
Catatan \=
Ada yang nanya kenapa Elle yang merupakan kakak Bii memanggil Zuu kakak ipar, seharusnya dia manggil Zuu adik ipar.
Jawabannya karena silsilah Zuu dan Zain, cerita no.vel mereka sudah lama banget, Mak author sudah lupa Silsilah nya, hanya ada sepintas di no.vel landless sky tapi full no.vel mereka ada di novel mana lupa, full no.vel nya bukan di NTun melainkan di tempat berbayar, lupa yang mana judul No.vel nya Mak wkwkwkkw saking banyaknya no.vel Mak author 🤧🤧🤣🤣.
Pokoknya karena silsilah Zain dan Zuu ditambah kala masa lalu Elle manggil Zuu kakak juga ketika Elle dan mama Bii diselamatkan Zuu mati-matian di masa lalu pada tragedi berdarah jadi pada akhirnya Elle manggil Zuu kakak ipar Mak selama puluhan tahun dalam penyelamatan🙏🏻.
******
Mansion utama Elle.
Makan malam.
Nyonya Bii menatap kearah suaminya yang terlihat melahap makanan nya sejak tadi tanpa mengeluarkan suaranya sama sekali, laki-laki tersebut tidak mengeluarkan suaranya sama sekali sejak beberapa waktu yang lalu, ikuti oleh saudaranya dan juga suami saudaranya.
Elle dan Zain tampak diam, mencoba menikmati situasi yang sebenarnya sama sekali tidak menyenangkan, ke empat orang di depan meja makan tersebut bener-bener seperti orang asing yang tidak mengenal antara satu dengan yang lainnya, padahal realita nya mereka sebenarnya jelas saling mengenal dan bahkan sangat akrab sekali sebelumnya.
"Mood Zuu sedang tidak baik-baik saja"
Itu yang diucapkan Elle pada suami, Zain sebelum mereka pergi ke meja makan tadi.
Zain terlihat menghela nafasnya sembari dia mencoba memijat kepalanya dengan tangan kirinya.
laki-laki tersebut buru-buru menghabiskan makanannya kemudian dia memilih untuk pergi dari sana dan bergerak menuju ke arah beranda sisi kiri mansion, dia menebak Zuu pasti akan mengejar nya kesana.
Dan setelah sekian lama dia menunggu laki-laki tersebut, seperti harapan nya pada akhirnya Zuu benar-benar bergerak mendekati dirinya, Sang pemilik Azzura tersebut berjalan mendekatinya lantas berdiri di tiang teras sembari meraih rokok yang telah diletakkan oleh Zain di atas meja kecil di mana terdapat kursi-kursi yang saling berhadapan antara satu dengan yang lainnya.
__ADS_1
Zuu secara perlahan menyulut api pada rokok yang ada di bibirnya kini kemudian setelah itu dia mulai menghisap rokok tersebut secara perlahan.
Zain jelas menikmati rokoknya jauh lebih dulu sebelum laki-laki tersebut datang mendekati dirinya.
seolah-olah memang sengaja untuk menikmati rokok yang ada di tangan mereka, kedua orang itu memilih untuk menikmati nya sebelum memulai percakapan sama sekali, menikmati semilir angin di tepian teras mansion dan membiarkan suasana malam membawa hati mereka.
seolah-olah sengaja menghabiskan satu batang rokok di dalam rasa diam mereka, hingga pada akhirnya Zuu mematikan Putung merokok tersebut di dalam sebuah asbak kaca yang ada di atas meja.
"apa semua baik-baik saja?"
Zein pada akhirnya bertanya pada laki-laki tersebut, dia melirik ke arah Zuu untuk beberapa waktu sembari tangan kanannya meraih kopi yang ada di atas meja di mana sejak awal dia memang telah meminta istrinya untuk membuatkan kopi dan meletakkannya di sana, karena dia pikir malam ini akan menjadi malam paling tepat untuk dirinya dan Zuu bisa saling bicara antara satu dengan yang lainnya.
mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki yang ada di samping nya tersebut, Zuu langsung melirik ke arah zain.
"aku pikir kau pasti telah mendengar kabarnya jauh lebih dulu, Elle pasti telah menceritakannya padamu"
Zuu menjawab dengan cepat apa yang menjadi pertanyaan Zain.
