Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Meminta pertanggungjawaban


__ADS_3

"Mister... Ahem?"


Hayat tercekat, bicara dengan gugup sembari mencoba untuk memundurkan langkah kakinya, dia pikir kenapa harus bertemu dengan Ahem di sini?.


rasanya ingin sekali dia menenggelamkan dirinya saat ini ke dalam lautan air atau bahkan kabur dengan cepat tanpa berpikir dua tiga kali, namun apa daya dia sama sekali tidak bisa melakukannya.


andaikan saja ada pintu ajaib Doraemon mungkin dia sudah meminjamnya, meminta sang Doraemon dengan wajah bulat dan mulut besar itu untuk membawanya ke negeri Sakura agar dia menghilang dari hadapan Ahem saat ini juga.


atau sekalian dia ingin meminjam baling-baling bambu Doraemon agar dia bisa terbang mengalahkan burung besi yang melayang-layang di udara saat ini.


atau jika bisa dia meminjam ilmu Ninja agar seketika dia bisa menghilang setelah berkata Chiaatttt.


tapi apalah daya semuanya khayalan anak kecil yang tidak mungkin terjadi dan dikabulkan untuk dirinya.


mungkin dia bisa meminta ilmu sulam atau ilmu dukun yang bisa membuat tubuhnya menghilang secara perlahan, karena itu jelas bukan imajinasi anak-anak tapi imajinasi alam mimpi ya mungkin tidak akan terkabulkan.


Hayat seketika mahalan nafasnya sembari mencoba untuk menutup wajahnya.


Ya Tuhan tidak bisa kami tidak bertemu saat ini?!.


Ah... bukankah dia kakak nya Gao Han? kakak nya Nadine? mana mungkin dia tidak bertemu dengan Ahem dalam keadaan seperti ini, jelas saja tidak aneh seorang kakak datang di pernikahan adiknya sendiri, yang aneh adalah ketika seorang kakak tidak datang di pernikahan adiknya.


Sebenarnya jika Ahem hanya laki-laki yang melakukan proyek kerjasama dengan perusahaan mereka saja itu tidak akan membuat dia gugup dan merasa kacau balau.


Tapi saat dia ingat kejadian malam kemarin ketika masih di Palembang, seketika gadis itu memejamkan bola matanya.


bagaimana bisa aku menciumnya?!.


Rasa malu dan ah entahlah Hayat tidak tahu yang jelas saat ini bercampur aduk menjadi satu.


meskipun hanya samar-samar dia mengingat dia sempat mencium laki-laki itu, tapi ingatannya terasa begitu jelas dimana dia bertindak melampaui batasannya.


Oh ya ampun.


Hayat pikir bisakah dia kabur saat ini juga? rasa malu yang menerjang dirinya benar-benar tidak ada obatnya.

__ADS_1


Buru-buru gadis tersebut membuka bola matanya, dia berusaha untuk bergeser dari posisinya dan berharap bisa kabur dari hadapan Ahem, tapi alih-alih bisa melakukannya Ahem malah terlihat mengembang kan senyuman nya sambil berkata.


"Kamu datang juga kemari?"


saat laki-laki tersebut bertanya begitu, Hayat mencoba untuk menganggukkan kepalanya, dia ingin memutar dan bergerak kabur tapi tiba-tiba saja Ahem menahan lengan nya.


"Sudah baca surat yang aku kirimkan?"


tanya Ahem kemudian.


Mendengar kata surat, seketika ekspresi wajah Hayat berubah, tidak tahu kenapa pipinya seketika memerah saat dia ingat apa isi surat yang diberikan oleh laki-laki itu kemarin.


Dia harus bertanggung jawab karena telah merampas bibir perjaka Ahem.


Hahahaha


Hayat mencoba untuk tertawa, suaranya terdengar sangat terpaksa, dia merekam laki-laki tersebut sembari mencoba membiarkan telapak tangan kanannya menyentuh dada laki-laki yang ada di hadapannya itu.


"mister... apakah itu tidak terbalik?"


tindakan Hayat jelas membuat Ahem langsung menaikkan ujung alisnya, bola matanya seketika menatap ke arah bawah dimana jari-jari indah gadis itu dengan usil mengelus-elus ujung dadanya.


"bukankah yang seharusnya meminta pertanggungjawaban adalah aku? maksudku begini aku pikir di mana-mana laki-laki yang harus bertanggung jawab pada seorang gadis yang telah di ciumnya..."


Aishhhh aku sedang bicara apa?!.


batin Hayat.


sebenarnya dia juga bingung sedang bicara apa tapi dia mulai kehilangan akal panjang nya setiap kali berhadapan dengan laki-laki yang ada di hadapannya itu.


biasanya dia bisa mengendalikan laki-laki manapun yang dia inginkan, tapi laki-laki di depannya itu benar-benar membuat kepalanya menjadi pusing.


"pertanggungjawaban balik?"


tiba-tiba Ahem bertanya sambil menatap dalam bola mata nya.

__ADS_1


"Hahaha iya begitu maksud ku"


"bukan masalah aku akan bertanggung jawab"


jawab laki-laki tersebut cepat.


"ya?"


Hayat jelas langsung terkejut mendengar ucapan Ahem saat ini.


"maksud nya bagaimana?"


"kalau begitu mari kita menikah, aku akan bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi malam itu"


Nada ada suara laki-laki tersebut terdengar sangat serius.


"Apa? tunggu dulu..."


Hayat pikir bukan seperti itu maksudnya.


"tunggu dulu mister kamu salah paham, maksudku begini....aku sudah bertunangan dan akan menikah....bukan pertanggungjawaban seperti itu..."


dia pikir kenapa semua jadi berbalik ke arah dirinya, padahal maksudnya jelas-jelas bukan seperti itu.


"bukan masalah kamu sudah bertunangan atau belum aku bisa mengatasi semuanya"


dan bisa-bisanya Ahem berkata seperti itu dengan nada penuh keyakinan.


"kau pasti sudah gila"


Hayat bicara cepat, dia jelas gelagapan.


******


catatan \=

__ADS_1


Mak Yang silent reader alias pembaca yang ga pernah mengeluarkan suara nya, bisa bantu Like ga Mak tiap baca bab update novel Mak author? InsyaAllah itu sudah bikin Mak author senang banget 🙏🏻.


__ADS_2