
aiyooooo?!.
Hayat tahu suara siapa yang menggema di belakang Ahem, dia mengintip sedikit, menatap wajah wanita yang ada di ujung sana.
Nyonya Bianca, yang lebih akrab di kenal dengan julukan Nyonya Alexander, Mommy Lucas, calon mama mertua nya.
No..!!.
Hayat langsung menggigit bibir bawahnya, tidak berani bergerak karena posisi nya saat ini tidak menguntungkan, dia masih berada didalam pelukan Ahem.
"Mati aku"
Bisik Hayat kemudian.
Ahem terlihat biasa-biasa saja, menatap Hayat yang kini berusaha melepaskan pelukannya.
"Kenapa?"
"Itu calon mama mertuaku"
Dia berusaha untuk menundukkan dirinya, takut wanita dibelakang sana melihat kelakuan nya, dia jelas-jelas berselingkuh di belakang putra nya.
Nyonya Alexander terlihat mengerutkan keningnya, dia yakin hingga sejauh ini matanya masih baik-baik saja dan dia belum buta atau bahkan terkena penyakit katarak dan lain sebagainya, dia jelas-jelas melihat Hayat yang tengah mengobrol dengan seorang laki-laki dan dalam posisi seperti berpelukan.
sebenarnya dia tidak begitu yakin tapi posisi tersebut membuatnya sedikit curiga karena dia melihat laki-laki yang dia tetap punggungnya tersebut memang benar-benar seperti memeluk calon menantunya.
__ADS_1
bisa dibayangkan bagaimana ekspresi wanita itu saat ini, dia bergerak dengan cepat menuju ke arah depan dan berencana untuk langsung melihat apakah itu benar-benar Hayat.
tidak bisa dibayangkan seandainya gadis itu memang benar adalah calon menantunya maka bisa di tebak apa yang akan dilakukan oleh wanita tersebut setelah ini.
Ahem yang mendengar ucapan dari Hayat sejenak dia bisa dia lihat ekspresi takut Hayat saat bertemu dengan wanita yang suara Heelsnya terdengar menggema di dalam ruangan tersebut yang berjalan di belakangnya mendekati mereka berdua.
nyonya Alexander!.
Jelas saja dia mengenal baik Wanita tersebut begitu juga dengan suaminya apalagi putranya.
"Hayat apa itu kau?"
nyonya Alexander kembali bertanya penasaran persis seperti ucapan penuh tanya nya yang seperti diawal tadi, mencoba untuk memperhatikan gadis yang ada di balik tubuh besar tinggi yang ada di hadapannya tersebut.
"halo bibi?"
laki-laki tersebut menyapa sembari menaikkan ujung bibirnya membuat wanita yang ada di hadapannya tersebut membeku untuk beberapa waktu sembari wajahnya sedikit menegang saat menyadari siapa laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.
"Aku cukup terkejut melihatmu ada di sini putra Allzigra"
ucap wanita itu cepat sambil menetralisir detak jantungnya.
"sangat lama sekali tidak melihatmu ada di Indonesia."
nyonya Alexander kembali bicara sambil menatap ke arah Ahem kemudian bola matanya mencoba menelisik gadis yang ada di belakang Ahem untuk beberapa waktu.
__ADS_1
"Aku telah kembali beberapa bulan ke Indonesia menyelesaikan beberapa urusan dan ingin menemui seseorang yang penting."
Laki-laki tersebut menjawab dengan cepat.
Hayat cukup terkejut saat tahu jika mommy Lucas mengenal Ahem dengan baik, gadis itu memilih untuk bersembunyi di belakang punggung Ahem dan berniat untuk pergi melarikan diri dan dia tengah menyusun strategi untuk bisa kabur saat ini juga.
"aku cukup terkejut mendengarnya, tapi aku pikir saat ini kamu sedang bersama seorang gadis di belakangmu"
wanita itu terus bertanya dengan perasaan penuh penasaran dia benar-benar ingin tahu siapa yang ada di belakang putra tertua Hillatop tersebut.
"dari suaranya sepertinya aku mengenal baik gadis tersebut."
Hayat pikir suasana saat ini menjadi sedikit memanas pilihannya adalah dia harus segera kabur sekarang juga sebelum nyonya Alexander tahu jika yang berada di belakang Ahem adalah dirinya dan dia berselingkuh dari putra nya.
Gadis itu mendapatkan sebuah cela, berusaha untuk bergerak melarikan diri ke arah belakang saat ini juga, dia mundur beberapa langkah dan bersiap membalikkan tubuhnya namun tiba-tiba saja dia mengurungkan tindakannya saat wanita itu berkata.
"Aku pikir dia seperti calon menantuku,Zigaz"
Begitu nyonya Alexander memanggil Ahem dengan panggilan Zigaz seketika membuat Hayat terkejut setengah mati dan menggantikan langkah kakinya.
Zigaz?.
nama itu jelas sangat familiar di balik telinganya yang terus masuk ke dalam alam mimpi akan menjadi bagian dari masa lalunya selama belasan tahun belakangan ini.
Seketika dia membalikkan tubuhnya dengan cepat, menatap kearah Ahem untuk beberapa waktu.
__ADS_1