
Disisi lain
Ahem terlihat duduk di sebuah kursi sofa barisan pertama dimana para panitia menempatkan diri mereka, laki-laki tersebut telah berganti pakaian, penampilan nya jelas terlihat begitu luar biasa, tidak ada yang tidak melirik kearah laki-laki tersebut, dimana sosok itu terlihat begitu tenang dan tampanly dengan penampilan yang membuat gadis dan perempuan manapun bisa menjadi frustasi.
Dia duduk sembari mendengarkan bisikan dari sang sekretaris nya Rick.
"Gadis itu ada di sini, tuan"
Laki-laki disamping sisi kiri Ahem bicara cepat dengan penuh keyakinan.
Ahem terlihat mengerut kan keningnya.
"Gadis itu?"
Ahem langsung bertanya soal gadis bernama Lisa yang memiliki kalung yang dia cari kemarin.
"Seperti apa yang anda pikirkan, dia bukan pemilik kalung aslinya, tuan"
jawab Rich dengan cepat.
Ahem terlihat diam untuk beberapa waktu kemudian laki-laki tersebut langsung membuang pandangannya ke arah depan.
Seolah-olah sudah menduganya, Ahem terlihat mengehela kasar nafasnya.
''Aku cukup terkejut mendengar nya, tapi tidak cukup membuat ku harus kehilangan kata-kata"
__ADS_1
Ucap laki-laki itu cepat.
Dia pikir Perempuan itu benar-benar berniat untuk Menjebak nya dengan sandiwara yang perempuan itu pikir bisa membuat Ahem bertekuk lutut dan salah dalam mengenali seseorang.
Jangan bercanda, kau pikir bisa menipu ku.
Batin Ahem sembari menaiki ujung bibirnya.
"Itu bagus jika dia ada di antara semua orang"
Ucap Ahem kemudian tanpa menoleh ke arah sang sekretaris nya.
mendengar ucapan selamat tuannya, Rich terlihat mencoba menatap Ahem untuk beberapa waktu.
"aku butuh waktu untuk mengenalmu gadis tersebut, aku akan...."
"jangan khawatirkan soal apapun, kamu bisa kembali sekarang, sisa urusan lainnya Jangan terlalu dipikirkan, sisa nya biar aku yang menyelesaikannya"
Ucap laki-laki itu kemudian.
"Tapi apa anda?"
Rich jelas langsung ingin bertanya apakah Ahem bisa mengenali gadis tersebut tanpa patokan pada foto dan lain sebagainya.
"kembalilah pulang, selanjutnya bibir aku yang menyelesaikannya"
__ADS_1
Ahem kembali mengulangi ucapannya.
Pada akhirnya ucapan dari Ahem seketika membuat Rich mengangguk kan kepalanya, kemudian secara perlahan laki-laki itu mulai berdiri dari posisi duduknya dan dalam hitungan detik iya bergerak menjauhi Ahem dengan perasaan yang sedikit bingung.
setelah Rich menjauhi diri nya, kini bola mata laki-laki itu terlihat mulai fokus menatap ke arah depan panggung.
entah apa yang dipikirkan oleh laki-laki tersebut sama sekali tidak ada yang tahu, dia terlihat begitu tenang, menelisik satu persatu para model yang telah berlenggak-lenggok di depan panggung.
cukup lama laki-laki tersebut mengawasi sosok para perempuan di atas panggung hingga akhirnya dari sisi kanannya tiba-tiba Nadine langsung duduk tepat di sampingnya.
"maafkan aku karena lama menunggu"
ucap Nadine sembari menoleh ke arah Ahem, hingga membuat laki-laki itu menoleh dengan cepat para adik perempuannya tersebut.
"Itu bukan masalah"
jawab laki-laki tersebut sembari mengembangkan senyumnya kemudian dia kembali fokus sekarang depan panggung.
"katakan pada ku, Nadine"
Ucap Ahem tiba-tiba namun laki-laki tersebut terlihat sama sekali tidak mengeluarkan ekspresi di wajahnya.
"ada apa?"
hal itu jelas aja membuat Nadine langsung bertanya dengan rasa penasaran yang tinggi.
__ADS_1
"katakan padaku soal para sahabat baikmu"
Ahem kemudian bertanya di mana posisi duduknya kini berada sangat dekat dengan adik perempuannya itu.