digelar oleh adik perempuannya?!.


Ketika pagelaran fashion show di Jakarta dia tidak sempat menghadiri nya karena padat nya jadwal diri nya dalam beberapa hari kemarin, belum lagi dia harus mondar-mandir mengurus beberapa urusan lainnya yang cukup menyita waktu berharga nya.


Hari ini begitu turun ke Palembang, laki-laki itu menyempatkan diri untuk melesat menuju ke arah hotel xxxxxxx dimana sang adik nya melakukan pagelaran fashion show untuk perusahaan nya.


sebab dia yakin jika dia tidak datang saat ini bisa dia pastikan Nadine akan kecewa berat kepada dirinya, sejak di Paris dia terus berjanji untuk menghadiri beberapa pagelaran fashion show yang diadakan oleh perempuan tersebut.


"Ini pagelaran terakhir ku kak, sebelum aku bertukar posisi mengurusi perusahaan konstruksi, aku akan melepaskan pekerja ku di perusahaan fashion sebab aku di alihkan daddy untuk mengurus proyek besar dengan salah satu perusahaan Del Piero"


Itu adalah ucapan yang di katakan Nadine Tempo hari pada dirinya.


Seulas senyuman mengembang di balik wajah laki-laki tersebut, dia pikir pada akhirnya adik nya Memilih untuk berpindah perusahaan juga.


begitu laki-laki tersebut masuk ke dalam hotel xxxxxxx, di ujung sana bisa dilihat sosok adiknya Nadine tampak berdiri sembari mengembangkan senyumannya ke arah dirinya.


gadis tersebut dengan cepat melambaikan tangannya ke arah Ahem kemudian Nadine langsung bergerak melangkah dengan cepat mendekati dirinya.

__ADS_1


"Kakak sudah datang?"


katanya gadis itu cepat sembari memeluk Ahem dengan perasaan bahagia.


mungkin ini adalah ikatan batin antara adik dan kakak, realitanya Ahem paling dekat dengan adik-adiknya, sejak kecil hingga dewasa dia paling tuntas menyelesaikan segala persoalan yang ada di sekitar dirinya terutama sama adik-adiknya.


laki-laki tersebut selalu memprioritaskan saudara-saudaranya lebih dulu di atas segala-galanya, bahkan dia tidak pernah mengabaikan satu orang pun daripada mereka setiap kali mereka memiliki persoalan yang rumit dan berat.


karena itu tidak heran dua adik kembarnya Nadine dan freya selalu menempel ke arah dirinya bahkan Zoe selalu menanyakan segala sesuatu kepada dirinya saat laki-laki itu membutuhkan bantuan apapun.


hanya saja dia dan Gao yang tidak pernah saling menggantungkan diri antara satu dengan yang lainnya, mungkin selain karena mereka memiliki trauma masa lalu yang begitu berat soal kejadian kematian salah satu dari kembaran Gao, hingga membuat mereka berdua dipaksa belajar untuk Mandiri dan tidak mencoba untuk saling bergantung antara satu dengan yang lainnya karena mereka memegang prinsip mereka harus melindungi orang-orang di bawah mereka, karena itu pada akhirnya dirinya dan Gao memilih untuk tidak meminta perlindungan antara satu dengan yang lainnya.


Selain itu karena dia dan Gao juga tinggal di negara terpisah selama belasan tahun ini hingga tidak menciptakan keakraban yang signifikan di antara mereka.


Ahem Bicara cepat sembari membiarkan Nadine menenggelamkan dirinya ke dalam pelukannya.


"Aku hampir saja merasa kecewa dan ingin melakukan mogok bicara dengan kakak jika saja kakak tidak datang hari ini di acara puncak ku"


ucap gadis itu cepat sembari mendongakkan kepalanya.


mendengarkan keluhan sang adiknya seketika membuat Ahem menggulumkan senyumannya.


"Kakak sudah cukup bisa menebaknya, karena itu sebelum dia memilih mogok bicara maka dari itu kakak berusaha mati-matian untuk bisa sampai ke tempat ini hari ini"

__ADS_1


laki-laki itu berkata sembari menyentuh lembut ujung kepala Nadine.


"Dia benar-benar paham bagaimana caranya menyenangkan hati orang lain"


Ucap Nadine sembari memunyungkan bibirnya, gadis tersebut kemudian melepaskan pelukannya.


pada akhirnya gadis itu mencoba membawa Ahem melangkah menuju ke arah dalam.


"Ngomong-ngomong kak, bisakah menemaniku menghadiri pesta puncak fashion show nya?"


Nadine bicara cepat sembari melangkah kearah depan dan menggenggam erat telapak tangan sang kakak nya.


"Malam ini?"


Ahem bertanya seolah-olah menimang-nimang apakah dia harus ikut hadir menemani adik perempuannya tersebut.


"please hanya malam ini, aku juga ingin memperkenalkan kakak dengan seorang gadis, dia teman baikku di kampus dulu"


Ucap Nadine lagi sembari mengembangkan senyuman terbaik nya.


"Aku yakin kakak pasti menyukai nya"


Lanjut gadis tersebut lagi.

__ADS_1


Ahem terlihat diam, dia masih belum membuat keputusan apakah harus ikut atau bertahan di dalam kamar hotelnya untuk melepaskan rasa lelah karena kesibukan beberapa hari ini dan besok harus pergi bertemu dengan relasi bisnis nya dari Azzurra company.


__ADS_2