Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
panik elastis


__ADS_3

Eng Ing Ong.


Krikkkk...Krikkkkk..Krikkkk.


Dan seketika suara jangkrik seolah-olah menguasai kepala mommy Nadya, dia bingung harus menjawab apa sebab....


"Sandal nyonya saya letakkan disini"


Pelayan Ahem bicara cepat dari arah pintu depan, meletakkan sandal Nadya yang di tinggalkan di teras depan.


Daddy All Zigra yang awal nya berpikir itu sandal istrinya langsung menaikkan ujung alisnya, begitu tinggi seperti alis...ah entahlah seperti alis siapa mommy Nadya tidak bisa konsentrasi mengingat nya.


Ohhh bibi kenapa masuk diwaktu yang tidak tepat.


Nyonya Nadya ingin sekali menepuk jidatnya karena panik dan percaya lah Ahem ingin sekali mengeluarkan bola mata nya saat ini.


"Lalu ini Heels siapa?!.


Tanya daddy All kemudian.


bayangkan mereka harus menjawab apa atas pertanyaan dari laki-laki di hadapan mereka, seandainya bibi pelayan tidak masuk dan membawa sendal Nyonya Nadya, wanita tersebut masih bisa untuk mengelak dan berkata itu adalah miliknya, tapi saat Bibi berkata sandal nyonya Nadia ada di depan, bayangkan bagaimana mereka berusaha untuk membohongi laki-laki tersebut saat ini.


Bibi seketika terkejut melihat sang tuan nya yang berdiri di sudut kanan pintu, tadi dia tidak melihatnya, ketegangan seperti nya terjadi dimana mommy Nadya menaik turunkan alis kanan nya.

__ADS_1


Ketika alisnya naik ke atas bola mata bibi naik ke atas, ketika alis nya turun kebawah dia ikut kebawah, mommy Nadya melirik ke arah sandal, memberikan kode pada wanita tersebut, tapi yang diberikan kode masih melanglang buana berpikir dengan berat maksud dari Nyonya besar nya.


"Hahaha itu sandal....sandal bibi ..."


Mommy Nadya bicara cepat, berusaha menetralisir datak jantung nya, langsung melotot kearah bibi pelayan, memberikan kode agar berkata iya itu sandalnya.


Wanita itu baru paham ketika melirik kearah sandal heels yang terletak di sisi kirinya.


Oh ya ampun.


Wanita tersebut menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Kenapa sandal keartisan ku disini?"


Tuan All zigra terlihat bengong, menatap kearah pelayan putra nya tersebut sembari mengerutkan keningnya, tidak tahu kenapa tapi rasanya sedikit aneh dan membuat dia berpikirnya sangat keras.


"itu adalah sandal bibi?"


laki-laki tersebut bertanya dengan penuh ketidakpuasan sembari dia memicingkan sedikit bola matanya.


"ukurannya cukup kecil, sedikit tidak sebanding dengan ukuran tubuh bibi"


ucap laki-laki tua tersebut cepat seolah-olah melesatkan sebuah tanya, dia pikir apakah mungkin tubuh yang sebesar itu dengan kaki yang terlihat sangat cukup gendut-gendut menggunakan heels yang ukurannya lebih kurang seperti istrinya atau bahkan putrinya.

__ADS_1


"Ahhh tentu saja, ini elastis"


bisa-bisanya bibi pelayan menjawab dengan cepat meskipun sebenarnya dia cukup gelagapan, dia jelas tahu siapa sang pemilik sandal 👡 tersebut.


"Sayang... berhentilah terlalu memikirkan soal sandal, kita harus buru-buru pergi karena Gao menunggu kita"


Nyonya Nadya langsung menarik lengan suaminya, kepalanya tiba-tiba jadi berdenyut-denyut saat ini, dia terus memaksa menarik lengan suaminya agar segera pergi dari kediaman putranya.


Tuan All zigra akhirnya menurut, mereka bergerak menuju ke arah halaman depan, bergerak menuju kearah bagasi mobil.


Tuan All zigra pikir membiarkan istrinya naik ke mobil nya dimana Nyonya Nadya terlihat pusing Sembari mencoba untuk mengejar langkah, dia berniat naik k mobil suaminya dan membiarkan sopir nya pergi membawa mobil dia, tapi seketika bola mata Nadya langsung membulat ketika dia menyadari soal sesuatu.


"Akhhhhhh?"


Dia terpekik menatap sesuatu yang menegangkan saat ini.


"Sayang ada apa?"


Tuan All zigra jelas terkejut, menoleh kearah istrinya yang terlihat menegang dan habis melihat hantu.


"Sayang....?"


Oh ya ampun apa yang aku lihat ini?!.

__ADS_1


Nadya terpekik histerius didalam hati nya karena panik.


__ADS_2