
Begitu Ahem meletakkan tubuh Hayat ke kasur, laki-laki tersebut pikir akan kabur dari kamar nya dengan cepat, dia pikir pasti ada yang salah dengan minuman nya.
Shi..t.
laki-laki tersebut mengumpat, dia yakin di ruangan tuan Wuu dia pasti telah meminum minuman yang salah dimana sekretaris Kalina memberikan sesuatu yang aneh untuk dirinya.
Afrodisiak.
dia bukan laki-laki bodoh, berputar dengan dunia hitam dan dunia gelap jelas membuat dia tahu reaksi dari obat tersebut, dia tidak pernah berpikir jika dia harus mengkonsumsi obat yang sama malam ini.
Sial.
Berani-beraninya dia ingin menjebak ku.
Ahem berusaha untuk mengendalikan dirinya dimana Hayat sejak tadi juga terus memancing nya, bayangkan bagaimana perasaan Ahem ketika gadis itu tadi menyambar bibirnya tanpa aba-aba, langsung sosor membuat dia terkejut setengah mati.
Dan kini dia pikir bagaimanapun caranya dan menenangkan dirinya, dia harus mencari cara menuntaskan hasrat nya.
meskipun tidak dipungkiri dia menginginkan nya saat ini, tapi dia berusaha untuk menahan semuanya.
laki-laki tersebut baru saja akan melarikan diri dari sana, tapi tiba-tiba Hayat menarik dirinya.
"jangan pergi, please"
kalimat gadis tersebut persis seperti sebuah permintaan dan juga perintah, dia menarik akhir kemudian memaksa laki-laki itu menjatuhkan dirinya ke atas kasur, hal tersebut spontan membuat Ahem membulatkan bola matanya.
"No...kau memancing ku Hayat"
Ahem berusaha untuk menyikir tapi siapa sangka gadis itu naik ke atas tubuhnya dan menindihnya dengan cepat, gadis tersebut secepat kilat menyambar bibirnya kembali persis seperti di mobil tadi.
"Oh shi.t, Hayat jangan gila"
Bohong jika Ahem tidak tergoda tapi dia pikir bagaimana bisa dia menahan nya, dia jelas menginginkan nya juga.
"please bantu aku, aku benar-benar menginginkan nya"
Sebaris kalimat itu seolah-olah menjadi sebuah izin untuk Ahem, gadis tersebut menyambar bibirnya dengan cepat, mengabaikan pendengaran nya ketika Ahem berkali-kali mencoba mengingat kan nya.
jangan salahkan Ahem jika tergoda, dia jelas berada di luar akal sehat nya, mencoba menahan hasrat atas obat yang menekan kesadaran penuh nya.
Ciuman biasa yang masih terasa amatiran tersebut kini berubah menjadi ciuman panas bergelora, tanpa bisa di cegah dan di kendalikan lagi.
__ADS_1
Ciuman itu bergerak cukup lama, seolah-olah takut terlepas antara satu dengan yang lainnya, mereka menikmati masa ini tanpa bisa mencegah nya, entah berapa lama terjadi hingga akhirnya Ahem berusaha melepaskan ciuman nya, tapi alih-alih bisa lepas Hayat malah menarik kembali tubuh itu agar melanjutkan aksinya.
Hayat jelas menikmati ketika bibir laki-laki tersebut bertaut dengan bibir nya, bergerak begitu sempurna, Kemudian entah Siapa yang memulainya lebih dulu, lidah mereka saling membelit dengan sempurna, saling membiarkan diri tenggelam dalam permainan perang lidah dan berbagi Saliva.
Dengan cepat kedua tangan Hayat kini bertaut di leher laki-laki itu, hal tersebut jelas membuat Ahem secara refleks Bergerak membiarkan tubuh mereka saling menempel dengan sempurna.
laki-laki tersebut mencoba mengubah posisi mereka, dimana yang awalnya Hayat berada diatasnya kini berganti Ahem yang mengukung gadis tersebut.
Tidak ada protes, tidak ada penolakan, tidak ada kata tidak, semua mengalir seolah-olah mereka memang benar menginginkan apa yang mereka inginkan saat ini, tenggelam dalam hasrat bersama dimana mereka berada dibawah pengaruh obat afrodisiak.
Semakin lama mereka bertaut bibir dan membelit lidah Hingga akhir terdengar suara-suara yang memenuhi ruangan itu dan semakin menambah tingkat andrenalin mereka agar melakukan lebih.
Tangan kanan Ahem kini secara berlahan menyentuh belakang leher Hayat, sedangkan tangan kirinya dengan berlahan turun membuka satu persatu pakaian yang melekat ditubuh Hayat hingga menyisakan da..la..man nya saja, lalu dalam secepat kilat laki-laki itu melepaskan pakaian nya satu persatu.
