Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Istri yang sedikit agresif


__ADS_3

Mansion utama Hayat dan Ahem


Pagi.


Ahem bergerak mendekati istrinya setelah dia baru selesai menggunakan pakaian kerja nya, dia menyerahkan dasi kerjanya pada sang istri agar perempuan tersebut menggunakan nya pada kerah pakaian nya.


melihat gerakan dari suaminya seketika membuat Hayat mengembangkan senyumannya, dia meraih dasi tersebut secara perlahan kemudian mulai menggunakannya pada sang suaminya dengan gerakan yang begitu lembut juga cukup hati-hati.


Ahem sedikit mendongakkan kepalanya dan membiarkan istrinya membenahi dasi ke lehernya.


sejenak keheningan terjadi di antara mereka dimana Hayat mulai berkonsentrasi membenahi dasi itu sejak tadi.


"apakah perutnya masih terasa mual dan tidak nyaman?"


laki-laki tersebut pada akhirnya bertanya sembari menatap istrinya untuk beberapa waktu, yang ditanya tanpa mengulum senyumannya.


"belakangan anak kita sedikit bertingkah, sepertinya sengaja ingin membuat mommy nya gelanggapan menghadapi dirinya."


Hayat mulai bercerita sembari dia mengembangkan senyumannya gimana tangan kanan dan kirinya tetap Fokus membenahi dasi suaminya tersebut.


"sebenarnya anak kita tidak bertingkah hanya saja dia ingin memperkenalkan dirinya pada umumnya dengan cara yang sedikit berbeda, membuat mommy nya sedikit kesulitan pada perkenalan pertama"


akhir pada akhirnya menjawab apa yang diucapkan istrinya sembari dia bicara sambil menggulung senyumannya menangis wajah istrinya untuk beberapa waktu dalam tatapan penuh cinta jangan ditanya bagaimana bahagianya dirinya saat ini ketika pada akhirnya mereka dititipkan oleh Allah dengan rezeki yang tidak terduga.


mendengar ucapan suaminya seketika membuat Hayat terkekeh kecil.


"ya kamu benar mungkin dia ingin mengajakku berkenalan untuk pertama kalinya dan berkata Mommy aku ada di sini saat ini dan maaf akan sedikit membuatmu tidak nyaman dengan ke' rese'an ku"


lagi perempuan itu tertawa kecil sembari menepuk-nepuk dada kiri suaminya.


"mungkin dia ingin berkata jika sebenarnya dia telah hadir diantara kita dan berharap kita tidak menyia-nyiakan dia"


setelah itu ayah terlihat diam untuk beberapa waktu sembari dia mencoba menatap ke arah suaminya, meneliti bola mata hangat tersebut dengan seksama.


"tentu saja dia memberikan kabar gembira dan berharap kita menerimanya dengan penuh kebahagiaan dalam keadaan apapun."


laki-laki itu bicara sembari menatap dalam wajah istrinya.


tidak tahu kenapa setiap kali dia melihat wajah Hayat, ada jutaan rasa bersalah yang menghantam dirinya seakan-akan dia berpikir dia belum berhasil menjadi suami untuk istri nya tersebut, dan dia membawa Hayat pada kesulitan yang tidak seharusnya dia lakukan.


seolah-olah Ahem berpikir dia telah memisahkan Hayat dari bagian keluarganya, atas keegoisan cinta yang dimiliki oleh dirinya, mana saja dia tidak menjadi serakah dan egois atas cintanya mungkin dia tidak akan menyelesaikan istrinya hingga sejauh ini hingga pada akhirnya secara perlahan Ahem menyentuh lembuan wajah istrinya tersebut yang terlihat memucat mungkin karena efek kehamilan yang terjadi

__ADS_1


"selalu bahagia dan tersenyumlah bersamaku jangan pikirkan soal apapun dan aku bersumpah akan membuat semuanya indah pada waktunya, bersabarlah sebentar hingga hari itu tiba"


bola mata laki-laki itu menelisik wajah istrinya, tatapan hangat penuh cinta tersebut dilesatkan olehnya pada bola mata Hayat.


mendengar ucapan Ahem seketika membuat perempuan itu mengangguk kan kepalanya, dia kembali melebarkan senyumannya dan membuang segala macam pemikiran berat yang ada di kepalanya.


