Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Waktu nya pensiun


__ADS_3

Mansion utama keluarga Hillatop


Saat istri nya Nadya menyeret All Zigra menuju ke kamar berbeda jelas saja membuat laki-laki tersebut mengerutkan keningnya.


"Sayang kamu bersikap berlebihan, aku hanya ingin melihat Ahem"


All Zigra bicara cepat, agak protes saat istrinya melarang dia masuk ke kamar putra nya tersebut.


"Sayang aku tahu Ahem itu putra kesayangan mu, tapi ini malam, coba lihat, apalagi Ahem tidak ada di rumah, mari temui dia besok saja saat pagi tiba"


Wanita tersebut bicara dengan cepat, sebenarnya dia juga cukup bingung dengan keadaan saat ini, malam ini adalah malam pertama Ahem dan Hayat, kebanyakan bagaimana caranya untuk kembali ke mansion, laki-laki tersebut setidaknya besok pagi sudah ada di kamarnya sendiri, bisa dia pastikan saat suaminya bangun sosok pertama yang dicarinya adalah Ahem.


meskipun tidak dipungkiri All Zigra begitu menyayangi laki-laki tersebut, jadi baginya wajar saja suaminya tidak menciptakan jarak di antara putra pertama mereka, diantara anak-anak mereka yang lain Ahem lah yang paling dekat dengan dia.


mungkin karena lahir lebih dulu dan menjadi satu-satunya sosok yang menemani kehidupan All Zigra pertama kali setelah pernikahan kecuali dirinya, jelas saja suaminya merasa memiliki ikatan batin dengan Ahem lebih kuat daripada putra-putri mereka yang lain.


Anak pertama dengan pengalaman pertama.

__ADS_1


"dia bukan tipe orang yang suka keluar malam atau terlalu gila dalam bekerja hingga malam tiba, apakah ada persoalan yang begitu serius?"


laki-laki tua tersebut bicara sembari mengerutkan keningnya.


"sayang kamu menanyakan itu sudah beberapa kali"


Lagi Nadya protes.


"apa kamu lebih merindukan Ahem daripada aku?"


tiba-tiba saja wanita tersebut mulai protes dari sedikit merajuk, dia menerima tas milik suaminya dan meletakkannya di atas nakas.


All Zigra seketika menggoda, dia pada akhirnya mengabaikan pertanyaannya soal Ahem, bergerak mendekati istrinya kemudian menyentuh lembut kedua bahu wanita di hadapannya tersebut yang kini dalam posisi memunggungi nya.


"aku baru tahu istriku begitu cemburu pada anaknya sendiri"


lagi laki-laki itu menggoda istrinya, All Zigra mengulum senyuman, merapatkan kedua tangan nya pada kedua tangan istrinya kemudian memeluknya.

__ADS_1


"Belakangan kamu kurang memperhatikan aku, adalah anak-anak sudah dewasa bahkan ada yang sudah menikah, bagi kamu masih saja sibuk dengan urusan perusahaan, Yakinlah anak-anak bisa menghandle semuanya, All"


Wanita tersebut mulai protes, dia merasa All Zigra terlalu sibuk dengan urusannya belakangan ini.


mendengarkan keluh kesah istrinya seketika membuat laki-laki tersebut diam.


"maafkan aku sayang, aku lupa jika mengabaikanmu dalam beberapa waktu ini, urusan Nadine Dan Aslan juga Bill Rowland bener-bener banyak menyita waktu ku"


Baginya anak-anak memiliki konflik mereka masing-masing, sejujurnya dia cukup lelah dengan semua keadaan tapi dia sama sekali tidak mampu untuk mengeluh lelah sebab sejak awal dia sudah tahu istilah banyak anak maka akan hanya perjuangan serta konflik yang akan terjadi.


Nadya tidak menjawab, memilih untuk menatap sosok suaminya dari balik kaca yang ada di hadapan mereka


"berikan waktu untuk tubuhmu beristirahat sejenak, jangan terlalu keras kepala hingga menyebabkan kesehatanmu kembali turun seperti kemarin, jika kita turuti hidup ini tidak ada habisnya dalam perjuangan dan juga kita ini adalah wayang yang sejak awal telah digerakkan, meskipun kita keras kepala dan berkata harus ke mana, realitanya jika Tuhan tidak berkehendak maka kita bisa apa"


ucap wanita tersebut kemudian sembari dia secara perlahan membalikkan tubuhnya.


"kamu sudah cukup tua jika harus memikirkan banyak hal All, masih ada aku yang harus kamu perhatikan dan anak-anak sudah sangat dewasa untuk memutuskan apa yang harus mereka putuskan juga sudah bisa dilepas untuk menjalankan kewajiban mereka mengelola perusahaan Hillatop sebab sudah waktunya kamu mengambil pensiun Hmmm"

__ADS_1


lanjut Nadya lagi sambil tangan kanannya menyentuh lembut wajah sang suaminya.


__ADS_2