Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Saling menjebak


__ADS_3

Disisi yang berbeda


Sebelum Nadine dan Hayat meminum minuman nya.


Seorang gadis menaikkan ujung alisnya saat seorang laki-laki mencoba bicara kepada nya, mereka berdiri menepi di sudut ruangan, obrolan serius terjadi pada mereka.


"Kau bukan kah menyukai Ahem? aku akan membantu kamu untuk mendapatkan laki-laki tersebut"


laki-laki itu bertanya sambil menatap lawan bicara nya dengan tatapan begitu serius.


"kau bicara apa?"


Gadis itu bertanya dengan tatapan yang sedikit bingung.


Laki-laki itu tidak menjawab, dia menggeser sesuatu kehadapan gadis tersebut.


Bentuk nya persis seperti botol parfum, tapi ukurannya tidak lebih dari jari telunjuk orang dewasa.


"hubungi Nadine dan katakan kamu butuh dia menjemput mu, aku jamin gadis itu akan menghubungi Ahem untuk meminta izin"


Laki-laki itu tahu betul kebiasaan Nadine, putri Hillatop itu tidak akan pernah pergi tanpa memberitahukan saudara laki-laki nya.


Jadi dia akan menangkap 2 ikan sekaligus malam ini.


"Lalu buat kejutan ulang tahun untuk Adik ku dan tahan dia agar tidak pulang sebelum waktunya, aku akan menahan Ahem agar tidak bergerak juga dari sini"


Laki-laki itu kembali bicara.


"Bubuhkan ini kedalam minuman Nadine, aku yang akan mengatur soal Ahem, setelah itu aku pastikan kita memiliki apa yang ingin kita miliki bersama"


Setelah berkata begitu laki-laki itu meraih gelas minuman nya, dia menunggu Jawaban dari gadis tersebut.


Sejenak Gadis tersebut menatap botol kecil yang diberikan oleh laki-laki itu untuk beberapa waktu, kemudian dia secara perlahan menatap handphone yang ada ditangan nya.


"Putuskan lah, waktu kita tidak banyak"


laki-laki tersebut bicara sambil menatap lekat-lekat gadis yang ada dihadapan nya.

__ADS_1


alih-alih menjawab, gadis tersebut terlihat menggenggam erat botol kecil tersebut secara perlahan.


******


Disisi lainnya.



Bola mata Kalina menatap tajam ke arah lantai bawah di mana dia bisa melihat seorang laki-laki bergerak dengan terburu-buru di antara lautan manusia yang mulai menggila didalam tempat tersebut karena waktu semakin menanjak naik berlomba dengan malam.


Ahem tampak berjalan tergesa-gesa Kearah depan, mencari seseorang diantara lautan manusia tersebut.


Perempuan itu terlihat menaikkan ujung bibirnya untuk beberapa waktu.


"Nona?"


seorang perempuan datang sembari menundukkan kepalanya.


Kalina menoleh kearah Perempuan tersebut sejenak, kemudian membuang pandangannya, kembali menatap sosok Ahem yang kini berhenti karena di sapa oleh seseorang.


begitu Perempuan tersebut berkata tuan Wuu sudah datang, Kalina buru-buru menoleh.


"Ohhh paman"


Kalina langsung bergerak mendekati seorang laki-laki berusia sekitar 50 tahunan tersebut.


"Sulit sekali untuk menemui kamu dalam beberapa waktu ini, Kalina"


mereka terlihat saling memeluk antara satu dengan yang lainnya.


"Maafkan aku karena kesibukan ku, paman"


Ucap Kalina lantas melepaskan pelukannya.


"so katakan pada ku, apa yang kau butuhkan?"


laki-laki tersebut kini bertanya sambil menatap dalam wajah Kalina.

__ADS_1


"aku butuh bantuan pakan untuk mendapatkan seseorang"


tanpa harus berbasa-basi Kalina langsung bicara pada inti Utama.


mendengar ucapan Kalina, seketika membuat laki-laki tersebut menaikkan ujung alisnya.


"katakan"


"Aku menginginkan seseorang"


Tuan Wuu terlihat diam, dia kemudian berkata.


"Laki-laki?"


"yah aku ingin paman bisa mengatur agar aku mendapatkan seseorang"


lanjut Kalina lagi.


"Jika aku bisa mendapat kan nya malam ini, aku akan memberikan banyak keuntungan untuk paman didalam perusahaan"


laki-laki tersebut tertawa kecil mendengar ucapan Perempuan dihadapan nya.


"kau sudah pandai bernegosiasi saat ini"


"bukankah ini yang diajarkan paman dan daddy pada diri ku sejak usia dini?"


lagi tuan Wuu tertawa terbahak-bahak.


"katakan siapa?"


"Ahem Hillatop, aku menginginkan nya dan mengikat nya malam ini bagaimana pun caranya"


mendengar kata Hillatop kelas membuat laki-laki tersebut Cukup terkejut.


"Selera mu benar-benar tinggi"


ucap laki-laki tersebut sembari menatap takjub pada Kalina.

__ADS_1


__ADS_2