"kamu tahu sayang ibu dan anak butuh refreshing juga butuh pemikiran yang baik tanpa harus terpa banyak akan sesuatu karena itu akan membahayakan ibu dan janinnya, aku tidak ingin kamu sampai seperti itu, tetaplah bahagia dan jangan pernah memikirkan soal apapun karena semuanya aku yang akan mengatasinya"


lagi laki-laki tersebut berucap, mencoba meyakinkan istrinya bahwasanya dia akan mengatasi semuanya.


Hayat mengangguk-anggukkan kepalanya, menelisik wajah Ahem lama.


sepersekian detik kemudian tiba-tiba saja Ahem melesatkan ciuman nya pada istrinya, begitu hangat dan lembut, ciuman pagi yang yang sebenarnya bisa membangkitkan satu keringat bercampur hasrat yang mendalam.


Mungkin jika Hayat tidak dalam keadaan hamil trimester pertama mungkin dia tidak hanya sekedar memberikan ciuman hangat untuk istrinya, bisa jadi dia akan memberikan sesuatu hangat yang lainnya sebagai penambah semangat pagi untuk mereka berdua.


entah berapa lama ciuman tersebut berlangsung hingga pada akhirnya laki-laki itu secara perlahan melepaskan ciumannya, kembali salat senyuman mengembang di balik bibirnya sembari dia menatap Hayat yang kini menatap balik ke arah dirinya.


"Tidak mau melanjutkan nya sunshine?"


Istri nya Bertanya sedikit menggoda sambil memicingkan bola matanya.


Ahem terkekeh melihat ekspresi Hayat.


"No sayang, ini tidak dalam kondisi waktu luang dan aku takut hal yang buruk juga terjadi pada kandungannya"


laki-laki tersebut bicara dengan cepat sembari mengelus lembut kepala istrinya.


mendengar jawaban dari suaminya seketika membuat Hayat memunyungkan bibirnya, tidak bisa dilihat sepertinya sang istri menginginkannya pagi ini.


itu menjadi sebuah keuntungan ketika kamu memiliki istri yang jauh lebih agresif daripada dirimu, dan dia memiliki istri yang begitu agresif dan juga sangat nakal.


"No... dokter bilang tidak di bulan pertama dan kedua"


laki-laki tersebut mencoba untuk mengingatkan sembari mencium lembut kening Hayat.


Bisa dia lihat istri nya merenggut, menahan tubuhnya dan tidak rela Ahem beranjak saat ini juga.


"Mari melakukan nya di malam hari, aku akan memanjakan mu dan tidak bertindak lebih hmmm"


Ckckkckc dia benar-benar suami yang pengertian

__ADS_1


Hayat terkekeh, wajahnya langsung memerah.


"Aku harus Ke perusahaan sekarang, ini sudah cukup terlambat hmm"


Hayat pada akhirnya mengangguk kan kepalanya dengan cepat.


"Apa aku boleh pergi ke tempat Karla? aku merindukan nya"


Tiba-tiba Hayat meminta.


"Jangan bawa mobil sendiri"


"Aku akan minta dia menjemput ku langsung, aku pikir akan pergi ke rumah sakit untuk menemui Sera"


Lagi Hayat meminta izin.


Ahem menganggukkan kepalanya.


"Itu lebih bagus"


Ucapnya pelan.


Dia pikir memang sebaiknya Hayat berkumpul dengan teman-teman nya, dia takut jika hal buruk akan terjadi jika Hayat membiarkan dirinya berada di kamar terus menerus.


"Aku pergi sekarang."


" he em"


Pada akhirnya Hayat langsung mengikuti langkah suaminya dan mengantar laki-laki itu menuju ke arah lantai bawah dan bergerak ke garasi mobil.


Membiarkan sang suami nya pergi dari sana dan melaksanakan tugas wajib nya diperusahaan.


begitu ahem bergerak membawa mobilnya secara perlahan menjauh dari sana hanya dengan cepat langsung melambaikan tangannya dan membiarkan suaminya bergerak menghilang secara perlahan dari pandangannya.


berikutnya bergerak dengan cepat kembali masuk ke dalam Mansion itu kembali naik ke arah kamarnya.


"Bibi"


Hayat sempat memanggil pelayan rumah untuk beberapa waktu.


"Aku akan pergi bersama teman ku"

__ADS_1


yang di panggil berjalan tergopoh-gopoh kemudian menganggukkan kepalanya dengan cepat.


__ADS_2