
kembali ke masa sekarang
Mansion utama Ahem
Kamar utama.
Hayat terlihat masih bingung dan panik, Mencoba untuk memijat-mijat kepalanya dengan perasaan bingung, berusaha untuk mengingat apa yang terjadi semalam.
Awalnya sangat sulit hingga akhirnya sekelebat ingatan menghantam dirinya, ciuman paksa yang dia berikan, gerakan nakal dan ero..tis dan dia yang mendominasi serta memaksa Ahem berada dibawah Kungkungan nya.
"Ohhhhh no.."
Gadis itu terlihat malu, wajahnya seketika memerah dan entahlah rasanya dia mulai kehilangan muka.
Kini tanpa peduli dengan kehadiran Ahem dia langsung buru-buru bangun dari posisi nya, beranjak dari kasur dan mencoba berdiri, sejenak menutup tubuh nya dengan selimut mendominasi berwarna putih.
Dia mencoba untuk menggerakkan tubuhnya sejenak, mengerakkan paha nya untuk beberapa waktu.
sakit dan nyeri, hanya di bagian depan dan paha terasa pegal, dia seolah-olah merasa seluruh tubuhnya kebas dan lelah.
Gadis tersebut sejenak berpikir, mereka bilang itu ciri-ciri mereka benar-benar kehilangan keperawanan.
Ahem yang melihat gerakan Hayat hanya bisa melihat gadis tersebut dengan tatapan bingung, dia pikir apa yang dilakukan gadis tersebut? kenapa bergerak kesana-kemari tanpa kejelasan.
"Akhhhhhhh ahhhhh"
Seketika Hayat merengek, menjatuhkan dirinya ke kasur dengan bingung, bisa-bisa nya gadis tersebut kemudian menghempaskan tubuhnya ke kasur dan kembali menenggelamkan dirinya dengan kesal.
Ahem menautkan kedua alisnya.
"Ini sangat buruk seharusnya aku melakukan nya dengan sadar....akkkhhhhhhhhhh"
pernah merasakan kehilangan mainan penting saat anak-anak? seperti itulah rasanya, seolah-olah dia merasa kesal dan ingin marah.
Kemudian dia menoleh kearah Ahem, setelah itu dia buru-buru langsung bangun dari duduknya, mendekati Ahem kemudian berkata.
"Kali ini benar-benar buruk"
Ucap Hayat cepat.
__ADS_1
Mendengar ucapan gadis tersebut Ahem terlihat menganggukkan kepalanya.
"Apakah aku benar-benar brutal semalam?"
Dia bagaikan seorang anak laki-laki yang bertanya pada anak gadis yang habis di tiduri nya, menatap Ahem dengan pandangan menyedihkan.
"Aku pikir cukup brutal"
Ahem menjawab dengan gaya yang polos, menatap Hayat dengan ekspresi pura-pura suram dan cukup tidak terima dengan apa yang gadis itu lakukan semalam.
"Hahhh?"
Hayat terlihat terkejut.
"Apa aku berada di atas?"
Ahem terlihat berpikir sejenak.
"Kamu memang berada di atas"
"Oh god"
gadis tersebut menutup kedua pipi nya dengan kedua telapak tangan nya.
Hayat terlihat buru-buru melepaskan kedua belah tangannya, menatap Ahem penuh intimidasi.
"kamu bergerak agresif, memperkosa ku dan benar-benar melecehkan ku"
"Oh my god"
Lagi dia histeris, mencoba berteriak sambil menahan suaranya.
"Aku seburuk itu?"
Dia menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya.
Ahem kembali menganggukkan kepalanya.
Hayat memejamkan sejenak bola matanya,mencoba untuk berpikir dengan sangat keras, kemudian tiba-tiba gadis tersebut membuka bola matanya dengan cepat, dia mencoba memajukan diri nya sembari menatap tajam kearah Ahem, hal tersebut jelas membuat laki-laki tersebut mengerut kan keningnya, Ahem sedikit memundurkan tubuh atas nya dimana dia masih dalam posisi duduk.
__ADS_1
"What?"
tanya Ahem Sembari menatap bingung kearah Hayat.
Gadis tersebut tampak diam, tahu-tahu dengan buru-buru dia berbalik, berusaha turun dari kasurnya, mencari tas miliknya dengan cepat, begitu mendapat kan nya epersekian detik kemudian tiba-tiba gadis tersebut mencoba mencari pakaian nya dengan cepat, buru-buru menarik semua nya lantas Hayat meraih sesuatu di dalam tas nya.
Gadis itu tampak meraih dompet nya dan mendapat kan cek disana.
Ahem masih mengerutkan keningnya, menatap Hayat Sedikit bingung.
"Hayat?"
Ahem terlihat tenang, menatap Hayat dengan ekspresi yang sulit di ungkapkan.
Apa lagi yang dia rencanakan kali ini?!.
Batin laki-laki tersebut.
"Begini mister"
Hayat buru-buru mendekati Ahem, memberikan cek ditangan nya dengan cepat.
"Please kali ini mari Lupakan kejadian semalam, aku pikir aku pasti sudah gila, uang ini anggap saja bayaran dari ku, setelah ini mari kita tidak usah lagi bertemu"
Setelah berkata begitu, Hayat buru-buru menggunakan pakaian tanpa rasa malu, sebenarnya dia sudah kehilangan urat malunya terhadap laki-laki tersebut entah Sejak kapan.
Terlalu banyak musibah dan tragedi yang dia ciptakan untuk Ahem dimulai dari kecelakaan mobil dan lain sebagainya hingga berakhir di atas kasur.
"Aku pasti sudah gila, aku akan menikah, aku tidak mungkin melanjutkan keadaan ini karena jika tidak daddy Zuu pasti akan membunuh ku"
Hayat langsung menyentuh keningnya bingung setelah selesai berganti pakaian, bergerak buru-buru meninggalkan Ahem yang terlihat menatap dirinya sejak tadi tanpa mengeluarkan suaranya.
Oh Hayat kau benar-benar gila.
Gadis itu bicara sambil berlarian dengan cepat keluar dari kamar tersebut, meninggalkan Ahem seorang diri disana.
Dia persis seperti laki-laki yang meninggal kan pasangan nya yang sudah dia lecehkan dan dia perkosa.
Ahem terlihat menaikkan ujung bibirnya, laki-laki tersebut kemudian meraih handphone nya, mencoba untuk menghubungi seseorang.
__ADS_1
"Pastikan dia kembali ke tempat ku dalam 1x24 jam"
Ucap nya sambil bergerak mendekati arah jendela kamar nya, menatap Hayat yang terlihat panik keluar dari mansion milik nya.