
Bandara xxxxxxxx
Jakarta
begitu turun dari pesawat dan menyelesaikan semua urusan nya, Hayat secepat kilat Bergerak menyeret koper nya dengan keadaan tergesa-gesa, dia pikir sepertinya dia akan terlambat malam ini, sebab sahabat baiknya Ayana akan menikah malam ini dan dia harus hadir dalam pernikahan sangat baik tersebut.
seharusnya dia mengambil penerbangan sejak kemarin malam tapi karena keadaan yang tidak memungkinkan membuat dia harus menunda keberangkatan nya ke Jakarta.
Urusan perusahaan yang rumit dan menguras banyak waktu ditambah lagi dengan urusan proyek kerjasama jelas membuat dia harus menunda sementara keberangkatannya, padahal dia tahu waktu sudah sangat terjepit sekali.
dia tidak mungkin tidak datang di pernikahan sahabat terbaiknya tersebut karena Ayana dan dirinya jelas begitu akrab, apapun yang terjadi di antara mereka biasanya dia dan Ayana akan saling bercerita bahkan berbagai situasi antara satu dengan yang lainnya, karena itu begitu mendengar Ayana akan menikah bayangkan bagaimana kebahagiaannya.
meskipun Begitu dia juga sedih karena dia tahu mereka akan jarang bertemu seperti dulu mengingat katanya setelah mereka menikah, seorang istri akan lebih berbakti kepada suaminya dan meninggalkan semua kegiatan mereka di saat mereka masih sendiri.
selain harus menghadiri pesta pernikahan Ayana, dia juga harus menghadiri pesta ulang tahun teman kampus nya dulu, nanti malam di sebuah klub malam xxxxxxx pusat kota, dia harus benar-benar mampu membagi waktunya saat ini.
bisa dilihat di belakangnya Lucas berjalan dengan tergesa-gesa, laki-laki itu menyeret koper miliknya juga dengan keadaan terburu-buru.
__ADS_1
seketika hanya membalikkan tubuhnya lantas dia menghentikan langkahnya, hal tersebut jelas membuat Lucas terkejut dan ikut menghentikan langkahnya.
"Bisa kita berpisah sekarang? maksud ku mari tidak tinggal di tempat yang sama dan saling mengabaikan"
hai ada bicara dengan cepat sebagai menatap wajah Lucas.
"kita tidak bisa melakukannya Hayat, kau tahu paman dan bibi menitipkan kamu padaku, aku mana mungkin meninggalkanmu sendirian saat ini"
Lucas jelas bicara dengan ada keberatan dia tidak mau meninggalkan ayah dan membiarkan garis tersebut melakukan apapun sesuai keinginannya.
ditambah lagi dia tahu betul bagaimana gadis itu, dia tahu hanya akan pergi ke pesta ulang tahun di sebuah klub malam dan sifat buruk hayan adalah gadis itu saat minum tidak bisa mengontrol dirinya.
tambah Lucas lagi.
"oh come Lucas, please. beberapa hari ini adalah kebebasanku, aku mohon untuk tidak mengacaukan nya"
Hayat terus bicara sembari kedua tangannya saling menyatu, dia memohon pada laki-laki di depannya itu ada mereka terpisah cukup sampai disini, meskipun dia tahu mereka bertunangan dan akan segera menikah tapi dia ingin satu kebebasan tersendiri saat pergi ke manapun.
__ADS_1
"bersamamu membuatku tidak mendapatkan kebebasan, please...!"
lanjut Hayat lagi.
Lucas terlihat diam, dia menatap dalam bola mata Hayat untuk waktu yang cukup lama.
"aku pikir sebaiknya kamu pergi ke selatan, kau tahu? Karla ada disana sejak 2 hari yang lalu"
Ucap Hayat tiba-tiba.
mendengar ucapan Hayat, seketika membuat Lucas menaikkan ujung alisnya.
"Hayat...!"
Dia sedikit tercekat.
"Jangan terus membodohi diri dan orang lain Lucas, meskipun aku si ceroboh dan sedikitttttt somplak, hati dan pikiran ku bermain lebih pandai dari kamu, bukan kah sudah aku bilang sebelumnya? pernikahan ini anggaplah formalitas, jika belum terlalu jauh melangkah, mari kita putuskan untuk berpisah"
__ADS_1
setelah berkata seperti itu Hayat buru-buru langsung berbalik dari posisinya, dari situ meninggalkan Lucas yang terlihat diam membeku menatap punggungnya.