Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Dalam keterkejutan


__ADS_3

dan bayang kan bagaimana kemarahan All Zigra saat dia mendengar ucapan istri nya dan juga dia melihat tindakan istri nya yang mencoba untuk melindungi sekretaris kepercayaann nya tersebut dan juga ketika Nadya berkata jika istri nya tersebut lah yang telah melakukan semua ini di belakang diri nya secara diam-diam.


Yang dia yakini pasti bukan sebentar tapi sudah lama.


"Bagaimana kau..?"


dia berusaha untuk menekan kesabarannya karena yang dihadapi bukan orang lain tapi istrinya, orang yang begitu dia percaya dan orang yang begitu dia cintai.


tidak pernah terselip sedikit pun kecurigaan jika istrinya yang terlibat untuk menutupi semua hubungan putranya, bahkan istrinya lah Yang memerintahkan Enrico agar tidak memberikan informasi kepada dirinya soal Ahem dan kekasihnya.


All Zigra kecewa, sangat!.


"Pergilah"


Nadya memberikan perintah tanpa persetujuan darinya dan meminta Enrico segera pergi dari hadapan mereka.


"jika kau berani beranjak aku yang akan memecat mu"


All Zigra langsung bicara dan memberikan nada ancaman, membuat Enrico seketika mematung dan terdiam.


"pergi dan pulanglah, aku yang akan mempertanggungjawabkan semua urusan kamu dan kamu tidak akan pernah dipecat dari pekerjaanmu"


Kali ini Nadya bicara dengan cepat memperingati agar enricor segera pergi dari hadapan mereka.


Ucapan istrinya seketika membuat wajah All Zigra memerah karena marah.


"Nadya..."


Tidak dia indahkan ucapan suaminya, memerintahkan Enrico segera pergi dari sana.


Enrico yang jelas kebingungan sejak tadi hanya bisa menatap kedua tuan nya secara bergantian, tapi mengingat dia masih membutuhkan pekerjaan itu dan dia membutuhkan uang, anggaplah keluarnya hilang dan dia mengabaikan ucapan All Zigra, dia mematuhi ucapan Nadya, memilih untuk segera pergi dari sana tanpa berpikir dua tiga kali.


"kau benar-benar telah melampaui batasan mu kali ini, Nad?"


Dan bayangkan bagaimana kemarahan laki-laki tersebut saat ini.


"aku melakukannya untuk kebaikan kita semua"


istrinya berkata dengan cepat sembari mencoba menatap dalam bola matanya, berjalan mendekatinya dan berusaha untuk bicara empat mata berdua.

__ADS_1


"kamu bilang ini kebaikan? hah...!"


All Zigra terlihat mendengus mendengar ucapan dari istrinya.


"kau sudah tidak mematuhiku lagi menjadi seorang istri dan kau berbuat seenak perutnya, membantah ucapan seorang suami dan bertindak sesuka hatimu seolah-olah kau lupa dengan janji suci kita?"


laki-laki itu bicara dengan cepat sembari menatap istrinya tajam, dia tidak pernah semarak ini kepada Nadya, karena baginya adalah Nadia segala-galanya dan juga merupakan titik paling terlemah dalam kehidupannya.


tapi untuk hari ini rasanya begitu berbeda, ini kali pertama dia meninggikan suaranya membentang istrinya atau bahkan rasanya dia ingin membacakan seluruh barang yang ada di hadapannya di hadapan sang istrinya namun dia masih berusaha untuk mengontrol emosinya.


"Ini bukan tentang kebaikan tapi ini tentang sebuah kebohongan besar yang kamu ciptakan untukku, kamu membiarkan putra kita berhubungan dengan musuh lama keluarga Hillatop, tidakkah kamu tahu yang menentangnya bukan hanya aku? ada banyak keluarga lain yang menentang mereka semua dan akan berkata kita telah menjadi gila karena membiarkan anak kita berhubungan dengan penerus Azzura"


laki-laki tersebut mulai bicara panjang lebar tidak dia pedulikan seberapa tinggi suaranya saat ini juga seberapa marahnya dirinya saat ini yang jelas dia bicara dengan ada menggebu-gebuk dan juga dia nyaris tidak bisa mengontrol ucapannya.


dia berani berkata seperti itu karena yang menentang jelas bukan dia saja dan baginya hubungan ahem juga kekasihnya sangat tidak masuk akal dan tidak akan pernah mendapatkan restu dari sisi manapun di dalam keluarga Hillatop.


