Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Hamil


__ADS_3

Disepanjang perjalanan Hayat berusaha berkali-kali menarik nafasnya, sesekali dia melirik ke arah Ahem yang sejak dari fokus menyetir mobilnya, dia fikir apakah ucapannya tadi ada yang salah? laki-laki itu terlihat diam dan tidak mau bicara dengannya.


padahal dia menawarkan solusi yang bagus.


Ahem sendiri terlihat memijat-mijat kepalanya untuk beberapa waktu, dia pikir bagaimana lagi cara nya mengikat gadis ini.


Dia tidak pernah membayangkan akan menghadapi gadis yang begitu sulit, rata-rata selama ini tidak perlu dia yang berjuang lebih dulu setengah mati, para perempuan dan gadis jelas akan datang sendiri dengan sukarela, berusaha menyerahkan diri mereka dan mau di perlakukan seperti apapun mereka mau.


tapi anehnya tidak ada satupun dari mereka membuat Ahem tertarik, biasanya pada saat perempuan membiarkan Ahem berlaku seperti apapun terhadap mereka, bahkan mereka berharap laki-laki itu menyiapkan lamaran dan menikahi mereka.


lalu bagaimana bisa dia harus begitu keras berjuang untuk mendapatkan gadis tersebut.


belum lagi biasa nya sarang gadis akan menjadi gila ketika dia kehilangan harta berharganya, bagaimana bisa gadis yang ada disampingnya itu terlihat biasa-biasa saja, sama sekali tidak merasa dirugikan atau bahkan kehilangan.


gadis lain pasti histeris saat mereka kehilangan keperawanan, takut jika laki-laki yang meniduri mereka tidak ingin bertanggung jawab, bahkan ketakutan yang lainnya bagaimana jika mereka hamil.


lalu bagaimana Hayat bisa mengeluarkan ekspresi biasa-biasa saja, makan gadis tersebut berusaha untuk menghindari dirinya dan menolak dirinya saat ini.


"Aku akan pergi ke keluarga Azzura untuk meminta restu pada mereka"


tiba-tiba saja Ahem memecah situasi, dia bicara membacakan dengan tanpa sedikitpun memulai ke arah ayah gimana bola matanya terus fokus pada setir mobil dan juga jalanan.


"Tapi..."

__ADS_1


"please Hayat kali ini aku benar-benar serius, kita tidak mungkin lagi menundanya"


lanjut laki-laki itu lagi kemudian.


"aku akan dibunuh oleh papa ku"


Ucap hayat cepat.


"bagaimana bisa membatalkan pernikahan yang telah dibuat oleh semua orang? aku akan bilang apa pada bibi Lucas?"


gadis tersebut menggigit pelan bibir bawahnya.


"Keadaan ku lebih genting dari bibi Lucas, bayangkan bagaimana jika kita punya anak setelah kejadian malam itu? pikirkanlah dengan sebaik-baiknya"


tanpa berpikir dua tiga kali atau berpikir panjang pada akhirnya laki-laki tersebut bicara soal kehamilan, mencoba menakuti Hayat soal kemungkinan-kemungkinan ya bisa saja terjadi setelah kejadian malam itu.


meskipun dia tahu realitanya apa yang dia ucapkan sangat tidak masuk akal, tapi dia benar-benar kehilangan akal warasnya untuk mencari alasan.


"bayangkan jika tiba-tiba bulan depan dokter berkata kamu hamil karena perbuatan malam itu, apa yang akan kita lakukan jika kita tidak segera menikah secepatnya?"


lanjut Ahem lagi.


hayan ya sejak tadi tidak begitu memikirkan saat pernikahan seketika terdiam ketika mendengar laki-laki itu bicara soal kehamilan dan anak.

__ADS_1


"Ya?"


kata hamil dan anak terasa begitu mengerikan.


kuali besar, bulat, akan meledak, dia yang punya tubuh kecil dan mungil harus memiliki tubuh dan perut yang begitu mengerikan.


"Hamil?"


kembali gadis tersebut bertanya panik.


"Bagaimana bisa hamil?"


Dia bertanya dengan suara tercekat.


"tentu saja bisa hamil Hayat, kau dan aku, kita, berdua, bercinta, melewati malam panjang dan melakukan nya semalaman, bagaimana bisa tidak hamil saat aku menumpahkan semuanya di dalam"


Oh ya Tuhan, Ahem berusaha menarik kasar rambut nya, dia pikir dia benar-benar frustasi menghadapi gadis disampingnya ini.


"Nooo itu buruk sekali"


Hayat seketika bicara sambil menahan suara nya.


buru-buru gadis tersebut menutup mata nya dengan kedua belah telapak tangan nya.

__ADS_1


__ADS_2