
"Itu aku ingin menemui teman, paman"
Ucap Hayat pelan, dia menundukkan kepalanya sejenak.
Mendengar ucapan dan ekspresi perempuan di hadapannya, All Zigra terlihat mengerutkan keningnya.
"Apakah hal buruk terjadi?"
Dia bertanya sedikit khawatir, sepertinya perempuan di hadapannya itu memiliki sedikit persoalan saat ini.
mendengar laki-laki dihadapannya tersebut bertanya, Hayat langsung mendongakkan kepalanya.
"Sebenarnya aku ingin berkonsultasi dengan dokter kandungan"
Dia pada akhirnya memilih jujur, bicara apa adanya tanpa menutupi keadaan.
All Zigra terlihat terkejut, dia pikir perempuan disamping nya belum menikah.
"Sudah punya suami? kenapa tidak pergi menemani?"
Laki-laki tersebut jelas mengerutkan keningnya.
Hayat menggelengkan kepalanya.
"Agak sulit untuk kami pergi bersama, paman tahu? pernikahan kami mengalami sedikit pertentangan dari pihak keluarga"
Hayat terlihat mengehala pelan nafas nya.
All Zigra jelas terkejut, cukup penasaran.
"Kenapa begitu?apa mereka tidak menyukai kamu?aku pikir tidak ada yang tidak suka memiliki menantu seperti kamu?"
Dia pikir perempuan tersebut sangat menyenangkan, pandai menghibur orang tua, sangat lucu, catat...lucu, ramah dan entahlah dia menyukainya.
"Aku pikir kamu belum menikah, malah berpikir ingin mengenalkan pada putra sulung ku"
Padahal terbesit keinginan seperti itu tadi nya.
"Dia belum menikah, cukup sukses dan sangat menghargai perempuan"
__ADS_1
All Zigra memuji putra nya.
Terbesit keinginan mengenalkan pada Ahem, agak kecewa perempuan muda dan penuh energic itu telah menikah.
"Agak sulit, karena salah satu Anggota keluarga suami ku belum memberikan restu, ah tepat nya dulu saat aku kecil dia pernah mengancam orang tua ku agar aku tidak mencintai anak nya"
Hayat bicara pelan.
"Kata nya dua keluarga tidak boleh bersatu, sebab ada sedikit persoalan di masa lalu, aku mungkin bisa jadi batu sandungan untuk dua keluarga jika mencintai putra nya"
lanjut Hayat lagi.
Mendengar ucapan perempuan tersebut membuat All zigra gelisah,dia pikir seperti nya hal tersebut mengingatkan dia pada keadaan klan nya dan klan lawan nya, dia jadi mengingat kenangan masa lalu n
Ah dia terlihat menghela kasar nafasnya.
"Itu terdengar egois, padahal kamu begitu manis dan lucu, orang tua suami mu sangat egois"
All Zigra protes dengan cepat, agak tidak suka dengan calon mertua Perempuan di hadapannya, padahal perempuan itu begitu menyenangkan, bisa membuat tertawa orang lain bahkan begitu unik pikir nya, bagaimana bisa ada orang-orang tidak menyukainya?!.
Itu sangat buruk.
"Jika bertemu dengan ku, paman akan menghajar mertua mu"
Dia bicara dengan cepat, menghibur Hayat dengan penuh keyakinan.
mendengar ucapan laki-laki di sampingnya, seketika membuat Hayat terkekeh kecil, dia menganggukkan cepat kepalanya.
"Paman baik sekali"
Dia memuji, menatap All Zigra senang.
"Aku berharap punya mertua seperti paman, Ohhh itu pasti baik sekali"
Mereka terkekeh bersama.
"Yah seharusnya kamu bertemu putra ku lebih dulu"
All Zigra mengehela pelan nafasnya.
__ADS_1
"Padahal kamu bisa dapat mertua yang jauh lebih baik, tidak harus buru-buru membuat keputusan menikah, kamu masih terlalu muda"
Dia menyayangkan, menatap sosok muda di samping nya tersebut.
Hayat hanya mengembangkan senyuman nya.
"Apa dia begitu mencintai kamu? paman harap dia tidak menyia-nyiakan pengorbanan Perempuan seperti kamu"
pada akhirnya laki-laki tersebut bertanya dengan cepat, cukup penasaran dengan suami perempuan muda yang ada di sampingnya tersebut.
Mendengar pertanyaan itu jelas saja membuat Hayat langsung menganggukan kepalanya dengan penuh semangat.
"tentu saja dia sangat mencintaiku paman, tidak ada laki-laki sehebat dia, paman tahu? dia bahkan begitu baik dan romantis pada ku, bahkan dia terkadang suka memberikan banyak kejutan kecil untuk ku"
perempuan itu bercerita dengan begitu antusias, jadi ingat kejutan-kejutan manis yang diberikan Ahem pada dirinya.
"Itu bukan masalah, setiap orang pasti punya ujian nya, ini anggaplah sebagai ujian dalam berumah tangga, tidak ada yang gratis di dunia ini bukan? akan ada bonus setelah kesabaran"
All Zigra memberikan semangat, menepuk-nepuk pundak kiri Hayat dengan tangan kanan nya.
"Aku harap bisa bertemu kembali dengan kamu dan suami kamu di sini bersama..."
Laki-laki tersebut menoleh kearah perut Hayat.
"Sosok mungil yang siapa tahu akan hadir di antara kalian"
Lanjut nya lagi kemudian.
Hayat menganggukkan kepalanya cepat, dia menyentuh permukaan bperutnya yang masih rata, yang belum ada apa-apa nya.
"He em"
"Tuan, ini giliran Anda"
Tiba-tiba seorang perawat bicara disamping All Zigra, membuat laki-laki tersebut buru-buru menoleh dan mengangguk kan kepala nya.
******
Kata nya tak kenal maka tak sayang
__ADS_1
Dua orang yang saling terikat tanpa sadar saling menyapa dalam jutaan pertemuan.