Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Kedatangan tiba-tiba


__ADS_3

Mansion utama Ahem


Indonesian.


ketika matahari mulai menampakan sinarnya, di mana cahaya nya terasa menerjang tepat di bagian wajah dan bola matanya, Hayat berusaha untuk menutup pandangannya dengan tangan kanannya.


namun rupanya saat dia melakukan pergerakan seperti itu sang suaminya lebih dulu menutupi cahaya matahari tersebut dengan menyingkap gorden yang ada di sisi kiri kamar yang mereka tempati itu.


Hayat terlihat mengembangkan senyumannya tanpa membuka sedikitpun bola matanya dan kembali berusaha untuk tidur, namun rupanya Ahem langsung bergerak naik ke atas kasur kemudian mencoba untuk menggodanya.


Hayat berusaha untuk bangun dari tidurnya, namun realitanya dia bergerak dengan enggan saat Ahem menggoda nya.


"sepertinya aku masih sangat mengantuk"


perempuan itu bicara dengan manja, mengulurkan kedua belah tangannya dan menunggu Ahem masuk ke dalam dekapannya.


laki-laki tersebut mengulum senyuman membiarkan dirinya memeluk perempuan itu secara perlahan dimana kedua belah tangan Hayat meraih lehernya dan dia menenggelamkan dirinya ke dalam pelukan perempuan tersebut.


"Bisa aku tidur sebentar lagi sunshine?!"

__ADS_1


perempuan itu bertanya pada suaminya sembari masih memejamkan bola matanya, membiarkan dia menenggelamkan dirinya dan menikmati aroma wangi suaminya yang jelas sudah mandi dan dia menenggelamkan kepala laki-laki itu kedalam dada nya, bisa dia rasakan Ahem mencium lembut tepat di bagian sisi kiri lehernya, tidak tahu kenapa tapi rasanya enggan sekali untuk bangun saat ini, seolah-olah dia belum siap untuk membuka matanya dan melakukan aktivitas di pagi hari ini karena rasa lelah yang masih menerjang dirinya.


"rasanya pinggang ku seolah-olah ingin lepas, dan aku tidak sanggup untuk bangun saat ini"


Hayat kembali bicara dengan manja, dimana bola matanya masih tertutup rapat dan enggan untuk terbuka.


laki-laki itu terlihat membuang senyumannya, kembali mencium leher istrinya untuk beberapa waktu kemudian menggesek-gesekkan pipi kirinya ke pipi kiri Hayat secara perlahan.


"baiklah sayang, katakan pada ku akan tidur berapa jam lagi?"


Laki-laki itu bertanya sembari dia membiarkan satu tangannya mengelus lembut pipi istrinya tersebut, dia sadar jika istrinya memang belum sanggup bangun dari tidurnya.


dia pikir itu wajar karena beberapa waktu ini mereka hilir mudik kesana kemari bahkan keluar negara untuk mengurus beberapa persoalan mulai sejak mereka akan melangsungkan pernikahan, jadi jika sang istrinya merasa sangat kelelahan dia sama sekali tidak bisa bicara.


laki-laki tersebut berbisik kemudian meletakkan kepalanya tepat di atas bantal di samping istrinya tersebut, membiarkan dirinya menatap wajah istrinya yang kini kembali tertidur lelap dan tenggelam ke dalam alam mimpi nya sekali lagi.


Ahem sama sekali tidak membuat pergerakan ataupun bicara sepatah kata pun, membiarkan dirinya ya terus menatap wajah Hayat untuk beberapa waktu.


Entahlah berapa lama waktu berlalu hingga pada akhirnya samar-samar dia mendengar suara dari arah lantai bawah, kemudian tiba-tiba saja terdengar suara langkah kaki tergopoh-gopoh dan mengetuk pintu kamar utama di mana dia dan istrinya berada saat ini.

__ADS_1


"Tuan?"


itu adalah pelayan kepercayaannya, wanita itu menunggu jawaban dari Ahem.


"masuklah bibi"


laki-laki tersebut menjawab ucapan sembari menetap ke arah daun pintu yang dibuka dengan terburu-buru, dia membenahi posisinya sembari sebelumnya mencium lembut kening istrinya lantas berbisik.


"Tidur lah lagi,aku pikir mungkin ada sesuatu yang penting terjadi"


laki-laki tersebut kemudian langsung berdiri dari posisinya itu kemudian melangkah mendekati bibi pelayan yang kini bergerak cepat mendekati dirinya.


"katakan?"


Ahem bertanya pada wanita di hadapannya itu sembari mengurutkan keningnya.


"Tuan besar ada dibawah, bergerak ke atas mencari tuan"


wanita itu menjawab dengan cepat dan menampilkan ekspresi wajah cemas sembari menatap dalam wajah Ahem.

__ADS_1


"Ya?"


laki-laki tersebut jelas terkejut mendengar apa yang diucapkan oleh pelayannya.


__ADS_2