
Disisi lain.
Paris.
All Zigra terburu-buru keluar dari pesawat jet pribadi nya, sebenarnya kedatangan nya ke Paris cukup tiba-tiba karena mendapatkan satu urusan mendadak yang harus dia selesaikan.
Dia tidak memberitahukan istri nya, berpikir mungkin akan memberikan kejutan pada wanita tersebut nanti.
"Apa anda ingin langsung mengambil jadwal istirahat, tuan?"
Enrico bertanya cepat kearah All Zigra, membawa tas kerja laki-laki tua di samping kanan nya tersebut dengan cepat sembari mensejajarkan langkahnya pada laki-laki tersebut.
dia tahu laki-laki tua itu selalu ingin segala sesuatu dikerjakan dengan cepat, tapi mengingat kesehatannya yang kemarin sempat drop membuat laki-laki tersebut cukup lakon jika tuannya bergerak melampaui batasan.
dia selalu berharap dia bisa melakukan semua tugas sang tuan nya saat ini, tapi laki-laki itu selalu berkata jika dia bisa mengatasinya.
terkadang terbesit satu ketakutan di dalam diri Enrico jika All Zigra kembali tumbang seperti tempo hari, usia laki-laki tersebut yang jelas sudah mulai menua di mana All Zikra akan segera memiliki cucu dari putranya Gao, sang menantu dikabarkan telah berbadan dua dan itu menjadi berita kebahagiaan di dalam keluarga tersebut.
__ADS_1
respon normal ketika seorang ayah atau ibu mendapatkan berita jika mereka akan menjadi kakek atau nenek tidak lama lagi, itu menambahkan ke antusias'an All Zigra dalam menjalani banyak hal.
"aku pikirkan kembali ke Mansion terlebih dahulu dan menemui istriku"
All Zigra menjawab ucapan Enrico dengan cepat kemudian dia langsung naik ke dalam mobil yang ada di hadapannya saat ini.
"aku belum sempat menghubunginya dan berkata jika aku ada di Paris juga, sebaiknya bertemu dengan mu dia lebih dulu, mungkin benar aku butuh sedikit istirahat, besok pagi kamu bisa langsung menjemput ku, tidurlah di apartemen keluarga Hillatop, pastikan besok kamu tidak akan terlambat datang"
laki-laki itu bicara panjang lebar, Enrico hanya bisa mengganggukan kepalanya tanda mengerti.
"aku akan menjadi seorang kakek"
dan ini adalah yang keberapa kalinya laki-laki tersebut bicara pada Enrico dengan penuh kebahagiaan.
dia tahu laki-laki tua di sampingnya itu benar-benar bahagia saat ini.
"saya turut berbahagia mendengarnya, semoga anda diberikan umur yang panjang dan bisa menikmati hari tua bersama cucu-cucu dari para anak dan menantu"
__ADS_1
doa laki-laki tersebut kepada tuan nya, dia jelas bahagia jika tuan nya bahagia.
Dan All Zigra mengembangkan senyuman bahagia dan terbaiknya, dia merasa begitu bahagia atas berita kehamilan Ayana, bayangkan bagaimana rasanya saat dia tahu menantu pertamanya tersebut telah mengandung dan dia akan menjadi seorang kakek untuk pertama kali nya.
"aku pikir aku akan pergi ke toko peralatan bayi, mencoba mencari beberapa perlengkapan bayi untuk persiapan
ucap laki-laki itu lagi kemudian dengan pandangan berkaca-kaca.
dia tidak bisa mengukur kebahagiaan di saat ini, namun dia begitu antusias dan berharap dia bisa dengan cepat melihat cucunya.
"aku akan mencari tahu toko baby shop mana yang paling terbaik di Paris untuk anda mencari perlengkapan bayi di sana anda memiliki waktu luang"
Enrico langsung memberi inisiatif, dia pikir dia akan mencari toko terbaik untuk sang tuannya agar bisa berbelanja dengan tenang karena tokoh tersebut jelas akan memberikan barang-barang lengkap yang diinginkan oleh laki-laki tua itu.
"Kamu bisa melakukannya dan Mari kita mencari waktu luang setelah semua pekerjaan selesai"
All Zigra bicara dengan cepat sembari mengganggukan kepalanya, dia setuju dengan apa yang diucapkan oleh Enrico.
__ADS_1