Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Dalam peringatan


__ADS_3

Kembali ke masa lalu


rumah sakit xxxxxxx


Swiss.


Bii menangis histeris sambil berlarian mengejar branker dorong dimana tubuh kecil Hayat tergeletak tidak berdaya di atas nya, tubuh kecil dan ringkih tersebut berlumuran darah segar, alat bantu terpasang di sekitar nya, para tim dokter terus berupaya menekan agar darah tidak terus mengalir.


Zuu terlihat panik, tapi dia berusaha menetralisir perasaan nya dan bicara pada dokter yang ada dihadapan nya, tidak tahu apa yang mereka diskusikan saat ini yang jelas dua wajah tersebut terlihat sangat serius, seolah-olah ada penentuan antara hidup dan mati dalam diri putrinya.


"Aku tidak peduli bagaimana cara nya, yang aku tahu kalian harus berusaha semampu kalian, soal biaya itu tidak akan jadi masalah, yang jelas Selamat datang putriku saat ini juga"


Zuu bicara cepat sambil menggenggam erat telapak tangan dokter laki-laki dihadapan nya tersebut, dia mencoba untuk menahan tangisannya yang mungkin akan meledak saat ini.


Laki-laki tersebut berusaha untuk tidak menangis karena dia tahu istrinya jelas membutuhkan dia untuk menguatkan perempuan tersebut saat ini.


"Zuu...Zuu...apa yang harus kita lakukan? bagaimana jika...?"


Bii menaikkan kedua belah telapak tangan nya, sisa darah putri nya masih mengenang di kedua tangan nya Tersebut.


Kecemasan, kekhawatiran dan entah apalagi menghantam dirinya.


"bagaimana jika kita kehilangan Putri kita?"


Berbagai macam pikiran berkacamuk menjadi satu di dalam kepala perempuan tersebut, di masa lalu mereka pernah kehilangan putra mereka, jangan ditanya bagaimana rasanya saya dia kehilangan dari dagingnya sendiri di mana pada masa itu bahkan dia belum sempat bicara pada Zuu jika dia kala itu hamil.


meskipun dia belum melahirkan buah hati mereka kala itu rasanya hatinya begitu hancur, bahkan dia kehilangan cara untuk bertahan hidup, setelah itu di hampir kehilangan Zuu, laki-laki itu pernah masuk pada masa kritisnya demi untuk menyelamatkan dirinya, suami nya bahkan bertarung di meja operasi antara hidup dan mati namun dia diberitahukan jika zuu telah mati, itu membuat dia merasa kehilangan ½ jiwa nya.


lalu sekarang bagaimana jika Hayat nya juga pergi? gadis kecil ceria itu, yang selalu membuat suasana rumah menjadi ramai dan penuh canda tawa tiba-tiba kehilangan harapan hidupnya.


"Zuu...."


Bii muda berteriak sambil menangis terisak, memukul dada suaminya berkali-kali, dia takut kehilangan lagi anak-anak mereka untuk yang kedua kalinya.


Bagaimana bisa dia melewati hidupnya jika dia kembali kehilangan putri nya saat ini?!.


Zuu muda sama sekali tidak menjawab ketakutan Bii, dia menarik tubuh istrinya untuk masuk kedalam pelukan nya, menenggelamkan istrinya kedalam dada bidang nya.

__ADS_1


dia tahu bagaimana perasaan Perempuan itu saat ini, karena itu memilih diam tanpa sanggup untuk mengeluarkan suaranya.


*****


Masih di rumah sakit xxxxxxx


Swiss.


Zuu dan All Zigra saling berdiri berhadapan antara satu dengan yang lainnya, menatap wajah masing-masing tanpa mengeluarkan sedikit pun suara mereka.


Didalam rumah sakit tersebut dimana para Anggota keluarga berada didalam ruangan mereka masing-masing.


"Aku anggap pengorbanan putri ku sebagai salah satu penebus hutang keluarga di masa lampau"


Ucap Zuu kemudian.


"Yah aku cukup terkejut dia mengorbankan nyawanya untuk putra ku, tapi itu bukan berarti dendam dan kemarahan dimasa lalu akan terhapus kan"


All Zigra bicara dengan nada datarnya, menatap ke arah Zuu dengan tatapan penuh kemarahan.


"Pastikan putra mu tidak mencari putri ku dan membuat putri ku tenggelam dalam persahabatan yang akan mencelakai dirinya dalam dilema keluarga Hillatop dan musuh-musuh kalian, dan beri jarak pada putra mu agar tidak menampilkan batang hidungnya dihadapan ku, jika tidak aku akan memastikan kematian putra mu akan berada di ujung genggaman ku"


mendengar ucapan Zuu, Allzigra memajukan tubuhnya, menatap laki-laki di hadapannya tersebut dengan tatapan tidak kalah menantang.


"Dan pastikan aku tidak lagi mengenali putri mu dan mendengar dia menyebut nama keluarga Azzurra dibalik telinga ku, jika tidak kau tahu apa yang akan aku lakukan? melenyapkan dia seperti Sherkan Azzurra melenyapkan Zahir Hillatop di masa lalu"


Zuu terkekeh mendengar ucapan All Zigra.


"Kau masih mempercayai cerita sebelah pihak untuk memupuk kebencian dihari para penerus Hillatop? itu sangat mengerikan"


All Zigra ikut terkekeh.


"Kau pikir bisa memanipulasi kenyataan di masa lalu untuk mendapatkan keringanan atas kejahatan para penerus terdahulu? jangan bermimpi, aku peringatkan sekali lagi, jaga putri mu dengan baik dan pastikan dia tidak masuk dalam kehidupan Hillatop hingga akhir, aku tidak ingin mendengar lagi dia hilir mudik ke kediaman Hillatop menggunakan nama Bii dibelakang nya"


*****


Kembali ke masa kini

__ADS_1


Mansion utama keluarga Azzurra.


"Hahhhh Hayat...."


Teriakan melengking di malam gelap diiringi hujan petir memecah keadaan, nyonya Bii seketika terkejut dan tersentak dari tidurnya saat sang suami berteriak mengigau dalam tidurnya.


"Sayang?"


Bisa dia lihat suaminya mencoba menyentuh kepala dengan ekspresi bingung, keringat dingin membasahi bagian kening dan wajah laki-laki tersebut.


"Ada apa?"


Nyonya Bii bertanya panik, meraih gelas berisi air putih dia atas meja nakas, memberikan pada suaminya dan berharap suaminya baik-baik saja.


"Sedikit mimpi buruk, tiba-tiba ingat tentang kecelakaan di masa lalu"


Ucap laki-laki tersebut pelan sambil menatap dalam bola mata istrinya.


"Aku pikir harus menghubungi Hayat saat ini juga"


Tuan Zuu bicara cepat.


"Sayang ini pukul 2 pagi, Hayat pasti masih terlelap didalam tidurnya"


"Tapi aku merasakan firasat yang tidak baik"


"No..semua baik-baik saja, kita baru menghubungi nya malam ini sebelum kita tidur"


Nyonya Bii mencoba mengingatkan suaminya.


"Mari pergi ke Paris besok, aku benar-benar mengkhawatirkan Hayat"


Ucap laki-laki itu lagi.


Mendengar ucapan suaminya seketika membuat Nyonya Bii membulatkan bola mata nya.


"Ya?"

__ADS_1


Ekspresi wajah wanita tersebut sedikit memucat, dia mencoba menggenggam erat telapak tangan nya.


Tidak.


__ADS_2