Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Tak mudah menjadi ibu


__ADS_3

Hillatop Construction


Ruang kerja Ahem.


"Kamu sudah mendapatkan berkas nya?"


Nyonya Nadya bertanya cepat kepada putranya begitu dia tiba di dalam ruangan kerja Ahem.


laki-laki tersebut langsung menganggukkan kepalanya ketika dia melihat mommy nya masuk ke dalam ruangannya sembari bertanya tadi.


"Aku sudah mendapatkannya dari Enrico"


Laki-laki tersebut menjawab.


"kita masih berusaha merangkai benang kusut apa yang terjadi di antara kedua kubu di masa lalu"


Nyonya Nadya bicara cepat, dia menatap putranya dalam.


"kita butuh seseorang dari keluarga Hillatop yang tahu dengan betul kisah mereka dan kita butuh seseorang dari keluarga Azzura yang juga tahu betul bagaimana kisah mereka, kita harus mempertemukan keduanya dan mencocokkan cerita yang sebenarnya terjadi di masa lalu dan menyebarkan semua serta bukti-buktinya kepada Daddy mu Dan juga mertua mu"


wanita tersebut bicara dengan cepat kemudian dia memilih duduk di salah satu kursi yang ada di hadapan meja kerja Ahem.


"ini mungkin sedikit lamban karena kita jelas menggali informasi berabad-abad yang lalu, ditambah lagi saat ini kita harus melangsungkan pesta pernikahan Nadine Dan Azlan terlebih dahulu"


Mommy Nadya bicara cepat,dia memilih duduk diatas kursi mendominasi berwarna hitam tersebut sambil berusaha untuk menghela nafasnya pelan.


sebenarnya seluruh keadaan tidak baik-baik saja, ada berbagai macam persoalan yang menghantam mereka, jangan ditanya bagaimana perasaannya saat ini, namun dia berusaha untuk berkata semua pasti akan berjalan dengan baik dan lancar meskipun sebenarnya dia belum tahu sama sekali apa yang akan terjadi kedepannya.


satu persatu persoalan putra-putri mereka harus diselesaikan, Gao dan Ayana baru melangsungkan resepsi pernikahan yang tertunda, sekarang di susul oleh rencana pernikahan Nadine Dan Azlan.


Belum lagi tekanan suami nya agar menjodohkan Zoe dan gadis dari keluarga William konstruksi, dan ditambah urusan asmara Freya yang kacau balau.


Gadis nakal itu berkencan dengan laki-laki brengsek beberapa bulan yang lalu, dia minta zie mengawasi nya dan kini putri nya malah memilih jarang pulang keruma.


Ternyata jadi seorang ibu sangat sulit dan butuh kesabaran ekstra.


mendengar pernikahan Nadine Dan Azlan, Ahem terlihat diam.


"Dan lagi Freya belakangan sulit dihubungi, ini membuat mommy harus benar-benar ekstra untuk memikirkan banyak hal"


Ucap wanita tersebut lagi kemudian.


tidak tahu kenapa mendengar keluhan dari mommy nya seketika membuat Ahem merasa bersalah, belum lagi dia mendengar kata Freya, nama adik perempuan nya membuat dia semakin bersalah.


Gadis tersebut realitanya menikah diam-diam dengan Zoe yang notabene nya Zoe merupakan anak angkat kesayangan mommy nya yang diperlakukan layaknya anak kandung.


tidak bisa dibayangkan bagaimana mau minta dianya tahu hubungan kedua putra dan putrinya telah berubah menjadi hubungan suami istri.


Pada akhirnya Ahem mendekati mommy nya, memilih sedikit menjongkokkan tubuhnya, memeluk mommy Nadya dari belakang.


"Maaf masih terus menyusahkan kamu"

__ADS_1


bola mata nya terasa berkaca-kaca, hati Ahem terluka, alih-alih membuat mommy mereka bahagia, anak-anak seolah-olah malah hanya bisa menyulitkan wanita tersebut.


seharusnya di usia Mommy nya yang seperti ini, Wanita Tersebut istirahat, duduk manis di rumah dan tidak mengkhawatirkan soal anak-anak.


ketika membuat wanita itu mengurus lembut punggung tangan putra nya yang memeluk leher nya.


"Jangan bicara yang aneh-aneh, tidak ada anak yang merepotkan orang tuanya, sejatinya kalian masih menjadi tanggung jawab orang tua sebelum kalian benar-benar Mandiri dan bisa berdiri di atas kaki sendiri"


ucap wanita itu sembari mengelus-ngelus perempuan tangan putranya.


Ahem tidak menjawab, dia mencium puncak kepala mommy nya secara perlahan, dia ingat bagaimana dia menghantarkan pernikahan Freya adik perempuan nya dengan Zoe adik angkat laki-laki nya pada waktu itu setelah pernikahan mereka, diam-diam dibelakang semua orang termasuk mommy nya.


******


Kembali ke masa kemarin.


Freya Tampak menggenggam erat telapak tangan nya sesaat setelah semua persiapan telah dilakukan.


Bola mata nya menatap tepat ke arah Depan nya di mana Zoe dan kak Ahem nya tengah berbicara dengan seseorang di ujung sana.


obrolan serius jelas terlihat di antara mereka bertiga, sedangkan di satu sudut lain nya kakak Gao nya terlihat bicara dengan sang kakak ipar nya.


