Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Sama paniknya


__ADS_3

Di sisi lain


Apartemen Keluarga Azzurra


"Ya?"


Hayat bicara dengan sedikit panik saat seseorang menghubunginya dari seberang sana.


"Rumah sakit?"


dia kembali bertanya dengan cepat, ada jutaan kekhawatir menghantam dirinya.


"rumah sakit yang mana? berikan padaku informasi lebih lengkap, aku akan ke sana sekarang juga"


lagi dia bertanya, dan didetik berikut nya gadis tersebut kemudian dengan cepat bergegas bergerak dari posisinya mencari kunci mobil dan lain sebagainya.


setelah mendapatkan informasi rumah sakit yang dia inginkan, gadis tersebut secepat kilat langsung keluar dari apartemennya tanpa berpikir dua tiga kali menuju ke arah lantai bawah ke area parkiran.


dia bergerak dengan terburu-buru tanpa memikirkan soal apapun lagi, mereka bilang pamannya masuk rumah sakit.

__ADS_1


Daddy Murat, sepupu nya itu tiba-tiba jatuh tumbang dan masuk rumah sakit.


Bagaimana ini?.


Dia membatin didalam hati nya.


Begitu masuk dan naik ke dalam mobil nya, gadis tersebut secepat kilat bergerak melajukan mobilnya kearah depan, di tengah perjalanan Hayat baru saja ingin menghubungi seseorang namun rupanya seseorang lebih dulu mencoba untuk menghubunginya.


begitu melihat nama panggilan dari layar handphone nya seketika gadis itu buru-buru langsung mengangkat panggilannya dengan cepat.


"Ma?"


Hayat bicara, menunggu jawaban dari seberang sana.


"Mereka bilang pamanmu masuk ke rumah sakit? apa itu benar? apa kamu telah pergi ke sana saat ini?"


jangan ditanya bagaimana paniknya wanita tersebut saat ini, dia jelas panik setengah mati, dia tidak punya saudara siapapun dimasa lalu nya sebelum bertemu dengan orang tua nya lagi di masa lalu.


saat tragedi kematian keluarga nya atas pembunuhan yang dilakukan oleh seseorang, dia kehilangan seluruh keluarga dan kehidupan nya, laki-laki pertama yang dia andalkan untuk jadi pegangan adalah Alan, Ayah Murat.

__ADS_1


dia yang menjadi satu-satunya tempat bii bersandar kala itu hingga dia dewasa dan bagi Bii, Alan adalah satu-satunya orang yang menjadi keluarganya saat itu sebelum dia di angkat putri oleh keluarga Hillatop.


Kemudian dia melepaskan status menjadi putri angkat Keluarga Hillatop karena menikahi laki-laki dari keluarga Azzurra.


Karena itu dia menjadi panik saat tahu Alan jatuh dan tumbang di perusahaan.


Bayangkan bagaimana ekspresi nya begitu dia mendapatkan kabar, sedangkan saat ini dia yang berada di Palembang jelas gelanggapan, mereka butuh waktu untuk memesan tiket dan melakukan perjalanan ke Jakarta saat ini.


"Murat baru saja mengabariku ma, aku saat ini berada di dalam perjalanan menuju ke arah rumah sakit"


gadis itu menjawab dengan cepat sembari bola matanya terus fokus merata ke arah ke depan menuju ke arah jalanan.


"jika kamu telah tiba di sana Dan ada hal buruk yang terjadi jangan lupa kabari mama dan papamu, kami akan pergi malam ini juga dan mengambil penerbangan secepatnya"


wanita di seberang sana bicara dengan cepat dan mencoba untuk memberitahukan putri nya tersebut, Hayat buru-buru mengganggukan kepalanya lantas menjawab.


"baiklah aku mengerti ma hati-hati di perjalanan"


setelah berkata seperti itu Hayat langsung mematikan panggilannya dengan cepat kemudian dia terus fokus menyetir mobilnya menuju ke arah rumah sakit yang telah diberitahukan murat kepada dirinya.

__ADS_1


*****


Catatan \= Murat dan Alan bukan novel di putri perawan milik Daddy ya makkkk, mereka beda generasi.


__ADS_2