Setelah itu laki-laki itu kemudian kembali menautkan bibir nya ke bibir Hayat, terus membelit lidah mereka dengan sempurna. dan sepersekian detik kemudian bibir bertaut itu langsung dilepaskan oleh laki-laki secara berlahan, kini Ahem mulai dengan nakal bergerak masuk ke ceruk leher Hayat, menyesapnya dengan nakal membuat gadis tersebut memejamkan bola matanya, menikmati keadaan dimana laki-laki itu mulai membuat warna merah disana.
Sejurus kemudian lidah laki-laki tersebut turun ke bawah, berlahan mulut laki-laki itu membuka berlahan cup penutup dada nya lantas membuangnya ke sembarang tempat, kemudian dia menyesap dada indah itu berkali-kali, menciptakan suara-suara indah dari balik bibir Hayat, lagi laki-laki itu dengan nakal membuat tanda berwarna disana.
Sambil lidah dan bibir menyesap, tangan kiri dengan lincah bergerak ke bawah sana, jari laki-laki itu dengan nakal bermain di sana.
"Akkh"
Dalam keterkejutan di tambah rasa baru dengan sensasi indah seolah-olah apa yang diharapkan Hayat dapatkan, gadis tersebut seketika mengeluarkan era..ngan erotis nya tanpa bisa ditahan, dia memejamkan bola matanya, menikmati rasa yang belum pernah dia dapatkan sebelumnya.
Hayat mulai tersengal-sengal, mencoba untuk mengatur intonasi nafas nya yang mulai keluar tidak beraturan.
Begitu jemari laki-laki tersebut bergerak masuk ke inti nya seketika bisa Hayat rasakan Seolah-olah ada jutaan kupu-kupu yang berterbangan di perutnya, begitu aneh, Nikmat dan indah.
Dia merasa seolah-olah hasrat yang membara dia rasakan mulai tersalurkan dengan sempurna.
Yakinlah Hayat menggila, yah dia mulai menggila, kedua tangan nya dengan nakal meraih kepala Ahem, dalam hitungan detik Gadis tersebut me..remas rambut lembut milik laki-laki itu dengan perasaan menggila dan mata terpejam sempurna.
"Panggil nama ku sayang"
Ahem berbisik nakal, laki-laki itu lantas kembali naik ke atas, menautkan bibir mereka dan kembali berperang lidah namun tiba-tiba Hayat terpekik begitu jemari Ahem masuk ke dalam inti nya.
"Akhh..."
gadis tersebut menge..rang san men .desah.
"No Ahem please"
__ADS_1
Ohhh sungguh memalukan,ini pertama kali nya dia men..de..sah memanggil nama laki-laki tersebut.
Mendengar suara Hayat bukannya berhenti, gerakan jari itu semakin menggila, semakin cepat dan lincah keluar dan masuk begitu saja, dia begitu suka mendengar jeritan-jeritan manja dibalik bibir indah itu.
"Tidak..tidak.."
Hayat tersengal-sengal, apalagi saat tiba-tiba laki-laki itu sudah kembali berada dibawah, memainkan li.dah nya dengan nakal disana, menyesap dengan sempurna, keluar masuk tidak ingin berhenti sama sekali.
"please Ahem....."
Gadis tersebut berusaha meremas rambut Ahem, bisa dia rasakan lidah laki-laki tersebut terus masuk keluar dengan sempurna, rasanya sesuatu dibawah sana akan keluar.
"Ini...Akhh"
Pekik nya tak tertahankan
"Hmm"
Bukan nya berhenti, Lidah itu semakin menikmati.
Karena tahu Hayat sudah hampir tiba pada pelepasan nya, Ahem semakin mempercepat gerakannya.
"Tumpakan lah"
Dan benar saja pada akhirnya sesuatu mengalir tiba-tiba dibawah sana.
Ahem jelas tersenyum senang, menaikkan tubuhnya dan bersiap masuk karena dibawah sana jelas sudah begitu siap dengan keadaan.
"Masih yakin ingin?"
Ahem berbisik lembut.
Alih-alih mengangguk dan menggeleng, Hayat menikmati wajah tampan Ahem yang membuat dia tidak bisa menahan hasrat nya, dalam hitungan detik lagi dengan agresif gadis tersebut menyambar bibir Ahem.
seolah-olah mendapatkan lampu hijau, laki-laki tersebut dengan cepat melepas kan seluruh pakaiannya, setelah dia telah melepaskan semua nya, laki-laki tersebut mulai memposisikan diri.
Sebuah hentakan tiba-tiba terasa mencoba menyeruak masuk secara perlahan membuat Hayat seketika berteriak histeris, membenamkan kuku-kuku nya ke punggung laki-laki itu.
Tapi Ahem seketika seolah-olah tersadar mendengar teriakan Hayat yang penuh kesakitan.
Oh shi..t.
__ADS_1
laki-laki tersebut mengumpat dan berusaha menekan kesadaran nya.