Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Semua baik-baik saja


__ADS_3

Rumah sakit xxxxxxx


pusat kota


Ruang inap VVIP keluarga Azzurra.


Hayat terlihat terkantuk-kantuk Duduk di atas kursi sofa ruang rawat inap di kamar Paman nya, dia mengantuk tapi berusahalah meredam kantuk nya untuk beberapa waktu.


Sesekali gadis tersebut mencoba menyadarkan dirinya, menatap kearah televisi yang masih menyala tapi sengaja tidak mengeluarkan suaranya, bola mata gadis tersebut di paksa terbuka sejak tadi karena dja memang tidak menargetkan dirinya untuk tidur malam ini.


Come Hayat jangan terlelap.


Gadis tersebut membatin pelan.


Hayat sengaja memfokuskan dirinya pada acara televisi yang sebenarnya membosankan, hingga pada akhirnya sesekali dia memainkan handphonenya, mencoba melakukan beberapa aktivitas yang bisa menahan rasa kantuk miliknya hingga besok pagi.


meskipun tahu rasanya begitu sulit dan rumit, tapi dia meyakinkan diri jika dia bisa tidak terlelap hingga besok pagi.


Sesekali gadis tersebut menguap sambil dia mencoba mengucek-ngucek bola matanya n


Dia paling sulit tidur di rumah sakit sejak masih anak, ada trauma di masa lalu yang membuat dia benci untuk bisa tidur di rumah sakit.


Bagi nya tidur ditempat tersebut bagaikan bertarung nyawa antara hidup dan mati, bahkan dia tidak pernah mau di hadapkan dengan barisan jarum suntik atau selang infus yang bagi nya seperti racun paling mematikan untuk dirinya.

__ADS_1


Para tim dokter yang merawat nya di masa itu bagaimana barisan malaikat pencabut nyawa yang seolah-olah siap menarik nyawanya kapan saja.


tidak tahu seberapa sulit nya dia meredam kantuk dibalik ketidak inginan nya untuk terlelap hingga berakhir pada mata terpejam ya sama sekali tidak diharapkan.


mungkin dia akan menyalahkan dirinya sendiri saat tahu dia khilaf dalam tidur nya.


tanpa sadar seketika gadis tersebut terlelap begitu saja, sebab menahan kantuk terasa terlalu berat dan terasa sulit untuk nya.


hingga akhirnya secara perlahan Hayat tenggelam di bawah alam sadar nya, gadis tersebut perlahan tidak memiliki reaksi apapun dalam tidurnya, cukup lama keheningan terjadi pada dirinya dimana suasana ruangan tersebut juga menyepi karena para penghuni nya sudah ikut terlelap di dalam tidur mereka masing-masing.


Awalnya suasana kamar rumah sakit tersebut terlihat hening dimana semua orang telah terlelap dalam tidur mereka, Hayat seolah-olah tidak peduli dalam kondisi dimana dia berada untuk beberapa waktu, hingga pada akhirnya entah berapa lama waktu berlalu tahu-tahu saja jemari Hayat bergerak secara perlahan, dia terlihat gelisah untuk beberapa waktu hingga gadis tersebut terlihat berkali-kali berusaha untuk menggerakkan tangannya secara perlahan.



No....!.


gadis tersebut berguman pelan, melihat air seolah-olah datang menerjang, satu ketakutan menghantam dirinya seakan-akan kematian mendekati dirinya.


Keringat dingin mulai membasahi tubuh gadis tersebut, bahu nya bergetar dengan ketakutan yang menghantam dirinya, Hayat terus meracau dalam ketidaksadaran nya, ada gelombang ketakutan yang menghantam dirinya saat ini.



Air dihadapan nya semakin lama semakin deras, gelombang perlahan seolah-olah mulai ingin menggulung dirinya, terdengar teriakan-teriakan saling sahut menyahut di tambah tangan saling meraih antara satu dengan yang lainnya.

__ADS_1


seketika dia merasakan darah mulai memenuhi air disekitar nya.



tidak .. tidak...tidak....!!!.


"Zigaz....."


Teriakan nyaring keluar dari bibir Hayat.


"Sayang... sayang...hayat.. bangun...ini mama, lihat mama..."


Nyonya Bii terlihat panik, mencoba menyadarkan putri nya dari alam bawah sadarnya.


Hayat seketika membuka bola matanya dengan tubuh gemetaran dan keringat dingin yang berhamburan, tubuhnya bergetar ditambah air mata mulai membanjiri kedua pipi nya.


"Ma ..?!"


Bibir nya bergetar.


"Tidak apa-apa, semua baik-baik saja"


wanita tersebut langsung memeluk putrinya, berkali-kali dia berkata semua akan baik-baik saja, dia benar-benar punggung Hayat dan terus berkata.

__ADS_1


"Itu hanya mimpi masa lalu, semua baik-baik saja hmmm, semua baik-baik saja"


__ADS_2