Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Mengejar waktu


__ADS_3

Disisi lain


Nadine terlihat berpegangan pada dinding kamar mandi untuk beberapa waktu, gadis tersebut menatap Hayat yang sejak tadi membungkus tubuh nya dengan jaket Milik Gadis tersebut.


Tidak ada banyak interaksi yang terjadi di antara mereka, Nadine merasa lidahnya Kelu dan tubuh nya menggigil dengan sempurna.


Sedangkan Hayat yang berdiri dihadapannya tersebut beberapa kali berusaha untuk menyeret langkah nya agar segera menjauh dari sana.


Nadine fikir seharusnya mereka tidak berada di tempat seperti ini, seburuk-buruk nya tempat yang seharusnya anak gadis Hinda adalah tempat-tempat terkutuk yang mengundang maksiat.


Kesalahan nya masuk ketempat yang seharusnya tidak dia masuki.


Ditengah langkah berat mereka yang bergerak terburu-buru untuk pergi dari sana,tiba-tiba saja beberapa langkah orang mencoba mengejar langkah mereka.


Nadine dan Hayat berusaha bergerak semakin cepat, tidak peduli apa yang ada di depan sana asalkan mereka bisa segera pergi dari sana, itu jelas membuat mereka bisa bernafas dengan lega.


namun ditengah langkah tergesa-gesa mereka tiba-tiba sebuah tangan dan tubuh mengejutkan langkah mereka.


******


Kamar xxxxxxx


Beberapa waktu kemudian.


Nadine berusaha untuk menekan kesadaran nya saat dia merasa tubuhnya di letakkan keatas sebuah kasur mendominasi berwarna putih tersebut.


Bola matanya terasa begitu sulit di buka, bahkan dia fikir dia mulai tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


Bisa dia rasakan pergerakan lembut di atas tubuh nya Secara perlahan, satu aroma tidak asing menyeruak melewati rongga hidung nya.


Dimana hayat?!.


Ditengah sulit nya dia menahan kesadaran nya, tiba-tiba kekawatiran soal Hayat menghantam dirinya.

__ADS_1


Nadine fikir sebenarnya apa yang terjadi kepada mereka.


Apakah sesuatu yang buruk terjadi?!.


Tiba-tiba dia merasa seseorang seperti nya menyentuh kaki, tangan bahkan wajahnya, dua sensasi menjalar di seluruh tubuhnya.


Ngantuk bercampur aduk bersamaan dengan satu perasaan aneh menghantam Dirinya.


Satu perasaan manis ketika tubuhnya terasa di sentuh oleh seseorang.


Nadine masih mencoba menekan kesadaran nya saat dia merasa satu sentuhan terasa memenuhi pori-pori kulit wajahnya.


Siapa?!.


******


Beberapa waktu sebelumnya.


Seorang laki-laki terlihat bergerak dengan cepat menuju kearah salah satu kamar yang ada di ujung ruangan.


dimenit-menit sebelum nya dua anak buahnya membawa tubuh perempuan seseorang secara paksa masuk kedalam sana, tidak peduli suka atau tidak yang jelas perempuan tersebut harus berada dikamar tersebut sesuai dengan waktu nya.


Aksi saling memberikan kode mengangguk kan kepala terjadi di antara dirinya dan dua laki-laki di hadapannya nya.


Laki-laki itu bergerak masuk kedalam kamar yang ada di sisi kirinya.


Dan laki-laki itu terlihat mengembang kan senyuman nya ketika dia melihat satu sosok tubuh yang dia inginkan kini tergeletak tidak berdaya di atas kasur mendominasi berwarna putih tersebut.


Laki-laki itu bergerak perlahan mendekati tubuh tersebut dan mulai naik ke atas kasur Tersebut secara perlahan.


******


Disisi lain nya

__ADS_1


Azlan Del Piero mempercepat langkah kakinya menuju kearah pintu belakang club malam tersebut.


Dua orang terlihat menundukkan kepala mereka pada laki-laki tersebut, membiarkan Azlan Del Piero melaju masuk kearah belakang dengan gerakan terburu-buru.


"Dimana mereka?"


Dan percayalah semua tidak dalam keadaan baik-baik saja.


" Di ruang xxxxxxx tuan"


setelah mendengarkan jawaban anak buahnya azlan secepat kilat meraih handphonenya lantas dia berusaha untuk menghubungi seseorang.


*****


Disisi lainnya.


Sammy buru-buru bergerak melewati satu pintu menembus pintu ruangan lainnya, seulas senyuman penuh kemenangan mengembang di balik bibir laki-laki tersebut dia yakin kelinci telah masuk ke dalam perangkapnya.


"Dia sudah ada di kamar nya?"


Sammy bertanya pada laki-laki disamping nya.


"Ya tuan"


******


disisi lainnya lagi


Ahem berjalan tergesa-gesa keluar dari ruangan dimana dia dan tuan Wuu berada tadi, laki-laki tersebut baru saja menerima panggilan dari Azlan, dia bergerak dengan cepat menuju ke arah di mana laki-laki tersebut berada.


"Aku pikir dua gadis terjebak dalam satu keadaan yang berbeda, mereka di beri afrodisiak oleh beberapa orang yang melakukan rencana diluar pemikiran, semua orang memiliki rencana namun sayangnya mereka saling tidak mengenal antara satu dengan yang lainnya, pergilah kemari, aku menunggu mu"


Sial.

__ADS_1


Ahem mengumpat sambil menahan perasaan pening dikepala nya.


__ADS_2