
Enrico menatap punggung Tuan nya yang mulai keluar dari mobil mereka untuk beberapa waktu, dia menunggu laki-laki tua tersebut menghilang di balik pintu.
dia tahu laki-laki itu tiba-tiba berubah melangkah gontai, saat mengetahui Ahem memiliki kekasih tapi tidak kunjung dikenalkan kepada dirinya.
Seorang ayah akan memiliki respon yang sama, persis seperti tuan Allzigra ketika dia kehilangan informasi soal anak kesayangan nya.
apalagi tuan nya sudah berkali-kali mendesak Ahem agar segera menikah, mencarikan calon menantu tapi tak kunjung ada yang disukai nya.
seharusnya Allzigra bahagia, tapi tidak tahu kenapa dia terlihat sedih saat tahu Ahem tidak jujur pada nya soal gadis tersebut.
Mungkin itu respon normal seorang ayah atas putra nya, sedikit kecewa karena bukan dia menjadi orang pertama yang mengetahui hubungan putra kesayangannya.
meskipun dia juga berpikir kenapa tuan mudanya tidak memberitahukan kepada tuan besar nya lebih dulu jika memang memiliki ke kasih dan mengenalkan nya dengan cepat, tapi laki-laki itu pikir mungkin Ahem belum sempat saja untuk melakukan nya mengingat jadwal laki-laki tersebut belakangan sangat padat dan rapat.
Enrico sejenak menghela nafas secara perlahan, dia menatap kembali kearah depan, membiarkan dirinya diam sejenak di sana.
laki-laki tersebut memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu, seolah-olah dia memang sedang menunggu informasi dari seseorang saat ini.
Entahlah berapa lama waktu berlalu hingga selang beberapa waktu kemudian seseorang menghubungi dirinya, handphone nya berdering dengan kencang.
Tanpa menunggu dua tiga detik, laki-laki itu dengan cepat langsung mengangkat panggilannya.
"Katakan"
__ADS_1
Dia bicara dari headset nya, bertanya cepat tanpa suka berputar-putar kesana-kemari, seakan-akan memang menunggu lawan bicaranya menghubungi nya Sejak tadi dan siap mendengar informasi nya sekarang juga.
Enrico mendengar jawaban dari ujung sana, dia diam untuk beberapa waktu tanpa ikut bicara sama sekali.
saat dia mendengar jawaban dari ujung sana laki-laki tersebut tampak diam, dia menggenggam stir mobilnya sejenak sambil menghela nafasnya berat.
Sial, Ini tidak baik-baik saja.
Batin nya kemudian satelinganya mendengar dengan baik apa yang disampaikan oleh sang informasi soal Ahem dan gadis yang ada bersama nya
Azzura company?!.
Enrico tercekat.
siapa yang tidak tahu skandal mengerikan 2 kekuarga dimasa lalu, dimana kakek Allzigra meninggal dunia di tangan Kakek Azzura.
Permusuhan dari generasi tanpa kata maaf terus berlanjut hingga hari ini.
Hillatop company, kala itu anak tertua kehilangan adik kandung nya dimana laki-laki tersebut ditembak dan dibunuh tepat didepan tunangan nya yang diperkosa dengan cara yang kejam.
tapi versi berbeda pula terdengar dari keluarga Azzurra, sejak awal putra bungsu Hillatop yang memanipulasi ingatan tunangan nya, memaksa gadis yang dicintainya untuk melupakan nya dan jatuh cinta pada putra bungsu Hillatop di zaman itu, menipu banyak orang salam manipulasi kenyataan masa lalu, dia tidak merampas tunangan putra bungsu Hillatop, tapi penerus Azzura mengambil kembali gadis yang memang seharusnya menjadi hak nya meskipun awal pernikahan Begitu menyakitkan.
dan putra Azzurra Berkata, dia tidak pernah membunuh putra bungsu Hillatop, orang lain yang menembaknya malam itu.
__ADS_1
meskipun dia tidak tahu kisah yang sebenarnya sebab dia belum lahir bahkan belum berbentuk menjadi sebongkah darah pun, bahkan mungkin ayah nya saja belum juga terbentuk, sejarah masa lalu kata nya begitu memukul keluarga Hillatop hingga menimbulkan kemarahan, kebencian dan permusuhan hingga hari ini dengan keluarga Azzurra.
jika dua anak cucu mereka bersama dan menikah, bayangkan bagaimana jadinya?!.
kisah Romeo dan Juliet abad modern akan terulang lagi dalam ketidaksetujuan di mana hubungan mereka akan mendapatkan pertentangan dari kedua belah pihak.
"sejauh ini siapa saja yang tahu hubungan mereka?"
Enrico bertanya dengan cepat.
lagi terdengar sahutan dari seberang sana.
"jangan bicarakan pada siapapun, biarkan seperti ini dulu karena aku takut jika beritanya pecah ini tidak akan menjadi baik-baik saja"
setelah itu laki-laki tersebut langsung mematikan panggilannya, Enrico memijat-mijat pelipis nya untuk beberapa waktu.
niat hati dia ingin melajukan mobilnya ke arah depan namun tiba-tiba saja dia mendengar suara teriakan dari dalam rumah tuan nya, Enrico jelas terkejut setengah mati, langsung menoleh dan melihat beberapa pelayan tampak gelagapan berlarian kesana-kemari seolah-olah sesuatu yang buruk terjadi.
tanpa berpikir dua tiga kali laki-laki tersebut langsung turun dari mobilnya dan berlarian melesat masuk ke dalam Mansion milik tuan nya itu.
Enrico membeku saat dia melihat satu pemandangan mengejutkan didepan nya.
"Enrico...."
__ADS_1
Mommy Nadya berteriak histeris sembari memeluk laki-laki tua yang tergeletak di lantai dalam keadaan tidak berdaya.
"Tuan...."