Hayat sejak tadi sibuk membenarkan pakaian nya sambil terus sesekali menepuk-nepuk punggung tangan nya dan berkata bahwa semua akan baik-baik saja.


Hari ini yang Freya tahu dia dan Zoe akan melewati prosesi pernikahan mereka secara keagamaan.


Begitu sederhana tanpa pesta mewah juga tanpa Keluarga besar mereka, pernikahan yang dihadiri dan akan disah kan oleh kedia kakak laki-lakinya.


Serta sebuah cincin indah yang kini berada tepat dihadapan nya.


"Kemarilah, hari ini adalah hari bahagia kalian"


Perempuan cantik itu mengulurkan tangannya, meraih telapak tangan Freya dengan gerakan yang begitu lembut, membiarkan Freya berdiri dari posisi duduknya dan membawa dirinya kearah depan sana.


Dan Ahem tampak berdiri didepan sana, menunggu Freya menghampiri dirinya.


Saat kedua orang tersebut berdiri didepan Ahem, seulas senyuman indah mengembang di Balik bibir laki-laki itu, sambil menyentuh lembut kepalanya Ahem langsung membiarkan freya masuk kedalam pelukan nya untuk beberapa waktu.


"Kamu tahu sayang? begitu janji suci terucap, bukan kami lagi yang akan menjaga kamu sepenuh nya, kamu tidak lagi utuh menjadi milik kami, akan ada laki-laki lain yang akan menjaga kamu, yang akan mencintai kamu dan akan menggantikan kami untuk banyak hal soal kamu dimasa depan"


Bisik laki-laki itu pelan.


"Dan apakah kamu tahu Frey? Ternyata benar patah hati terbesar seorang kakak laki-laki adalah ketika adik perempuan mereka menikah"


Setelah berkata begitu Ahem memeluk erat tubuh Freya, menenggelamkan tubuh adik kesayangannya kedalam dadanya.


Dia baru tahu gadis kecil itu kini telah dewasa, dia baru sadar jika Freya jelas bukan lagi bocah kecil yang cerewet, bukan lagi gadis kecil yang menggunakan kuncir kuda di mana Freya selalu hilir mudik kesana-kemari mengganggu perkejaan nya.


Freya kini benar-benar telah menjadi dewasa.


Tanpa dia sadari air mata nya perlahan tumpah, dia mencium puncak kepala Freya berkali-kali seolah-olah tidak rela melepaskan adiknya.

__ADS_1


"Kak..."


Freya menurunkan ekspresi bibir nya, seketika dia menangis didalam pangkuan kakak nya untuk beberapa waktu.


Ayana ikut menangis bersama hayat, menikmati moment dimana kakak dan adik saling meng ikhlaskan.


Gao terlihat memejamkan bola matanya, dia jelas tipe laki-laki yang paling sulit tersentuh, dia bahkan tidak pernah menangis didalam seumur hidup nya, bagi nya laki-laki terlalu cengeng harus menangisi hal yang tidak penting.


Tapi tidak tahu kenapa, rasanya begitu berat saat melihat Freya akan menikah saat ini.


Baginya seolah-olah ini terlalu dini.


Ada satu perasaan tidak rela ketika adik kecilnya harus menjadi milik orang lain.


"Berbahagialah, aku yakin Zoe bisa membuat mu bahagia"


Ahem berbisik dibalik telinga Freya, kemudian Laki-laki itu menyentuh lembut wajah Freya, bisa dilihat dia mencium kening adiknya itu untuk beberapa kali.


Setelah itu Ahem Secara perlahan melepaskan pegangannya, Laki-laki itu mulai menaikkan Tangan kiri nya, dia membiarkan tangan Freya menggenggam erat lengannya.


Mereka mulai melangkah kedepan menuju ke arah Zoe yang telah menunggu mereka sejak tadi.


Freya berjalan melangkah mendekati laki-laki yang Realita nya sudah membuat dia jatuh cinta untuk waktu yang begitu lama.


Dia menyimpan perasaan nya yang berbalut kemarahan dimasa lalu atas sifat Zoe yang terus membuat jarak di antara mereka.


Gadis itu tidak pernah bermimpi untuk menikah Dengan Laki-laki tersebut.


Tapi kini, laki-laki itu tengah berdiri di ujung sana, menunggu Dirinya dengan penampilan istimewa nya, begitu tampan dengan senyuman terindah nya.


Secara perlahan ketika langkah mereka telah sampai, Zoe mengulurkan telapak tangan nya, menatap bola mata Freya dengan pandangan penuh cinta.


Begitu Ahem melepaskan tangan nya, Freya menerima uluran tangan tersebut dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.


Dan ini adalah waktu dimana mereka akan melangkah kan kaki mereka menuju ke arah jenjang yang berbeda.


*****


Kembali ke masa kini.


"Ahem"


tiba-tiba suara mommy nya mengejutkan dirinya, Ahem buru-buru membuang lamunannya.


"Yes mom?"


Dia bertanya sambil berusaha membuang seluruh perasaannya.


"Sembari menyelidiki soal masa lalu, mari biarkan Hayat masuk ke bagian keluarga kita secara perlahan, memperkenalkan dirinya sebagai kekasih kamu terlebih dahulu "


Ucap Wanita tersebut kemudian.

__ADS_1


"Ya?"


Ahem jelas terkejut mendengar ucapan mommy nya.


__ADS_2