
Hotel xxxxxxx
pusat kota
Paris
pagi hari.
"What?"
Hayat seketika terjaga dari tidur lelap nya saat dia mengangkat telepon dari seseorang di seberang sana.
Mendengar suara istrinya yang memekakkan telinga seketika membuat Ahem secepat kilat ikut bangun dari tidurnya, dia pikir ini masih terlalu pagi, matahari belum juga menampakkan ekor nya.
"Ada apa?"
Tanya nya pelan kearah Hayat.
"Daddy dan Mommy ada di apartemen ku"
Perempuan tersebut secepat kilat beringsut dari posisi nya, jangan ditanya bagaimana keadaannya saat ini yang jelas dia cukup gelagapan bahkan tidak ingin menunggu waktu lama Hayat segera pergi menuju ke arah kamar mandi membersihkan diri dan kabur dengan cepat dari tempat tersebut.
Ahem ikut bergerak cepat, mencoba meraih handphone nya secara perlahan, menyalakan benda pipih tersebut yang semalaman dia matikan.
Sejenak laki-laki tersebut mengerutkan keningnya ketika ada banyak sekali pesan dan pesan suara yang masuk, satu pesan yang mengganggu penglihatan nya.
__ADS_1
Mommy Nadya?!.
Ahem secepat kilat membaca pesannya.
Laki-laki tersebut seketika membeku.
"Ada apa?"
Hayat muncul dari balik kamar mandi.
"Daddy ada di Paris"
Ucap laki-laki tersebut cepat.
Hayat cukup terkejut.
Kepingan tanya menghantam dirinya, Hayat pikir bukankah terlalu kebetulan sekali? kenapa para daddy ada di Paris di waktu bersamaan? disaat mereka melewati bulan madu setelah pernikahan.
Perempuan tersebut mencari pakaian, agak bingung karena tidak memiliki pakaian ganti, menarik selimut kasur dan berpikir mungkin sebaiknya menggunakan pakaian Kemarin, dia butuh dala..man nya yang berceceran entah kemana setelah sisa percintaan semalam.
tapi sejenak perempuan tersebut diam, menatap sisa noda merah di sprei kasur di posisi yang dia lupa kapan itu ada.
"Kenapa ada noda darah?"
perempuan tersebut bertanya sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Apakah kedua kali nya masih mengeluarkan darah?"
Dia kembali bertanya dengan bingung, menampilkan wajah paling polos nya, menatap bingung pada sisa darah yang mengering.
Maklum dulu tidak benar-benar sadar, malam tadi sadar sepenuhnya tapi tidak terlalu memperhatikan kebawah, sebab rasa sakit dan nyeri nya behhh luar biasa.
Sampai-sampai dia meneteskan air mata saking sakit dan perih nya.
Mendengar pertanyaan Hayat seketika Ahem mematung, dia langsung sedikit panik.
Oh shi..t.
Ahem agak bingung menjelaskan nya, bagaimana dia menjabarkan hal sesungguhnya jika malam tadi realita, malam dulu hanya pemanasan saja.
"Aku tidak begitu paham, aku masih terlalu polos untuk tahu"
Ucap ahem sambil menampilkan barisan gigi putih nya, senyum terpaksa yang begitu menyiksa, sangat menyiksa karena sebenarnya yang dulu tidak benar-benar terjadi, mengerjai Hayat... ah tidak tepatnya sengaja membuat Hayat tidak memiliki pilihan, dia sengaja melakukan hal tersebut agar bisa memiliki perempuan tersebut.
Karena notabene nya perempuan akan gelagapan jika kehilangan harta berharga nya, Membuat Hayat masuk ke genggaman nya tidak semudah membalikkan telapak tangan.
"Hahhhh apa mungkin aku sakit?"
Sejenak Hayat bingung, mencoba untuk berpikir dengan keras.
"Oh sayang... jangan memikirkan hal seperti itu saat ini, daddy kita jauh lebih penting untuk di pikirkan, ganti pakaian mu dan pulang dengan cepat"
__ADS_1
Ahem langsung membalikkan tubuh Hayat, membiarkan Perempuan tersebut mengganti pakaian nya.
dia tahu saat istrinya memikirkan sesuatu akan ada pemikiran-pemikiran yang keluar dari kepalanya yang sangat unik dan selalu berada di luar logika.