
"Bantu aku untuk menyakinkan Karla"
Ucap Lucas kemudian pada Hayat, laki-laki tersebut menatap dalam bola mata Hayat untuk beberapa waktu, seolah-olah dia bersungguh-sungguh meminta bantuan Hayat untuk saat ini.
mendengar ucapan laki-laki dihadapannya tersebut seketika membuat Hayat mengerutkan keningnya.
tiba-tiba satu kecurigaan menghantam dirinya.
"di mana Karla?"
Tanya Hayat dengan cepat, seolah-olah hatinya berkata sahabat baiknya itu pasti tidak ada di antara mereka saat ini.
Lucas terlihat diam kemudian dia berkata,
"Aku kehilangan dirinya, Karla terus berusaha menghindari ku, kali ini dia benar-benar kabur dari ku"
Ucap laki-laki itu cepat.
Hayat cukup terkejut mendengan apa yang diucapkan oleh Lucas, Karla menghilang?!.
__ADS_1
"sebenarnya aku bisa mengarahkan orang-orang ku untuk mendapatkan karla, tapi pada akhirnya perempuan itu pasti akan kembali berusaha untuk melarikan diri dari ku, lagi dan lagi sehingga hubungan kami berdua tidak memiliki kejelasan sama sekali"
laki-laki itu selalu menerangkan jika sebenarnya selama ini dia telah berusaha dengan banyak untuk meyakinkan Karla soal hubungan mereka.
"bukan seperti itu yang aku ingin, aku ingin dia menyakinkan diri jika aku benar-benar mencintainya dan tidak akan pernah melepaskan dirinya, tidak terbesit sama sekali di dalam diriku untuk melepaskan dirinya hingga hari ini, tapi status keluarga dan hubungan kami yang begitu pelik yang membuat kami tidak bisa bergerak untuk mengekspresikan cinta kami"
setelah berkata seperti itu luka berusaha untuk menghadapi dengan rasa seolah seribu kemudahan dan rasa tidak baik menghantam dirinya saat ini.
ekspresi wajah laki-laki itu jelas tidak baik-baik saja seakan-akan tidak ada cahayanya sama sekali.
"kapan dia menghilang ?"
tiba-tiba saja sejuta sesal menghantam dirinya, padahal dia jelas-jelas paham dan tahu bagaimana perasaan sahabatnya jika Karla dan Lucas pasti memiliki satu hubungan di belakang dirinya, namun dia sama sekali tidak mempertanyakan hal tersebut padahal bisa jadi gadis itu butuh seseorang untuk diajak bicara dengan baik.
karena itu tidak heran di pesta ulang tahun teman mereka kemarin dia lupa jika Karla tidak ada di antara mereka.
"sudah beberapa hari ini dan aku baru menyadarinya kemarin karena setiap kali aku mencoba untuk menghubunginya selalu gagal dan saat aku mendatangi apartemennya aku sama sekali tidak lagi menemukan satu saja barang yang di sana"
Lukas berusaha untuk menjelaskan.
__ADS_1
sejenak mereka tampak Diam tidak bicara apapun sama sekali, seolah pikiran mereka berkelana pada masing-masing pemikiran.
Hayat berusaha untuk mengingat biasanya setiap kali perempuan itu memiliki satu permasalahan dia akan pergi ke mana.
seakan-akan tahu apa yang dipikirkan oleh Hayat, Lucas buru-buru berkata.
"aku bisa mencari keberadaannya tapi seperti kataku di awal, aku tidak mungkin lagi menemui dirinya, aku butuh...."
"cari keberadaannya sekarang juga"
Hayat buru-buru menyela ucapan Lucas.
"sisanya kamu bisa menyerahkan semuanya padaku, aku akan bicara dengannya Dari hati ke hati sebagai sesama perempuan"
lanjut gadis itu kemudian sembari mencoba untuk meyakinkan laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.
mendengar kan kata-kata gadis itu membuat Lucas diam, laki-laki tersebut pada akhirnya menganggukkan kepalanya.
"Thank you Hayat, dan maafkan aku Lucas bicara sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1