Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Paman baik hati


__ADS_3

jelas saja Hayat terkejut saat dia menyadari siapa sosok yang ada di sampingnya tersebut, gadis itu langsung membulatkan bola matanya sembari langsung mengembangkan senyumannya.


"Paman tampan?"


Bayangkan bagaimana bahagianya saat dia kembali bertemu dengan laki-laki tua yang dia panggil Paman tampan tersebut di mana dulu pernah bertemu di rumah sakit yang sama namun dalam situasi yang jelas jauh berbeda.


perempuan itu begitu bahagia langsung meraih tangan laki-laki tua tersebut kemudian bertanya kabar dengan sangat antusias.


"Apa paman baik-baik saja? kenapa ada disini? apakah paman sakit lagi? apakah ada sesuatu yang membuat paman tidak nyaman?"


rentetan demi rentetan pertanyaan dilesatkan oleh garis tersebut untuk laki-laki yang ada di sampingnya yang tidak lain adalah All Zigra.


Laki-laki tua tersebut jelas saja begitu bahagia bertemu dengan Hayat, setiap kali melihat perempuan tersebut dia merasa seperti melihat Nadine Dan Freya Putri kembar nya.


mendapatkan banyak sekali pertanyaan dari perempuan itu jelas saja membuat All zigra sedikit gelagapan untuk menjawabnya, dia agak bingung harus memulainya dari mana.


"sebenarnya Paman tidak sakit hanya saja mencoba untuk memeriksa kesehatan pada salah satu dokter yang merupakan teman paman sendiri di sini, biasanya dokter bisa langsung datang ke rumah tapi Paman hanya tidak ingin membuat khawatir istri paman dan juga putra-putri paman"


pada akhirnya laki-laki tersebut mulai bicara dan sedikit bercerita, dia memilih memeriksa kesehatannya sendiri ke rumah sakit diam-diam karena tidak ingin istrinya Nadia dan juga anak-anaknya tahu tentang kondisi kesehatannya yang belakangan kurang baik-baik saja.

__ADS_1


mungkin karena berbagai macam konflik anak-anaknya membuat kesehatan All Zigra sedikit terganggu.


mendengar ucapan laki-laki tersebut seketika Hayat ingat dengan papanya, apa mungkin laki-laki itu juga jika sakit menyembunyikan penyakitnya dari dirinya dan juga mommy nya?.


perempuan tersebut terlihat sedikit gelisah.


"Apakah sakit paman baik-baik saja?"


Hayat bertanya serius, ingin tahu apakah laki-laki tua disamping nya baik-baik saja.


"Paman belum tahu, terakhir kali periksa tensi darah sedikit naik"


Laki-laki itu terkekeh kecil.


Dia bicara dengan polos, menelisik wajah laki-laki dihadapan nya itu.


Tiba-tiba Hayat merasa laki-laki tersebut cukup mirip dengan Ahem, kaku dan datar, tapi sekalinya di ajak main-main cukup menyenangkan, bahkan romantis diam-diam, didepan orang cuek, dibelakang orang benar-benar penuh kehangatan.


"Papa ku bilang orang yang suka marah tensi darahnya pasti tidak rendah"

__ADS_1


Ucap Hayat lagi kemudian.


All Zigra tertawa renyah, suka type perempuan yang bicara apa ada nya tanpa takut-takut.


"Sedikit, paman tidak begitu banyak marah"


Laki-laki tersebut menyatukan telunjuk dan jempol nya, mengatakan sedikit sambil mengarahkan nya pada Hayat.


Mendengar ucapan laki-laki tersebut membuat Hayat ikut terkekeh.


"Papa ku juga begitu, jika aku bilang jangan banyak-banyak marah, dia pasti menjawab aku hanya sedikit marah dan tidak benar-benar marah, itu jawaban yang sangat membingungkan"


Hayat menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Rupanya para orang tua selalu begitu"


All Zigra menjawab sambil menahan tawa nya, baru sadar jika ada yang punya sifat seperti dirinya.


"Ngomong-ngomong kenapa kamu ada disini? apakah kamu sakit?"

__ADS_1


tiba-tiba laki-laki tersebut bertanya ke arah Hayat dengan tatapan serius.


yang ditanya tampak berpikir apakah dia harus menjawab dengan jujur atau tidak sama sekali.


__ADS_2