
Disisi lain.
Kalina terlihat menaikkan ujung alisnya memilih untuk menatap beberapa foto yang ada di hadapannya, seorang laki-laki kepercayaan nya mendapatkan berbagai macam informasi soal Ahem belakangan ini.
dia masih begitu terobsesi pada laki-laki tersebut, berusaha untuk mencari cara mendiskusikannya bagaimanapun caranya.
Sangat sulit sekali mendapatkan laki-laki tersebut, meskipun dia telah menggunakan berbagai macam cara, realita dia tidak juga berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan.
karena itu terkadang dia berpikir, dia harus menghalalkan beberapa cara untuk mendapatkan laki-laki tersebut agar dia meraih kepuasan tersendiri untuk memiliki Ahem dan hari ini tiba-tiba seulas senyuman mengembang dibalik bibir nya.
"Mereka selalu bergerak berdua kemana-mana sejak dari Paris"
Laki-laki dihadapan Kalina berkata mantap, menatap nona nya dengan seksama, laporan nya membuat sang nona merasa puas, hal itu jelas menguntungkan dirinya, bonus besar akan dia dapatkan atas informasi yang tidak biasa.
"ini sedikit aneh seperti nya mereka tinggal satu atap selama ini"
lagi dia berkata begitu, menyerahkan foto lainnya pada sang bos besar nya tersebut.
"Mereka selalu masuk kekediaman Ahem dikala malam dan keluar dikala pagi, hampir setiap pagi seperti itu, nona"Lanjut nya lagi.
__ADS_1
Kalina memperhatikan satu persatu foto yang berpindah ke tangan nya, dia membolak-balikkan foto tersebut untuk beberapa waktu hingga sampai pada beberapa foto terakhir yang dimiliki nya.
"Gali lebih dalam"
Kalina bicara sambil meletakkan kembali tumpukan foto tersebut ke atas meja kerjanya.
"Pastikan ada sesuatu yang mengejutkan yang aku dapatkan, agar aku bisa memberikan pada paman All Zigra untuk menghancurkan hubungan kedua nya"
Dia bicara sambil menggeser sebuah amplop mendominasi berwarna putih kehadapan laki-laki didepan nya itu.
"Semakin cepat semakin bagus, dan semakin besar berita kau tahu?"
"Kamu akan senang dengan hadiah tak terduga nya"
Lanjut Perempuan tersebut lagi kemudian.
"Baik nona"
Laki-laki tersebut menarik amplop mendominasi berwarna putih yang di berikan Kalina, dia jelas menampilkan ekspresi bahagia nya, upaya yang dilakukan nya cukup mendapatkan imbalan yang sepadan.
__ADS_1
Semakin banyak informasi bermanfaat akan semakin menyenangkan bos nya.
Tentu saja dia akan melakukan nya, dia langsung menundukkan kepala nya, berpamitan untuk beranjak pergi dari sana.
Kalina terlihat puas, membalikkan tubuhnya dengan cepat sembari dia meraih sebuah gelas berisi wine di atas meja, satu kilatan penuh ambisi memenuhi bola matanya diiringi berbagai macam tanya didalam kepalanya.
Kenapa Hayat bisa ada di mansion Ahem 1*24 dalam setiap hari nya? kenapa perempuan tersebut keluar kemudian kembali masuk kedalam kediaman tersebut tanpa kembali ke Palembang?!.
Jutaan pertanyaan menghantam dirinya saat ini, mencoba menyambung kecurigaan didalam dirinya, pernikahan dengan Lucas yang dibatalkan dan masuk kedalam pelukan Ahem dengan cara tidak lazim.
"Hubungan apa yang kau jalani dengan penerus Hillatop?"
Kalina bertanya didalam hatinya, dia menyesap minuman nya secara perlahan, menikmati wine tersebut dalam kegelisahan.
Sebenarnya dia cukup cemburu dan marah, Hayat selalu selangkah lebih maju daripada dirinya, dan kenapa Ahem lebih memilih perempuan yang bergerak gesit dan konyol seperti itu ketimbang dia yang pintar dalam segala bidang bahkan di atas kasur sekalipun.
Dia jelas berada di atas rata-rata, tubuhnya pun jauh lebih indah dari Hayat, lalu kenapa laki-laki Hillatop tertua tersebut lebih tertarik pada gadis sembrono yang suka bertindak diluar kapasitas orang-orang?!.
Kalina menggenggam erat telapak tangan nya dengan jutaan kekesalan.
__ADS_1