
mereka benar-benar lari keluar dari ruangan tersebut di mana laki-laki tua di hadapan hayat terlihat begitu panik dan cukup tegang mendengar kata gorila sedangkan hayat malah seperti orang bingung tidak tahu kenapa paman di sampingnya malah menyeretnya untuk keluar dan bersikap lebih panik daripada dirinya.
mereka sudah berada di luar ruangan dua orang yang berjaga di pintu kiri dan kanan dengan tubuh besar tinggi tanpa ikut bingung melihat tuannya keluar dari dalam ruangan tersebut, secepat kilat dua laki-laki itu mengambil sesuatu dari belakang punggungnya dan bersiap-siap untuk menari senjata di belakangnya.
namun belum juga kedua laki-laki itu menarik senjatanya tiba-tiba Hayat langsung berkata.
"Paman, kenapa Paman jadi ikut keluar?"
gadis tersebut bertanya dengan nada yang sedikit bingung dia menatap wajah laki-laki yang ada di sampingnya tersebut untuk beberapa waktu.
"What? bukankah kamu tadi bilang ada gorila?"
laki-laki itu seketika seperti orang bodoh menatap gadis di hadapannya sambil menaikkan ujung alisnya.
"Gorila?"
gadis itu mana ikut bingung dan bertanya balik ke arah laki-laki tua tersebut.
"aku bilang.... gorila... maksudku dia itu wanita yang seperti gorila paman"
Krikkkk... krikkkk... krikkkk....
bisa dibayangkan bagaimana tiba-tiba laki-laki tersebut yang tadinya panik karena berpikir ada gorila besar yang lepas di rumah sakit tersebut hingga membuat semua orang konser-kacir seketika langsung merasa ada jangkrik di atas kepalanya.
Dia membeku untuk beberapa waktu.
__ADS_1
"Anda baik-baik saja tuan?"
Salah satu anak buah nya bertanya bingung
Laki-laki tersebut seketika menarik panjang nafasnya.
Oh my god, apa aku sedang dikerjai seorang gadis kecil?!.
"He em...he em..."
pada akhirnya laki-laki tersebut ber'dehem kemudian membenahi pakaian rumah sakitnya, rasanya baru saja wibawanya menghilang di hadapan para anak buahnya, laki-laki tersebut secepat kilat langsung menampilkan ekspresi serius dan seram nya.
"Bukan masalah, lupakan saja"
Dia menghias-ngibas telapak tangannya dengan cepat, kemudian setelah itu dia kembali meminta salah satu anak buahnya untuk membuka kembali pintu ruang rawat inap tempat dia berada.
karena itu dia pada akhirnya berusaha untuk mengembalikan tubuhnya dengan cepat saat laki-laki itu akan masuk kembali ke dalam ruangannya, tapi belum juga sempat Hayat benar-benar membalikkan tubuhnya dan kabur dari sana, tiba-tiba laki-laki tua itu menari cepat telinga nya.
"Paman belum mengizinkan kamu pergi"
"Ahhhhhh ahhhh paman kenapa menjewer ku?"
Hayat seketika terkejut, dia langsung menoleh saat laki-laki tersebut menampilkan ekspresi wajah serius nya.
Aiyooooo apa dia marah?!.
__ADS_1
Seketika Hayat menelan salivanya.
"Apa gadis ini mengganggu anda tuan all...?"
Anak buah nya baru saja ingin menyebut nama nya, buru-buru laki-laki tersebut menoleh dan menaikkan ujung Alisnya.
"Maaf"
Anak buah nya menundukkan kepalanya.
"Masuk kedalam"
"Paman aku harus pergi menghindari gorila"
Hayat langsung mengintip ke arah pintu kamar samping, dia pikir apa mungkin mommy Lucas sudah kabur dari ruangan tersebut.
"Baiklah, tetap di ruangan ku dan kamu harus membayar banyak hal karena masuk tanpa izin dan membohongi ku soal golira"
Oceh laki-laki tersebut kemudian sambil menggerakkan alisnya agar Hayat kembali ke ruangan nya.
"Atau aku panggilkan security dan bilang kamu ingin mencuri di ruangan ku"
ancam laki-laki itu cepat.
"Hahhh apa? paman kamu tega sekali"
__ADS_1
Seketika ekspresi Hayat memelas, dia pikir bagaimana bisa dia terjebak lagi dengan laki-laki tua ini.
Aiyooooo kenapa belakangan aku sering terjebak dengan orang-orang baru yang tidak aku kenal?!.