Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Tidak semudah yang dibayangkan


__ADS_3

dikala tuan Zuu telah bersiap untuk kembali membogem wajah tampan Ahem yang jelas sudah sedikit membiru karena pukulan pertamanya, seketika pintu dibuka dengan paksa dan seseorang masuk ke dalam dengan cepat.


"Pa..."


Hayat masuk dengan wajah cemasnya, begitu melihat papa nya bersiap memukul Ahem seketika Perempuan tersebut histeris, dia mendekati papa nya sambil mengeluarkan tangisan nya.


Ahem jelas terkejut, cukup kaget saat melihat Hayat ada di antara mereka.


"Sayang?"


Dia tidak mengizinkan Hayat ada disana, tidak ingin hal yang buruk terjadi pada istrinya.


"Kauuuu menyingkir dari sini, biar papa menyelesaikan semuanya dengan ba.jin.ngan ini"


Tuan Zuu berteriak, mencoba meraih lengan Hayat dan menyingkir kan Hayat dari hadapan mereka, tapi nyonya Bii secepat kilat menahan gerakan suaminya sembari menatap laki-laki tua tersebut yang kini diliputi oleh amarah yang membuncah.


"kau menyakiti Putri kita, Zuu"


Wanita tersebut bicara dengan cepat berusaha untuk mengingatkan suaminya jika tindakan tuan Zuu menyakiti Hayat saat ini, efek tarikan yang diberikan oleh laki-laki tersebut seketika membuat putrinya tersentak kaget.


"dia sedang hamil"


sekali lagi istrinya mengingatkan dirinya dan hal tersebut laki-laki tersebut diam mematung dan membeku untuk beberapa waktu.


Kata hamil membuat laki-laki tua tersebut tidak tahu harus melakukan apa, demi Allah ayah mana yang akan rela mendengar nya, saat putri nya hamil tanpa sepengetahuan dirinya, mungkin akan lebih membunuh nya jika Hayat Hamil di luar nikah tanpa tahu siapa laki-laki nya, tapi dia masih bersyukur putri nya memiliki suami ketika hamil.

__ADS_1


Tapi.... seketika tuan Zuu langsung menoleh kearah Ahem.


Menikah tanpa meminta restu dari nya? bagaimana bisa.


"Berani-berani nya kau... menikahi putri ku dibelakang ku bahkan kau menghamilinya tanpa izin dari ku...."


Laki-laki tersebut tidak tahu bagaimana lagi menyusun kalimat paling tepat untuk dirinya melampiaskan kemarahannya, Ahem benar-benar membuat darah nya menjadi semakin mendidih.


"Maafkan aku karena menggunakan cara yang sedikit picik untuk mendapatkan Hayat, karena aku tahu jika aku meminta restu didepan lebih dulu daddy tidak akan pernah memberikan Hayat pada ku, dan aku melakukannya karena aku benar-benar mencintai putri daddy"


Ahem menjawab ucapan laki-laki dihadapan nya tersebut dengan pandangan berkaca-kaca, dia benar-benar menyesalinya, karena menikahi Hayat tanpa meminta restu lebih dulu,namun dia melakukan hal tersebut dengan jutaan pertimbangan, mendiskusikan semuanya dengan mommy Nadya dan mommy Bii, juga dengan kakak laki-laki Hayat, dia tidak membuat keputusan sendiri dengan semena-mena begitu saja, mereka melakukan nya karena meminta restu pada tuan Zuu lebih dulu akan berakibat fatal untuk hubungan mereka.


"Maafkan aku, dad"


Laki-laki tersebut kembali melesatkan maafnya, menundukkan kepalanya mendalam, dia tahu tidak akan mudah setelah ini, tapi setidaknya laki-laki tersebut tidak memiliki pilihan.


"Zuuu"


Nyonya Bii langsung memejamkan bola matanya karena terkejut sembari dia menutup wajahnya dengan tangan nya, Ahem seketika tercekat Karena terkejut.


Tuan Zuu sontak terkejut, nyaris melayangkan pukulan pada wajah Putri kesayangannya, Untung nya dia dapat menahan gerakan nya.


Ketegangan yang terjadi dalam keadaan yang nyaris tak terkendali seketika membuat semua orang saling menatap antara satu dengan yang lainnya.


Hayat menatap daddy nya dalam tangisan nya yang pecah.

__ADS_1


"Ini semua salah ku, aku mencintai Ahem pa, aku mencintai dia, benar-benar mencintai dia"


Perempuan tersebut menangis terisak, menatap papa nya Sembari menahan gemuruh di dada nya.


Tuan Zuu seketika membisu, menurunkan tangannya secara perlahan, dia seolah-olah kehilangan pegangan, seperti orang ling Lung, berbalik tanpa semangat, Seolah-olah dia baru saja kehilangan separuh nyawanya.


"Zuu?"


Nyonya Bii yang juga menangis mencoba menghapus air mata nya, dia berusaha untuk menyentuh suaminya, tapi laki-laki tersebut menepis tangan istrinya.


"Sayang?"


"Aku anggap tidak pernah memiliki seorang putri pun dalam seumur hidup ku, aku Anggap ini hanya mimpi buruk, aku akan menghapus Hayat dari dalam daftar keluarga Azzurra mulai hari ini"


Suara laki-laki tersebut terdengar lirih, dia bicara tanpa berniat menoleh kearah siapapun, berjalan menjauh dari sana dengan jutaan kekecewaan.


Nyonya Bii menggelengkan kepalanya, dia mencoba mengejar langkah suaminya.


Hayat langsung menoleh kearah Ahem, dia menatap laki-laki tersebut masih dengan berlinangan air mata, sepersekian detik kemudian langsung masuk kedalam pelukan Ahem dan menangis terisak disana.


Ini tidak mudah bukan? aku sudah bilang ini tidak akan mudah, katakan pada ku sejauh apa kita harus berjuang?!.


Hayat.


Ini memang tidak mudah, tapi kita tidak akan berhenti berjuang, karena sulitnya mendapatkan sebuah Restu, pada akhirnya saat ujian menerpa rumah tangga kita nanti, kita akan berpikir dua tiga kali untuk saling melepaskan diri.

__ADS_1


Ini tidak gampang, karena ada dua keluarga yang terus bergelut pada dendam dimasa lalu dalam kesalahpahaman tak berkesudahan, kita akan menjadi penutup kisah itu, membuat dua keluarga kembali saling menyatu.


Ahem.


__ADS_2