Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Secara Refleks


__ADS_3

Saat Hayat berkata untuk nonton televisi seketika Ahem menoleh kearah Hayat, di menggaruk kepalanya yang tidak gatal untuk beberapa waktu.


'He em"


Laki-laki tersebut menganggukkan kepalanya, buru-buru berdiri dan mengambil remote televisi, setelah mendapatkan remote nya laki-laki tersebut kembali berbaring dan menyalakan televisi nya.


"Sunshine"


Gadis tersebut merapat, sengaja ingin membuat sang suami ketar-ketir.


"Kapan-kapan kita boleh nonton bioskop bersama jika ada waktu luang"


Gadis tersebut menawarkan, sedikit manja dan membiarkan suaranya mendayu-dayu.


Masa bodoh bukankah dia sudah pernah melakukan bersama Ahem sebelumnya? ini jatuh nya bukan malam pertama, suka-suka dia mau bagaimana, tidak takut harus hilang harta berharganya, sudah hilang sejak kemarin-kemarin juga.


"Kamu suka nonton bioskop?"


Ahem bertanya cepat.


"Tentu saja, jika merasa bosan dan tidak memiliki pekerjaan aku dan Karla atau Ayana sering pergi untuk menikmati waktu nonton bioskop bersama"


Hayat menjawab dengan semangat dan antusias.


"Hmmm aku pernah pergi menonton beberapa kali, agak risih karena rata-rata mereka membawa pasangan ke dalam"


Mendengar jawaban Ahem, Hayat menaikkan ujung Alisnya.


"Kamu tidak pernah membawa pasangan?"

__ADS_1


Dia mengerutkan keningnya karena berpikir agak mustahil laki-laki seperti Ahem tidak pernah melakukan nya.


"No"


Ahem menggeleng kan kepala cepat.


"Aiyooooo tidak pernah berkencan?"


Gadis tersebut kembali bertanya penasaran.


Lagi Ahem menggelengkan kepalanya.


"Tidak"


Seketika senyuman mengambang dibalik wajah Hayat, tidak habis pikir bagaimana bisa laki-laki tersebut tidak pernah berkencan sebelumnya.


Hayat bicara sambil memunyungkan bibirnya, dia semakin merapatkan tubuhnya, sengaja memepetkan tangan mereka, menunggu Ahem mengambil inisiatif untuk menggenggam erat telapak tangannya.


"Comeeee sentuh."


dia membatin, bisa frustasi menunggu laki-laki disampingnya beraksi.


Ahem masih tidak mudeng, memiliki terus bercerita pada gadis disampingnya.


"Hanya tidak berselera saja, fokus ku sejak dulu pada program pendidikan, kemudian begitu menyelesaikan S2 langsung terjun ke perusahaan, mommy cukup tegas pada ku tentang banyak hal terutama perempuan, Gao tidak seperti aku, dominan ke daddy karena itu mommy cukup gelagapan menghandle nya, butuh banyak bantuan orang untuk bisa membuat Gao tidak kebablasan terlalu gila misalnya menghancurkan masa depan anak gadis orang, boleh kencan atau bahkan mengambil Perempuan yang memang pekerjaan dibawah roda kegelapan, tapi tidak pernah diizinkan berkencan dengan anak gadis orang karena mommy takut Gao menghancurkan masa depan anak baik-baik namun belum siap menikah"


Ahem mulai bercerita.


"Dengan ku begitu ketat, saat tahu aku tidak tertarik pada roda bawah kegiatan seperti itu, mommy membuat waktu ku semakin tersita banyak di perusahaan, bahkan sedikit mengatur soal beberapa hal, aneh nya aku tidak keberatan, bagi ku karena seorang anak penghantar surga dan neraka untuk orang tua nya, maka aku anggap apa yang mommy Nadya lakukan, wajar!"

__ADS_1


Lanjut Ahem lagi.


Hayat mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju, dia mengembangkan senyuman kembali, tidak tahu kenapa merasa begitu beruntung, di jaman ini sangat sulit sekali menemukan laki-laki yang tidak melakukan one night stand dengan Perempuan sebelum menikah, siapapun yang dia kenal kebanyakan seperti itu.


"Aku suka cara mommy Nadya pada anak-anak nya, mommy begitu bijaksana dan sabar padahal mengurusi 5 anak dengan karakter yang berbeda jelas tidak mudah"


Puji Hayat cepat, dia mendengar Desas-desus mommy Nadya merupakan pasangan ideal paling bijaksana di keluarga Hillatop, tidak ada keputusan yang tidak ikut campur tangan dari keluarganya, cukup iri rasanya jika dia satu hari tidak mampu mengikuti jejak Wanita tersebut.


"Aku harus banyak belajar"


Ucap Hayat lagi, dia menggosok paha Ahem secara refleks, sebenarnya tidak berniat menggoda, hanya gerakan refleks saja sebab bicara dalam pujian karena kepikiran mommy Nadya, tapi apalah daya dia lupa yang di gosok seketika terkejut, berdenyut-denyut tidak menentu hingga tanpa sadar membangunkan sesuatu.


"Hayat"


Mereka berdua dalam posisi berbaring, Ahem sedikit dalam posisi duduk, hayat lebih condong kebawah memeluk perut Ahem, dia mendongakkan kepalanya sembari bertanya.


"He em?"


Bola mata mereka bertemu untuk beberapa waktu, tiba-tiba saja Ahem mensejajarkan diri nya membuat Hayat agak kaget, didetik berikutnya tiba-tiba saja.


Aihhh?!.


Hayat terkejut, laki-laki tersebut tiba-tiba meraih telapak tangan nya kemudian berkata.


"Kamu membangunkan nya"


"Ya?"


Gadis tersebut sama sekali belum paham namun didetik berikutnya dia baru mengerti, ingin bicara tapi tiba-tiba Ahem langsung menyatukan bibir mereka begitu saja, membuat gadis tersebut terkejut dan secara refleks memejamkan bola matanya.

__ADS_1


__ADS_2