
Hotel xxxxxxx
Palembang
Dengan langkah tergesa-gesa hayat masuk ke dalam hotel xxxxxxx tersebut dimana sejak awal perjanjian pertemuan dia dan sang investor berada di tempat tersebut, mengambil satu room meeting bersama dan membahas proyek kerjasama mereka.
Dari mana?!.
Hayat mencoba kembali mengecek handphone nya sambil berjalan dengan tergesa-gesa.
Prancis? oke aku mengerti.
Batin nya lagi.
Oh ya Tuhan.
Hayat pikir bagaimana bisa semuanya jadi sekacau ini?! dimana dia semalam, bersama siapa san apa yang terjadi pada nya?!.
Apakah dia harus melantunkan lagu untuk diri nya?
'Kamu di mana, dengan siapa, semalam berbuat apa?'
Haiyooo.
Gadis itu memijat-mijat kepalanya yang masih sakit akibat minuman semalam.
Ditengah kegelisahan nya, handphone miliknya terus berdering sejak tadi.
Kak Murat?.
Dia menatap layar handphone nya untuk beberapa waktu.
Apa dia tidak bosan mengganggu hidup ku? oh tuhan!.
geram hayat Sembari dengan cepat menyambung kan panggilan nya lewat headset bluetooth-nya.
Seketika bola mata gadis tersebut membulat dengan sempurna saat dia melihat pintu elevator di hadapannya tersebut terbuka, itu cukup jauh karena itu Hayat bergerak dengan cepat mencoba berlarian kecil dengan heels tinggi nya menuju ke arah pintu elevator yang hampir tertutup.
"Waiiitt...."
teriaknya kecil.
Dia pikir dia melewatkan nya namun siapa sangka hal tidak terduga terjadi, seketika pintu elevator yang hampir tertutup kembali terbuka secara perlahan.
fuhhh.
hayat membuang nafasnya lega.
__ADS_1
"Apalagi sayang?"
Hayat mengomel di balik headset nya.
"Oh sayang tidak bisakah kamu tidak mengganggu ku? yang kemarin sumpah itu sangat keterlaluan sekali"
"Ah... perempuan mana lagi? Haishhhhh aku tidak mau"
hayat terus mengoceh kesal mendengarkan kan suara kak Murat nya diseberang sana, dia terlalu sibuk karena itu harus segera menutup panggilan nya.
Apa dia gila? bayangkan aku ini apa coba? harus pura-pura lagi jadi pacar nya hanya demi menjauhkan dia dari perempuan-perempuan itu, kenapa dia playboy sekali?!.
Seketika hayat menarik nafasnya, kemudian dengan cepat menaikkan rambutnya ke atas, menggulung nya lantas Seketika mengikat nya. Bola matanya seketika menatap sosok yang ada disampingnya, seorang laki-laki besar tinggi dengan wajah sangat dingin.
Yah dingin.
batin hayat.
Dia mengintip laki-laki satu nya, mencoba untuk memicingkan bola matanya untuk melihat sosok laki-laki disebelah laki-laki dingin tersebut tapi tidak berhasil.
Kenapa di dunia ini laki-laki dingin terlihat begitu menarik?!.
Seketika Hayat langsung membuang pandangannya.
tampan sih beuuhh sangat tidak bersahabat
tringggg.
Terdengar pintu lift terbuka, secepat kilat Hayat keluar dari dalam sana tanpa memperhatikan siapapun yang ada disekitar nya, tapi seketika bola matanya membulat dan dia mencoba mundur beberapa langkah saat Hayat melihat seekor anjing lucu berlarian mendekati dirinya.
"Oh God, oh God..."
guk.
guk.
dia secepat kilat membalikkan tubuhnya kebelakang
"Akhhh......"
dalam sekali gerakan dia memeluk seorang laki-laki yang satu lift dengan dia tadi,. yang mana dia tidak peduli, hayat berteriak histeris saat tahu-tahu anjing itu ada di bawah kaki mereka.
Dan jelas saja kehebohan terjadi, semua orang tampak panik.
guk.
guk.
__ADS_1
"Akkhhh usir anjing nya, singkirkan anjingnya"
okey dia memang tidak suka yang nama nya tikus, kucing dan kecoa. kalian boleh berikan dia ular atau bahkan buaya, tapi tidak 3 makhluk menjijikkan itu dan anjing dia suka anjing tapi bukan type Cocker Spaniel, dia memiliki trauma pada sosok anjing tersebut di masa lalu.
Sekilas anjing ini terlihat menggemaskan, mungkin orang-orang juga cukup kaget mengetahui mereka termasuk ke dalam daftar anjing galak. Sebenarnya, mereka bisa menjadi anjing keluarga yang menyenangkan, bila orang-orang melatihnya dengan baik. Namun, Cocker Spaniel merupakan ras anjing yang sangat emosional. Bila mereka tidak dilatih, mereka dapat melakukan penyerangan fatal pada manusai dengan mudah.
Dan hayat pernah hampir mati karena anjing tersebut dimasa anak-anak nya ketika di Swiss.
"Hey Miss"
laki-laki itu mencoba untuk bicara dengannya
guk.
guk.
Anjing itu terus menggonggong di bawah kaki mereka, hayat semakin mempererat pelukannya kepada laki-laki itu, menaikkan kakinya dengan cara yang luar biasa.
"akkhhhh misterrr singkirkan dia dari kuuuu"
"Oh tuhan, oh tuhan selamat kan diri ku"
sang pemilik anjing dengan cepat berlarian ke arah mereka, memeluk anjing imut itu dengan cepat
"Maafkan kami"
orang itu membungkukkan tubuh nya Beberapa kali kemudian melesat pergi meninggalkan hayat dan laki-laki itu.
"Miss, anjing nya sudah pergi"
laki-laki itu bicara cepat sambil berusaha mengendurkan pelukan hayat
Jelas saja hayat mencoba mengintip, menoleh kebelakang, kekiri dan kekanan.kemudian secara berlahan melepaskan pelukannya.
lantas dia melebarkan senyumnya dengan perasaan malu ke arah laki-laki yang dipeluk nya tadi.
"Hehehe sory tuan"
dia membungkukkan kepalanya tapi seketika hanya seolah-olah Hayat menyadari akan sesuatu.
Hahhh?!.
Hayat langsung terbelalak kaget dan didetik berikut nya gadis itu langsung membuang pandangannya dengan cepat.
Mati aku.
__ADS_1