"aku ternyata bukanlah ayah yang baik dan becus dalam mengawasi putriku"
ucap laki-laki itu dengan cepat, Zuu seketika menghela nafasnya kasar, dia pikir dia benar-benar telah menjadi ayah yang buruk dan melepaskan kontrolnya terhadap Putri kesayangannya sendiri, laki-laki itu menyandarkan dirinya keatas kursi yang dia duduki.
"kau tentu saja ayah yang baik"
Zain menjawab pelan, mencoba untuk tidak bicara tergesa-gesa, karena dia tahu betul situasi dan kondisi saat ini cukup buruk sebab perasaan Zuu jelaslah tidak dalam keadaan baik-baik saja.
"dan sebenarnya semua orang tua tidak ada yang buruk, mereka adalah orang-orang baik yang telah berbuat maksimal untuk putra-putri mereka"
__ADS_1
lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.
"hanya saja terkadang kita tidak pernah tahu dan paham apa yang dipikirkan oleh anak-anak."
"bahkan kita tidak mengerti bagaimana cara anak-anak mencintai orang yang dia temui, terkadang dia mencintai orang itu hanya sebagai sarana persahabatan karena rasa nyaman berteman dengan orang tersebut dan dia merasa mereka bisa menjadi partner yang baik dan juga tepat, mereka mungkin berpikir mereka orang yang cocok untuk dijadikan sahabat terbaik mereka dan sialnya ketika anak-anak mulai jatuh cinta kita tidak bisa lagi menjadi ayah yang baik karena pada akhirnya cinta terkadang mengalahkan semua orang termasuk kita"
laki-laki itu mulai bicara menjabarkan bagaimana pemikiran orang-orang pada dasarnya.
"Bukankah kamu sendiri yang bilang,cinta itu bisa mengalahkan segala-galanya dan bohong jika kita berkata tidak, berkaca dari kita di masa lalu bagaimana kamu jatuh cinta kepada kakak ipar dan bagaimana aku jatuh cinta pada istriku dulu yang seharusnya menjadi istri dari kembaranku yang tidak lain kakak kakak laki-laki sendiri."
Zayn menjeda kata-katanya sejenak seolah-olah membiarkan mereka tenggelam pada ingatan masa lalu dimana sebenarnya mereka juga cukup gila karena cinta.
"Pada akhirnya semua orang akan bodoh karena jatuh cinta bukan? kamu pernah mengatakan nya, begitu juga kakak ipar pada masa kita dulu jangan pernah jatuh cinta karena orang yang jatuh cinta akan ceroboh pada waktunya, dan kita pada masa itu nyaris mati karena cinta, bukankah itu lucu?"
Zain terus bicara panjang lebar, membuang pandangannya dan menatap hamparan langit di depan sana.
mendengar ucapan Zain seketika membuat Zuu terdiam, laki-laki tersebut terlihat membisu, mendengarkan ucapan dari laki-laki yang ada di sampingnya tersebut untuk beberapa waktu seolah-olah kembali berpetualang pada kehidupan di masa lalunya di mana dia dan Bii adalah dua manusia yang ceroboh pada masa itu.
"Entahlah aku tidak tahu bagaimana cara menjabarkannya hanya saja yang aku hadapi adalah All zigra dan kemarahan terbesarku adalah ketika putra laki-laki tersebut menikahi putriku tanpa meminta izin padaku terlebih dahulu, dan yang lebih mengerikan saat ini putriku malah mengandung cucuku tanpa sepengetahuanku."
Zuu diam sejenak.
"bisa kamu bayangkan bagaimana perasaanku saat ini? bisa kamu bayangkan bagaimana perasaanku saat aku mendengarnya dari bibir laki-laki tersebut yang bicara denganku dalam tatapan penuh keberanian dan aku merasa seakan aku bukan lagi sosok laki-laki yang memiliki putriku"
laki-laki itu berusaha dengan cepat mencoba untuk menghela nafasnya beberapa waktu, menetralisir kembali detak jantungnya, mencoba mengingat peristiwa yang terjadi beberapa hari yang lalu di mana kemarin laki-laki yang mencintai putrinya tersebut bicara berhadapan dengan nya.
"Aku hanya merasa begitu kecewa Zain"
__ADS_1
lanjut laki-laki itu kemudian.
lagi keheningan terjadi di antara mereka berdua.