"aku akan bicara pada Ahem dan mengakhiri hubungan mereka berdua, akan aku pastikan dia tidak akan berkencan lagi dengan garis tersebut dan berikutnya aku yang akan mengatur pertemuan dia dengan perempuan lain dan aku akan mengatur perjodohannya"


lagi-lagi tersebut kembali berucap memastikan agar putranya tidak lagi berhubungan dengan Putri penerus Azzura, dia pikir sebelum hubungan tersebut semakin menjauh sebaiknya dia menghentikan hubungan itu secepatnya.


karena dia takut jika Ahem telah bertindak melampaui batasannya dia takut jika dia tidak bisa lagi menghentikan putranya untuk tidak berhubungan lagi dengan Putri Azzura.


perempuan itu melangkah maju mendekati All Zigra, mencoba menyentuh dada suaminya sembari berkata.


"tenangkan dirimu dan Mari kita bicara dalam keadaan berkepala dingin"


ucap Nadia dengan suara yang sangat lembut.


"kau membuatku marah karena menyembunyikan hubungan mereka, Mari kita membatalkan hubungan itu agar tidak berlarut-larut dan terjun terlalu dalam"


laki-laki itu bicara cepat sembari menatap dalam bola mata istrinya.


"aku benar-benar akan mengatur perjodohan yang berbeda untuk dirinya aku yakin Ahem tidak akan menolak perempuan tersebut"


Saat laki-laki itu berkata begitu, Nadya langsung berkata.


"kita sudah tidak bisa lagi melakukannya, All"


ucap wanita itu pelan.

__ADS_1


"aku benar-benar minta maaf padamu sayang, Ahem dan Hayat sudah melangsungkan pernikahan mereka lebih dari 3 bulan yang lalu"


Duaaarrrrr.


Tarrrrrrrrrr.


seketika langit menghitam dan petir menyambar, seolah-olah bertepatan dengan suasana hati yang sangat tidak baik saat ini di mana kilatan di atas langit menghantam permukaan bumi.



All Zigra terlihat menatap istri nya tanpa bisa mengeluar kan suaranya, seolah-olah ada yang membuat nya tercekat dan sesuatu seakan-akan menyumpal di dalam tenggorokan nya saat ini.


percayalah apa yang diucapkan Nadya saat ini membuat dia seolah-olah nyaris kehilangan keseimbangannya, dia berusaha untuk mencari pegangan, takut tubuhnya terjatuh ke lantai saat ini juga.


Nadya memejamkan bola matanya, mencoba memegang lengan suaminya, tapi All Zigra menepis tangan nya dengan kasar.


"Dan menantu mu sedang hami muda saat ini"


Lagi rasanya kilatan petir menyambar, seolah-olah ada di puncak kepala All zigra, membuat laki-laki tersebut benar-benar mencari kursi sofa, menduduki dirinya disana, dia kehilangan suara nya, tidak berniat untuk berdebat, seperti nya dunia akan runtuh dimana tiba-tiba saja hujan deras menghantam bumi.


begitu deras dan tidak tertampung membuat dirinya tidak bisa membedakan mana suara hujan dan mana suara detak jantung nya.


Menikah dan hamil?!.


Dia Kalimat tersebut seperti pisau belati yang menghujam jantung nya, All zigra memilih menyandarkan tubuhnya di kursi yang dia duduki saat ini, laki-laki tersebut diam untuk waktu yang cukup lama Sembari memejam kan bola mata nya.


Nadya benar-benar khawatir, menatap suami nya dengan tatapan penuh rasa bersalah, dia mencoba duduk di bawah kursi suaminya, menyentuh tangan tua yang mulai keriput tersebut.


Di lantai bawah Enrico belum benar-benar pergi, dia masih dilanda kecemasan akut, laki-laki tersebut berdiri di pintu masuk mansion mewah tersebut sembari menatap kearah atas, langit tidak baik-baik saja, petir menggelegar, hujan membasahi bumi.


dia mendongakkan kepalanya, menatap keatas, masih jelas ingin memantau apakah semua baik-baik saja?!.


Satu ketakutan menghatam dirinya.


Dia tahu ini rumit.


Tapi bukankah perjalanan hidup seseorang tidak ada yang tidak rumit di awal? semua punya kisah masing-masing yang hingga mati akan sulit dilupakan.


Nikmati saja, karena tidak selamanya langit itu kelam dan hujan.

__ADS_1


__ADS_2