Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Bicara soal anak-anak


__ADS_3

Mereka melewati dansa bersama, mengingat moment lawas pertemuan mereka, saling bercerita antara satu dengan yang lainnya, membuat Nadya sesekali tertawa renyah.


Entahlah berapa lama waktu berlalu, yang jelas Nadya merasa tidak sekuat dulu, orang yang tua sudah tidak memiliki stamina seperti mereka muda, tapi meskipun begitu kedua pasangan tersebut selalu berusaha menikmati moment kebersamaan dalam cinta.


Usia tidak menjadi patokan untuk mereka.


"Sudah berapa puluh tahun berlalu?"


Nadya bertanya, masih berada didalam pelukan suami nya, menikmati semilir angin di tepian teras ruangan dimana mereka berada, laki-laki Hillatop tersebut memeluk hangat istrinya, menenggelamkan mereka pada nik mat nya kebersamaan malam ini.


Menatap jutaan bintang di luas nya langit yang membentang menampar di hadapan mereka.


"Mari menghitung usia Ahem"


Wanita tersebut terkekeh kecil, membiarkan suaminya menghitung berapa lama mereka bersama.


"Aku benar-benar memiliki pesona pada masa muda"


Laki-laki tersebut bicara sembari memuji dirinya sendiri, mengulumkan senyuman dengar rasa bangga dan geli.


"Seorang gadis meskipun dalam keadaan tersedak pasti akan tetap pilih-pilih lawan untuk menyerahkan ciuman pertama mereka"


Laki-laki tersebut menggoda.


Nadya terkekeh.


"Itu karena kesan pertama kamu terlalu tampan"


Dia bicara jujur apa adanya.


"Tapi aku di abaikan"


Wanita tersebut memutar bola matanya.


"Aku tidak menyadari jika ada gadis disamping ku kala itu"


All Zigra bicara cepat.


"Handphone membuat ku cukup lupa dengan keadaan"


Dia menambahkan.

__ADS_1


"Begitu melepaskan handphone ku, kau tahu bagaimana ekspresi ku kala itu?"


Laki-laki tersebut masih posisi memeluk istrinya, bertanya sembari kedua tangannya menggenggam erat telapak tangan istrinya.


"Katakan"


"Bola mata ku tidak ingin lepas dari mu, apalagi saat kamu menyandarkan tubuh kamu di pintu elevator, memukul dinding dengan heels tinggi dan kala itu aku merasa di abaikan"


setelah sekian lama berlalu laki-laki tersebut bercerita bagaimana perasaannya.


"Apa kamu tahu sayang? itu adalah pertemuan ke dua kita"


ucap suaminya lagi kepada Nadya, membuat wanita yang masih cantik tersebut Membuatkan bola matanya, dia buru-buru menoleh kearah All zigra sembari mengerutkan bola matanya.


"Benar kah?"


Kini posisi mereka saling berhadapan, Nadya membiarkan dirinya menatap dalam bola mata suaminya, meskipun dia tidak setinggi suaminya minimal dia wanita yang berantem yang sangat sulit untuk memperhatikan suaminya dengan posisi saling menatap antara satu dengan yang lainnya.


mendengarkan pertanyaan istrinya membuat All zigra langsung menganggukkan kepalanya.


"Yah itu adalah pertemuan kedua kita"


Ucap laki-laki tersebut lagi kemudian.


wanita itu bicara dengan cepat, sedikit terkejut dengan pernyataan suaminya.


"lalu kapan pertemuan pertama?"


Dia jelas saja penasaran bertanya ingin tahu.


"di restoran, aku lupa itu restoran mana tapi kamu tidak dalam keadaan santai melainkan cukup tergesa-gesa, aku pikir satu dua hari sebelum pertemuan kedua"


laki-laki tersebut mulai bercerita, membuat istrinya terkejut mendengarnya dan langsung membulatkan bola matanya.


"ini cukup mengejutkan ku! lalu apa yang dirasakan pada pandangan pertama?"


sang istri bertanya dengan rasa penasaran yang tinggi.


"Aku terpesona"


laki-laki itu menjawab sambil mengembangkan senyumannya, menatap darah dengan mata istrinya sembari dulu coba untuk pada masa itu.

__ADS_1


"Karena kecantikan?"


Nadya bertanya sambil mengulum senyuman.


