
All Zigra rupanya telah masuk kedalam kamar tersebut, ketikamendengar Ahem meneriaki nama nya, hal tersebut jelas membuat laki-laki tersebut agak terkejut.
"Dad....apa yang?"
Ahem jelàs gelagapan, merasa gagal tiba lebih dulu, dia berlarian mendekati daddy nya ,masuk ke kamarnya dengan wajah menegang.
Sejenak keheningan terjadi, ruangan tersebut terlihat tidak berpenghuni, begitu dingin dan sejuk tanpa ada siapapun di sana, dia tidak menemukan sosok istri nya sama sekali.
Ahhh dia lupa bukankah istrinya begitu unik dan lain daripada yang lain? mampu mengecoh banyak hal bahkan memiliki ilmu ninja Hatori, menghilang tiba-tiba tanpa terduga, seharusnya dia tidak perlu begitu khawatir.
Tapi tunggu dulu, dia lari kemana?!.
Jelas saja sebagai seorang suami dia harus mengkhawatirkan kemana istrinya berada saat ini, bermain petak umpet memang mungkin bisa dilakukan Hayat tapi apakah tempat nya tidak membuat khawatir semua orang? Hayat jelas terlalu unik dan ekstrem.
Tuan All zigra yang menyadari kehadiran putranya dia langsung menoleh dan mengembangkan senyuman nya kemudian berkata.
"Kamu disini?"
Laki-laki tua itu bertanya dengan cepat.
"Hmmm"
__ADS_1
Ahem terkejut mendengar tanya, dia hanya ber hmm ria Sembari bola matanya menelisik ruangan kamar nya sendiri,masih tidak menemukan sosok istri nya disana.
Ahem mencoba menelisik ruangan, entah dimana mungkin didalam lemari pakaian atau di kamar mandi.
"Daddy Kenapa ke kamar?"
Dia bertanya, pikiran nya melanglang buana kemana-mana, tapi tanya dari bibir melesat untuk daddy nya, keadaan ini membuat konsentrasi nya terpecah.
"Hanya ingin naik ke atas, berpikir apakah kamar ini banyak berubah"
Bisa-bisanya laki-laki tersebut berkata begitu, langsung bergerak menuju kearah kamar mandi dan membukanya.
Wajah Ahem menegang.
Begitu pintu kamar mandi di buka rupanya membuat wajah menegang Ahem langsung menampilkan gurat kelegaan, istrinya tidak ada di sana.
Daddy All Zigra masih penasaran, agak kecewa tidak mendapatkan siapa-siapa, harapan nya siapa tahu dia mendapatkan gadis yang disembunyikan, ingin sedikit berdebat dengan putra nya dan sedikit mengoceh pada Ahem dengan penuh penekanan.
tidak sungguh-sungguh ingin marah, berharap segera mendapatkan menantu, ingin tahu dia putri siapa dan mungkin berpikir untuk melamarnya.
Dia ingin tahu anak gadis siapa yang bisa mencuri hati sedingin es dan sekeras baja tersebut, dimana Ahem jelas sangat pemilih soal perempuan, sangat berbanding terbalik dengan Gao yang menuruti dirinya di masa muda, Casanova.
__ADS_1
Hahahaha pikiran sederhana seorang ayah.
Tapi dia harus menelan pil pahit, kecewa iya, karena tidak mendapatkan apa yang dia harapkan, laki-laki tersebut langsung menghela panjang nafasnya,
"Dad ayo aku sudah membuatkan kopi nya"
Demi apapun di tengah pemikiran galau dan paniknya, dia terpaksa memaksa Daddy nya turun sekarang juga, dia pikir dia harus melihat akses CCTV untuk tahu kemana istrinya tersebut berlalu tapi dia mesti sabar karena takut salah langkah dan malah terlihat oleh daddy nya.
Ahem memijat-mijat kepalanya sejenak, berpikir keras untuk tahu dimana Hayat berada.
"Dimana kamu sayang?"
Dia membatin dengan galau, berharap istrinya tidak melalui hal di luar batas pemikiran, maklum perempuan unik tersebut selalu membuat dia ketar-ketir.
Sejenak Ahem menoleh kearah sisi jendela, dia mengerutkan keningnya.
"Jangan bilang kamu melompat bagaikan cat woman untuk kabur dalam keadaan"
Batin laki-laki tersebut lagi sambil bola matanya terus menatap ke arah jendela kaca.
Jika iya maka Ahem pasti bisa gila.
__ADS_1