
Mansion utama keluarga besar Hillatop
Kamar utama
Ketika hidung nya mencium aroma makanan di sekitar nya, seketika Hayat menggeliat didalam tidur nya untuk beberapa waktu, seolah-olah bermimpi indah, dia mencoba meraih berbagai macam makanan disekitar nya.
Barisan demi barisan makanan terlihat tersusun berjajar di sekitar nya, gadis tersebut seolah-olah akan melompat ke bagian barisan makanan saking bahagianya.
Ohhhhhh kenapa mereka terlihat begitu lezat?!.
Hayat seolah-olah berteriak kegirangan, ingin melompat di hadapannya saat ini karena perutnya terus mengeluarkan suara laparnya, dia ingin pulang melihat semua makanan yang ada di hadapannya tanpa harus berpikir dua tiga kali.
rasanya begitu sangat luar biasa dan tiba-tiba dia merasa dia menggigit sesuatu di hadapannya, rasanya seperti daging ayam yang sangat lezat.
Nyammmm...nyammmm...nyammmm...
di tengah mimpi indahnya di balik aroma yang begitu menggugah selera, tiba-tiba saja dia mendengar seseorang terus menyebut namanya.
"Hayat....hei.... sayang.... Hayat..."
Oh god siapa yang mengganggu waktu makanku?!.
__ADS_1
Hayat terlihat menggerutu.
di tengah perasaan ketika dia merasa ada yang mengganggunya seketika gadis tersebut terkejut saat dia merasa bibirnya mendapatkan sentuhan dari sesuatu, Hayat seketika langsung dengan refleks membuka bola matanya karena terkejut.
rasa basah dan juga manis terasa di balik bibirnya ketika dia sadar bibir seseorang telah bertemu dengan bibirnya, kemudian dalam beberapa detik berikutnya seseorang yang menautkan bibirnya tersebut langsung menghentikan aksinya.
jelas saja bola mata Hayat terbuka dengan sempurna saat dia sadar siapa yang melakukan hal tersebut.
"Sunshine?'
dia merengek, kemudian mencoba untuk memejamkan kembali bola matanya
"aku sedang bermimpi menikmati makanan yang enak tapi kamu membangunkan ku"
"Jangan katakan didalam mimpi kamu menggigit sesuatu dan ternyata yang kamu gigit adalah bahu ku sayang, tidakkah kamu menyadari soal itu sayang?"
tiba-tiba suara Ahem memecah keadaan, membuat Hayat cukup terkejut dengan apa yang dikatakan oleh laki-laki itu.
"Hah.... benarkah?"
Dia langsung membuka bola matanya dengan sempurna sembari menatap Ahem dengan tatapan tidak percaya, sepersekian detik kemudian gadis tersebut langsung dengan cepat melirik ke arah lengan laki-laki tersebut dan mencari-cari bagian mana yang telah dia gigit tadi.
__ADS_1
"Oh my God di sebelah mana aku menggigit nya?"
dia pikir itu mimpi mana tahu dia benar-benar menggigit sesuatu di dalam mimpinya dan rupanya yang dia gigit sesuatu yang jauh lebih nyata.
Hayat jelas langsung bergerak mencoba untuk mencari bagian mana yang telah dia gigit dari tubuh laki-laki tersebut.
Ahem memperlihatkan bahunya yang digigit oleh gadis tersebut, cukup memerah dengan cap gigi yang begitu sempurna.
"Aku berteman dengan drakula."
Eluh laki-laki tersebut kemudian seketika membuat Hayat langsung tersenyum malu sembari mengusap lembut bahu laki-laki tersebut yang benar-benar terdapat cap dari giginya, dia benar-benar melakukannya.
"Oh my god, aku sangat buruk sekali."
ucap gadis tersebut dengan cepat, tak menyangka jika dia seekstrem itu saat tidur, tapi dia benar-benar merasakan jika dia tengah makan tadi.
Di tengah ketidak enakannya seketika bola matanya membulat saat dia lagi-lagi menyadari soal sesuatu yang ada di bagian atas meja saat ini.
"Aiyooooo makanan?"
bayangkan bagaimana ekspresi lucu gadis tersebut seketika Hayat bangun dari posisinya lantas buru-buru mendekati ke arah meja yang telah dihidangkan dengan berbagai macam makanan.
__ADS_1
demi apapun melihat ekspresi gadis yang ada di hadapannya itu benar-benar membuat Ahem menggelengkan kepalanya, dia pikir bagaimana bisa dia jatuh cinta pada gadis yang ada di hadapannya ini, laki-laki tersebut hanya mampu mengulum senyumannya sambil mengikuti langkah Hayat yang mulai sibuk memilih makanan di atas meja makan.