
Pada akhirnya Hayat menikmati makan malamnya yang jelas tertunda, di mana sebenarnya saat ini sudah jauh lewat dini hari bahkan sebentar lagi hari menunjukkan pukul 04.00 pagi.
tapi karena perut gadis tersebut sudah keroncongan sejak tadi, pada akhirnya dia tidak peduli waktu dan memutuskan untuk melahap makanan yang ada di hadapannya nya itu.
Ahem dengan setia menemani gadis tersebut untuk menghabiskan makanannya, membiarkan Hayat untuk menikmati sedikit demi sedikit makanan yang ada di atas meja yang memang sejak awal telah disiapkan untuk gadis tersebut sejak semalam oleh para pelayannya.
"Kamu menyukainya?"
laki-laki tersebut bertanya cepat kepada Hayat.
Hayat yang masih mengunyah makanan di mulutnya langsung mengganggukkan kepalanya, kemudian dengan cepat tangan kanannya yang memegang sebuah garpu meraih sepotong daging, menyuapkan nya pada Ahem.
"Aaaaaaaa"
Hayat bicara sambil membuka mulutnya.
Ahem yang melihat apa yang dilakukan oleh hayat seketika mengembangkan senyumannya, dia langsung membuka mulutnya secara.
__ADS_1
gadis tersebut menyuapinya sepotong daging laki-laki itu menerima suapannya kemudian mulai mengunyah potongan daging yang diberikan oleh hayat tersebut kepada dirinya.
setelah dia menghabiskan sepotong daging tersebut kembali hanya menyuapi dirinya dengan menu makanan yang lainnya secara perlahan tidak tahu kenapa tapi rasanya malam menjelang pagi ini ada sesuatu yang berbeda.
dia yang terbiasa makan sendiri tiba-tiba jadi makan berdua dengan seorang gadis, dia yang biasanya duduk sendirian di atas meja lama berpisah jauh dari orang tua dan saudaranya kini kembali merasa bisa menikmati sesuatu berdua dengan gadis yang ada di hadapannya tersebut.
"apakah kamu menyukainya? aku tidak begitu paham apa yang menjadi seleramu Sunshine, katakan padaku makanan apa yang paling kamu sukai?"
Hayat mulai bertanya ke arah Ahem, cukup penasaran dengan makanan yang menjadi menu favorit laki-laki tersebut..
"Apapun yang menjadi makanan kesukaan kamu, itu akan jadi makanan kesukaan ku"
mendengar jawaban laki-laki tersebut seketika membuat Hayat langsung menatap kearah Ahem.
"Aihhh mana boleh begitu, itu sama saja kamu memaksakan selera hanya karena ingin menuruti selera orang lain, itu pasti sangat menyiksa, misalnya kamu tidak menyukai makanan laut tiba-tiba harus memaksakan diri makan makanan laut atau bahkan kamu tidak suka sayur-sayuran tapi harus memaksakan diri untuk makan sayuran"
gadis itu langsung protes berat, dia tidak setuju dengan apa yang diucapkan oleh laki-laki di hadapannya itu, Hayat menggerak-gerakan jari telunjuknya dan berkata jika dia tidak ingin akhirnya mengikuti selera makannya jika laki-laki itu tidak mampu menyesuaikan perutnya pada selera perutnya.
__ADS_1
"yang paling tepat dan benar itu adalah kita saling menyesuaikan diri dan saling melengkapi apa yang ada di atas meja ketika kita makan, kehidupan pasangan yang benar adalah keseimbangan, tidak memaksakan diri untuk menghilangkan selera demi menyesuaikan diri pada selera pasangan, maksudnya yang benar adalah kita harus meletakkan porsi kita sama persis di atas meja, menyiapkan apa yang menjadi kesukaan kita dan saling menikmati apa yang ada dihadapan kita, tidak memaksa kamu harus ikut aku atau aku ikut kamu, karena berdua itu menyatukan perbedaan bukan memaksakan keinginan"
tiba-tiba saja gadis tersebut menjadi begitu bijaksana, membuat akhir yang mendengarnya langsung mengembangkan senyuman terindahnya.
"aku baru tahu ketika kamu serius kamu jadi begitu berbeda dan sangat dewasa"
ucap laki-laki tersebut sembari menatap Hayat dengan pandangan penuh kehangatan.
Hayat hanya ikut mengembangkan senyumannya kemudian dia langsung mengedipkan bola matanya berkali-kali.
"Aku ini bunglon, bisa menyesuaikan diri dalam keadaan apapun dan di manapun"
ucapnya dengan penuh percaya diri, membuat Ahem langsung terkekeh geli mendengarnya.
Di tengah obrolan mereka tiba-tiba saja laki-laki tersebut mendapatkan sebuah panggilan, ahem langsung mengerutkan keningnya untuk beberapa waktu, menurut ke arah handphonenya yang ada di atas meja dan menatap nama yang ada di layar handphonenya tersebut.
Dalam hitungan detik tiba-tiba ekspresi wajah laki-laki itu berubah menjadi begitu serius.
__ADS_1