"Salah satu nya iya, tapi ada sisi lain yang membuatku kagum, entah kamu ingat atau tidak, tidak banyak gadis berusia muda dan remaja menyukai anak-anak, karena itu seorang anak kecil laki-laki menabrakmu, aku harap kamu tidak lupa itu adalah putra dari suami bibi Hessa"


Kenang laki-laki tersebut pada masa itu, dia ingin bagaimana pertemuan pertama mereka tapi Nadya sama sekali tidak menyadarinya.


pada kala itu Nadya seorang gadis, kala itu seorang anak kecil yang usianya baru beberapa tahun berlarian kearah Nadya hingga menabrak seorang pelayan hingga menyebabkan piring dan gelas pecah berhamburan, isinya jelas saja biar kemana-mana dan membuat beberapa orang di sana terkejut melihatnya, mungkin untuk ukuran gadis seusia Nadya, kemarahan akan memuncak atau bahkan bisa jadi memaki bocah kecil yang tidak berdosa, namun realitanya gadis itu malah tersenyum dan berkata tidak apa-apa, mengapa bocah laki-laki tersebut sembari mengajaknya bicara dengan cara yang begitu halus dan juga lembut.


berkata kepada para pelayan untuk menggantinya dengan yang baru dan dia yang akan membayar tagihannya.


mungkin terlihat simpel dan juga sederhana bagi sisi lain orang yang melihatnya, tapi bagi All zigra itu tidak simpel dan juga sangat berkesan, kalau itu dia benar-benar terpesona, menatap gadis cantik yang berkulit putih bersih dengan hati yang begitu lembut.


dia terpesona dalam artian lain, membuat dirinya gelisah dan berpikir untuk mengenalnya lebih jauh lagi, dia benar-benar tertarik pada Nadya kala itu.


jika bertanya kenapa dia memilih Nadya, jawabannya sangat simpel.


Nadya pantas untuk menjadi ibu dari anak-anaknya, karena realitanya cantik saja tidak cukup untuk ukuran laki-laki sekelas sendirinya, dia bisa mencari perempuan manapun yang dia inginkan atau menunjuk perempuan manapun yang bisa menjadi pendamping hidupnya.


tapi akan sangat senang sekali menjadi perempuan yang menyayangi anak-anak dan mencintai anak-anak karena pada dasarnya orang hanya mencintai anak-anak mereka tapi tidak dengan anak-anak orang lain mengingat keluarga besar All Zigra memiliki beberapa anak-anak dengan usia yang jelas masih kecil dan keluarga Hillatop selalu mementingkan tali ikatan silaturahim dan hubungan Kokoh antar keluarga dalam segala situasi.


Nadya yang mendengar ucapan suaminya jelas terkejut, dia mencoba untuk mengingat kapan tepatnya kejadian itu, maklum karena usia sudah tua sangat sulit sekali untuk mengingat dan mengenang hal-hal yang berhubungan pada masa lawas.


Dia cukup sudah untuk segala sesuatu di masa lalu.


"jangan terlalu dipikirkan itu dia telah kenangan masa lalu yang akan selalu kusimpan di dalam hatiku, itu pertemuan kita yang sebenarnya menjadi pertemuan pertamaku dan kamu memiliki masa sendiri di dalam pertemuan kita dimana ciuman pertama-mu merupakan pertemuan awal kita"


Ucap All Zigra sambil mengembang kan senyuman nya.


sejenak mereka diam di dalam keheningan, tidak saling bicara antara satu dengan yang lainnya, sama-sama saling menikmati menatap wajah masing-masing, mana resep bola mata antara satu dengan yang lainnya dan terus membuat momen bahagia bersama.


"Ngomong-ngomong bukankah kamu bilang ingin bicara soal Ahem?"


tiba-tiba saja sang suami bicara memecah keheningan, yang mana membuat Nadya agak terkejut dibuatnya, dia seolah-olah ingat sebenarnya apa tujuannya malam ini, nyaris saja dia lupa untuk bicara soal anak-anak pada suaminya.


wanita itu pikir mungkin ini adalah waktu paling tepat untuk bicara soal Hayat pada All zigra.


"Aku nyaris lupa"


Ucap Nadya pelan, dia menelisik wajah suaminya mencoba untuk memulai pembicaraan mereka dengan cukup serius kali ini.

__ADS_1


All Zigra menunggu ucapan istrinya dengan perasaan berdebar-debar.


__ADS_2