
All Zigra perlahan berdiri dari posisi duduknya, berniat naik ke lantai atas dimana tidak seorang pun yang menyadari pergerakan nya, Ahem jelas fokus membuatkan kopi sedangkan pelayan rumah sibuk dengan aktifitas mereka di pagi hari.
Mereka pikir jika tuan besar nya sudah di bawah, ngopi dan ngobrol santai dengan putra kesayangannya, bisa dipastikan laki-laki tua itu akan lupa pada waktu, dan jika lelah menerjang bisa di pastikan laki-laki tersebut akan langsung pulang dengan sendirinya.
Ahem terlihat fokus pada kegiatan nya membuat kopi, laki-laki tersebut mulai bergerak aktif membuatkan kopi untuk daddy nya dengan Coffe maker.
"Dad..apa mau cemilan?"
Ahem bertanya sedikit berteriak, takut daddy nya tidak mendengarkan pertanyaan dirinya.
"apapun itu bukan masalah"
__ADS_1
All Zigra menjawab sembari baru mulai melangkah.
"Apakah kolesterol daddy baik-baik saja? aku agak takut memberikan daddy cemilan yang terlalu manis dan mengandung banyak gula"
Ahem kembali bertanya sambil tangannya fokus pada Coffe marker, dia hanya berteriak dengan kontrol suara stabil tanpa menoleh sedikit pun kearah belakang nya.
"Berikan cooker yang tidak begitu manis son"
Daddy All Zigra kembali menjawab, menghentikan langkahnya sejenak sembari melirik kearah dapur.
"Apa dia menyembunyikan kekasihnya?"
__ADS_1
Laki-laki tua itu membatin, sejenak kecurigaan menghantam dirinya, dia yakin ada gadis disana, entah kenapa All Zigra malah mengulum senyumannya, ingat masa muda nya dulu dimana menyembunyikan Nadya Karena salah pemikiran menyangka Nadya perempuan bayaran yang di ambil Edgar mantan sekretaris nya.
Tapi belum juga dia menyentuh nya daddy Enar datang bersama bibi Hesya nya, dia mencoba mati-matian menyembunyikan Nadya tapi rupanya kepergok juga oleh kedua orang tersebut.
Ingat masa itu begitu manis, bahkan berdua terjebak di kamar mandi dalam posisi tidak menggunakan pakaian apapun tiba-tiba saja para keluarga datang kembali memergoki mereka, karena kejadian itu dipaksa langsung menikah.
Dia berdebar-debar, memang sejak bertemu Nadya sudah tergila-gila pada nya tapi tidak menampilkan ekspresi besar nya cinta nya cuma berkata itu salah paham, dia tahu Nadya belum siap menikah dengan nya, gadis polos yang begitu cantik dengan ekspresi alami dan natural nya.
Ahhhh tiba-tiba ingat masa itu dan ingin kembali mengulang nya, entah kenapa malah berpikir apa mungkin Ahem seperti dirinya, jatuh cinta pada gadis lucu yang membuat mereka menggila secara diam-diam.
Karena itu rasa penasaran menghantam nya, mencoba mengintip siapa tahu generasi All zigra benar-benar tumbuh di putra pertama nya, mengingat Gao jatuh cinta dengan cara yang jelas berbeda.
__ADS_1
All Zigra memastikan jika Ahem tidak lagi mengajak nya bicara, mencoba menunggu untuk beberapa waktu, nyata nya Ahem tidak kembali bicara hingga membuat dia langsung bergerak menuju kearah anak tangga.
laki-laki tua tersebut secara perlahan menaiki satu persatu anak tangga, sembari bola matanya terus menetap ke arah lantai atas secara perlahan, waktu seolah-olah berjalan begitu lamban di mana All Zigra bergerak dengan cara yang begitu santai hingga pada akhirnya laki-laki tersebut kini sudah berada di lantai 2 di mana kamar putra nya berada, dengan gerakan perlahan tangan kanannya menyentuh handle pintu dan mulai bergerak untuk membukanya.