Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Sial berkepanjangan


__ADS_3

Dia pikir dia salah memeluk orang.


Oh no... kenapa laki-laki ini lagi?.


Hayat jelas saja langsung membuang muka nya,dia memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu dan berpikir untuk kabur.


"Anda tidak apa-apa Miss?"


Oh god tentu saja terjadi apa-apa dengan hidup ku, kenapa dia lagi? kenapa tuhan? aku benar-benar sial 7 tanjakan, 7 turunan dan 7 tikungan.


Hayat berusaha menoleh, dia mengintip kearah laki-laki tersebut, seketika Hayat kembali memejamkan bola matanya, dia langsung membuang pandangannya dan didetik berikut nya tanpa aba-aba dalam hitungan detik melesat lari dari hadapan laki-laki dengan sempurnah.


Hayat kabur dengan cepat, mencoba untuk mencari toilet guna menetralisir perasaan kacau nya.


Dia adalah gadis buta bagaimana bisa tiba-tiba menjadi gadis normal bertemu laki-laki tersebut?!.


Bahkan pertemuan pertama begitu buruk, bagaimana bisa dia menabrak mobil nya, belum lagi itu adalah kakak Nadine, sahabat baiknya.


Ditengah rasa panik Hayat, diujung sana Ahem jelas mengulum senyumannya, dia pikir bagaimana bisa ada gadis seunik itu yang masuk kedalam hidup nya.


"Tidak ingin mengejar nya lebih dulu, sir?"


Tanya Rick cepat.


"Bukankah lebih menarik saat kami bertemu dalam satu ruangan bersama? aku ingin lihat bagaimana reaksinya nanti"

__ADS_1


sambil menaikan ujung bibirnya, kali ini wajahnya kembali terlihat datar dengan sikap dinginnya, senyuman yang digulungnya tadi untuk gadis tadi seketika menghilang.


Mereka bergerak melangkah menuju ke arah sisi kanan, di mana ruang pertemuan akan di adakan.


"Ahem, apa yang kamu lakukan?"


Terdengar suara seorang perempuan yang datang dari arah belakang laki-laki tersebut, seketika membuat Ahem mengerutkan keningnya, dia menoleh, seorang perempuan berjalan mendekati dirinya.


Ahem pikir kenapa perempuan itu ada di sini.


"Kau bersama seorang gadis sayang?"


perempuan cantik dengan alis judes itu bertanya cepat ke arah Ahem, iya tanpa sengaja melihat adegan tadi di mana ahem memeluk seorang gadis yang ada di hadapan laki-laki tersebut.


dia tahu Ahem tidak gampang tertarik pada seorang gadis sejak dulu, bahkan untuk mengambil hatinya pun sangat begitu sulit sekali.


Tapi Ahem benar-benar sosok yang bersih, laki-laki itu tidak pernah tersentuh oleh gadis dan Perempuan manapun, karena itu tidak heran banyak yang memuja nya dan orang-orang berharap bisa mendapatkan laki-laki pewaris kerajaan Hillatop tersebut.


mendengar pertanyaan perempuan yang ada di hadapannya itu jelas yang membuat ahem menaikkan ujung Alisnya.


"Sejak kapan gadis yang bersamaku menjadi urusanmu?"


nada datar dan dingin laki-laki itu seketika terasa menghunus jantung perempuan tersebut.


"aku hanya ingin tahu karena rasanya sangat tidak normal ketika seorang gadis asing tiba-tiba memeluk dirimu"

__ADS_1


Mendengar ucapan Perempuan itu seketika membuat Ahem mendengus.


"So, apakah itu menjadi masalah untuk mu?"


bayangkan bagaimana ekspresi perempuan tersebut saat ini, wajahnya seketika memerah.


"Sayang, jangan seperti itu, bukankah papa akan merencanakan pertunangan kita"


perempuan itu bicara kemudian tangan nya dengan cepat masuk ke dalam lengan Ahem.


dia menggunakan senjata itu untuk menekan laki-laki yang ada di sampingnya tersebut, Ahim jelas tahu jika mereka telah dijodohkan antara satu dengan yang lainnya oleh orang tua mereka.


"Aku sama sekali tidak pernah menyetujui nya"


dengan sekali gerakan, Ahem mengangkat lengannya kemudian dengan cepat.


"berhentilah bermimpi terlalu tinggi, Kalina"


Ahem bicara kemudian langsung meninggalkan perempuan itu begitu saja.


"Kauuu"


Wajah perempuan yang dipanggil Kalina itu langsung memerah, dengan perasaan kesal dia menggenggam erat pergelangan tangannya.seketika dia menyambar ponsel didalam tasnya


"Jalankan rencana A, aku mau penerus hillatop itu segera menjadi suami ku bagaimana pun caranya"

__ADS_1


setelah berkata begitu, perempuan itu menarik sudut bibirnya dengan seringai yang dalam.


__ADS_2