
Hotel xxxxxxx
Ahem menghela kasar nafasnya untuk beberapa waktu, dia memijat-mijat pelipis nya secara perlahan, dia pikir malam ini begitu luar biasa, bagaimana bisa dia yang mengendarai mobil nya dengan cara yang taat dan patuh pada peraturan lalu lintas bisa dihantam oleh seorang perempuan yang menggunakan motor nya tanpa melihat rambu-rambu lalu lintas ketika berkendara.
Bahkan jangan kan menatap dan melihat apa yang rusak di mobil nya, perempuan itu malah sibuk melihat motor nya sendiri, belum lagi alih-alih perempuan tersebut minta maaf bayangkan bisa-bisa nya perempuan itu malah kabur sejuta langkah dan menjual seorang laki-laki agar bertanggung jawab atas perbuatannya.
Mungkin Ahem tidak terlalu ingin mempermasalahkan semua nya, dia berharap Perempuan tersebut berkata maaf dan memperlihatkan wajahnya, tapi Realita jangankan meminta maaf, perempuan itu malah menutup helm nya rapat-rapat seolah-olah dia takut menjadi seorang tersangka.
Oh shi..t yang benar saja.
Umpat Ahem kesal.
Laki-laki tersebut mengendurkan dasinya dengan perasaan kesal, dia kemudian menghela kasar nafasnya.
Setelah itu Ahem dengan gerakan cepat langsung turun dari mobil nya, dia bergerak keluar kemudian berjalan perlahan masuk menuju ke arah gedung hotel yang ada di hadapannya tersebut.
Bisa dia lihat Nadine sudah berdiri tepat di ujung sana, perempuan tersebut melambaikan tangan nya dengan cepat kemudian langsung bergerak mendekati Ahem.
"Aku pikir kakak tidak akan datang"
Ucap Nadine sembari mengembangkan senyuman nya, sebenarnya Nadine cukup gelisah, takut jika-jika kakak nya tiba-tiba membatalkan kehadiran nya.
"Ada sedikit insiden di jalan, maafkan kakak karena terlambat"
Ucap Ahem sambil memeluk Nadine, dia mengusap lembut belakang kepala adik nya untuk beberapa waktu.
"Insiden?
mendengar ucapan kakaknya gadis itu jelas langsung mengurutkan keningnya, dia bertanya sambil melepaskan pelukannya.
"apa Ada hal buruk yang terjadi?"
tanyanya lagi dengan perasaan cemas dan khawatir.
karena dia tiba-tiba ingat soal kejadian kakak laki-laki keduanya Gao kemarin, di mana laki-laki tersebut mendapatkan sebuah insiden kecelakaan karena ingin menyelamatkan calon istrinya.
"terjadi sedikit kecelakaan di jalan akibat oleh seorang bibi-bibi yang membawa motornya dengan cara yang sangat ceroboh"
mendengar jawaban Ahem seketika Nadine membulatkan bola matanya.
"Bibi-bibi? kecelakaan?"
__ADS_1
dia bertanya sembari menaikkan ujung alisnya.
tidak tahu kenapa tapi sepertinya beberapa menit yang lalu dia mendapatkan cerita yang sama soal....
Seketika Nadine menggelengkan kepalanya.
Dia pikir tidak mungkin kecelakaan kakak nya sama seperti kecelakaan yang terjadi pada sahabat nya.
Bibi-bibi?!, dia pikir itu jelas bukan sahabat nya.
"tapi apakah kakak terluka? mobil kakak baik-baik saja?"
Gadis itu buru-buru bertanya.
melihat kekhawatiran dari wajah adiknya seketika membuat ahem mengulum senyumannya.
"Tentu saja aku baik-baik saja, hanya sedikit penyok dan butuh untuk diservis besok"
jawabnya dengan cepat kemudian laki-laki tersebut membiarkan Nadin menggandeng lengan kirinya.
"jangan terlalu memikirkan soal mobilnya bukankah kakak masih punya mobil yang lainnya? sekarang mari menikmati acara puncaknya dan aku ingin mengenalkan kakak dengan seseorang di dalam sana"
ucap Nadine dengan cepat lantas mencoba membawa kakaknya menuju ke arah dalam.
*****
di ujung sana Hayat sudah membuka jaket dan helm sport nya, gadis itu sudah berganti pakaian nya dan bergerak bergabung bersama para teman-teman nya.
suasana bising dan penuh di dalam gedung tersebut terlihat jelas dan juga terdengar jelas di seluruh area ruangan tersebut, peragaan demi peragaan busana di atas panggung spektakuler show malam ini terlihat mulai membaca suasana.
barisan minuman sampanye 🍾 memenuhi area tengah pesta tersebut dimana seorang laki-laki dan perempuan sibuk menuangkan minuman tersebut dimulai dari gelas yang paling atas.
beberapa orang bahkan telah menikmati minuman mereka.
__ADS_1
Canda tawa terdengar dari berbagai penjuru arah, seperti hal nya dimana hayat tengah berkumpul dengan teman-teman nya.
Mereka sibuk saling bercerita soal ini dan itu bahkan bergosip bersama soal berbagai macam hal dan termasuk soal Laki-laki.
Hingga akhirnya tiba-tiba seseorang menyeruak masuk di antara mereka.
"Heiii"
Nadine seketika memecah keadaan.
Begitu gadis itu membawa seorang laki-laki di antara mereka, terkutuk sungguh bola mata para gadis dan perempuan juga hati masing-masing sang empunya.
Mereka seketika terkejut dan terpesona pada sosok laki-laki yang ada bersama Nadine, Hayat yang baru saja menyesap minuman nya dimana dia masih mendengar kan ucapan salah satu temannya langsung menaikkan ujung alisnya saat perempuan di hadapannya berkata.
"Oh my god, Hayat lihat dibelakang mu"
saat perempuan itu memberikan kode kepada dirinya, sayang terlihat memainkan alisnya sembari masih mencoba untuk menyelesai kan sesi minumnya, karena tidak mendapatkan jawaban malah gadis di hadapannya tersebut memintanya berbalik ke arah belakang, sayang seketika mengikuti gerakan perempuan itu yang memutar tubuhnya ke arah belakangnya.
awalnya dia masih sibuk menyesat minumannya dan baru akan menurunkan gelas yang ada di tangannya, senyuman di bibirnya masih mengembang dengan sempurna hingga akhirnya dia menyadari soal sesuatu.
What?!.
Hayat jelas terkejut setengah mati, bola matanya membulat Dan satu hal tidak terjadi.
Dia...?!.
Byurrrr.
sumpah demi apapun dia ingin membuka mulutnya namun dia lupa, dia baru saja menyelesaikan sesi minumnya dan sisa minuman tersebut masih menggenang di dalam mulutnya, seketika gadis itu langsung menyemburkan minuman itu sesosok laki-laki yang ada di hadapannya.
"Ommo.."
"Oh my god"
"Hayat...?"
bayangkan bagaimana keadaan dan kekacauan terjadi, ketika minuman dari mulut gadis itu menyembur dengan sempurna tepat ke arah wajah laki-laki tampan yang ada di hadapannya.
Nadine bahkan tidak kalah terkejutnya saat melihat sahabat baiknya menyemburkan minuman ke wajah kakak laki-laki nya.
__ADS_1
Oh my god.
Hayat Seketika menahan teriakan nya, dia panik sambil mencoba menahan nafasnya.