
Restoran xxxxxxxx
pusat kota
"mau ikut bersamaku untuk pergi ke Paris?"
tiba-tiba saja Ahem bertanya seperti itu ke arah Hayat, membuat gadis yang ada di depannya yang tengah asik malahap makanannya tersebut langsung menghentikan kunyahannya sembari gadis tersebut langsung mengerutkan keningnya untuk beberapa waktu, dia langsung menatap ke arah Ahem dengan tatapan yang cukup serius.
"kenapa harus pergi ke Paris? apakah ada hal darurat yang terjadi?"
tanya gadis itu dengan cepat, dia bertanya dengan cara yang sangat polos sembari memiring-miringkan kepalanya.
"atau ingin mengajakku untuk jalan-jalan dan menikmati waktu liburan setelah kita mendapatkan proyek kerjasama dan membuat kepalaku berasap asap karena proyek kerjasama yang kita jalani kemarin?"
lagi gadis itu bertanya dengan cepat lantas dia meraih makanan yang ada di hadapannya dengan sumpit yang ada di tangan kanannya, menelan dimsum yang ada dihadapan nya secara perlahan.
"mengambil liburan juga boleh, ingin pergi ke sana berapa lama?"
laki-laki itu jelas saja menjawab dengan cepat, awalnya cukup khawatir jika Hayat akan menolaknya, tapi rupanya gadis tersebut malah menanggapi dengan antusias dan begitu polos.
"Aku akan bicara pada papa terlebih dahulu, mencoba untuk mendapatkan izinnya dan setelah papa mengizinkannya maka aku akan pergi menyusul"
__ADS_1
Lanjut Hayat kemudian.
dia pikir dia harus mendapatkan izin dari laki-laki tua keluarga Azzurra lebih dulu, dia terlalu sering tiba-tiba pergi tanpa pamit dan hal itu pasti membuat papanya begitu marah dan akan kumat jantungnya, belakangan dia terlalu sering melarikan diri kesana kemari tanpa berpamitan lebih dulu pada laki-laki tersebut.
terakhir kali dia pergi ke peragaan busana milik Nadine, bayangkan bagaimana papanya terlihat begitu marah dan terus mengoceh dalam keadaan tidak jelas, untungnya mamanya adalah wanita yang paling terbaik yang dia miliki yang bisa membujuk papanya tersebut.
"Lucas akan meminta izin kepada Paman Zuu"
tiba-tiba saja laki-laki di hadapannya tersebut bicara dengan cepat, berkata jika Lucas akan menyelesaikan semuanya, hal tersebut sontak membuat Hayat terkejut mendengarnya.
"Ah... Lucas?"
gadis tersebut jelas membeku, juga tidak paham kenapa harus Lucas yang meminta izin kepada papanya?!
dia ingin bertanya tapi Ahem langsung berkata.
"Karla ada di paris saat ini dan Lucas akan menyusulnya di sana, dia membutuhkanmu untuk membujuk Karla, karena itu kehadiranmu jelas cukup dibutuhkan di sana dan Lucas akan membawamu dengan alasan untuk mengurus beberapa hal bersama di sana nanti"
ucap laki-laki tersebut lagi pada Hayat, dia mencoba menjelaskan jika Lucas telah mendapatkan keberadaan Karla, dia laki-laki itu menginginkan Hayat untuk bisa membantunya bersama dirinya.
"apa mungkin papaku akan mengizinkannya? dia tidak pernah mengizinkan laki-laki manapun membawaku kecuali kakak sepupu ku Murat atau kakak kandung ku sendiri, papaku mana pernah mempercayai laki-laki untuk menjaga ku"
__ADS_1
Hayat buru-buru protes dan memperingatkan, dia pikir itu akan sangat sulit untuk meminta izin kepada papanya, laki-laki itu tidak mungkin mengizinkannya karena dia tahu betul bagaimana kriteria laki-laki tua dari keluarga Azzura tentang anak perempuannya.
mendengar pertanyaan dari hayat seketika membuat Ahem mengembangkan senyumannya, laki-laki tersebut kemudian langsung berkata kepada Hayat dengan cepat.
"tentu saja seseorang yang lain akan membantuku untuk meyakinkan papamu jika Lucas bisa membawamu ke Paris dengan alasan bisnis yang melibatkan perusahaan Azzurra dan diriku"
lagi mendengar ucapan Ahem membuat Hayat membulatkan bola matanya.
"Ya? seseorang? siapa?"
dia jelas bertanya sembari mengerutkan keningnya.
Namun alih-alih Ahem menjawab pertanyaan nya, laki-laki tersebut malah menghapus sisa saus yang menempel di bibirnya dengan Jemari tangan kanan nya, membuat Hayat refleks memejamkan bola matanya karena terkejut, didetik berikutnya tiba-tiba saja laki-laki tersebut mencium lembut bibirnya, sebentar tapi mampu membuat jantung Hayat seolah-olah bersiap melompat keluar dari tempat nya saat ini juga.
"Sunshine?"
dia bicara pelan sedikit gugup, wajah nya memerah karena malu, mencoba melirik ke kiri dan kanan mereka, takut dan malu jika ada yang melihat mereka.
"Aku memerah"
Ucap Hayat dengan jujur, dia malu lantas langsung masuk ke pelukan Ahem dengan wajah bersemu merah.
__ADS_1
Hal tersebut membuat Ahem terkekeh kecil, dia memeluk balik gadis tersebut dengan penuh perasaan cinta.