Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Benar-benar mendapat kan nya


__ADS_3

Kembali ke masa kemarin


Saat Gao di rumah sakit


Ketika Ahem bertemu Lisa


"Tuan ini merupakan barang yang paling berharga milikku, karena tuan telah menemukannya maka izinkan aku untuk membalas rasa terima kasih ku atas barang ini"


"izinkan aku untuk membawa tuan melewati makan siang bersama sebagai ucapan terima kasih dariku yang paling dalam"


Ahem terlihat menatap kalung dan mainan yang digunakan perempuan didepan nya untuk beberapa waktu, kemudian dia menatap wajah perempuan itu sejenak.


Dia tidak menjawab ajakan perempuan tersebut tapi laki-laki itu tampak mendengus kecil.


"Itu bukan masalah, tidak perlu berterimakasih pada ku, aku hanya kebetulan melihat dan mengembalikan nya"


Setelah berjalan begitu Ahem berbalik mengabaikan perempuan tersebut.


Tidak terima dengan cara Ahem yang mengabaikan nya, ditambah lagi ketakutan nya jika kesempatan emas ini gagal perempuan itu kembali bicara.


"Sekali ini saja anggaplah karena aku begitu menghargai Anda, tuan"


Ucap nya lagi dengan cepat.


Alih-alih menjawab Ahem malah menaikkan tangan kanan nya keatas, dia mengabaikan Perempuan tersebut dengan terus menjauhi nya, setelah menaikkan Tangan nya memberikan penolakan, laki-laki itu memasukkan tangannya ke kantong celananya dengan gaya yang begitu tenang dan santai.


******


Beberapa waktu kemudian


Masih di rumah sakit xxxxxxx


Bola mata Ahem terus menangkap sosok Ayana sang calon istri adik nyayang hilir mudik mengurusi Gao sejak pagi, gadis berhijab dengan penampilan sederhana tersebut terlihat begitu tulus merawat Gao.


Ahem sendiri sejak tadi duduk di atas kursi sofa dimana letaknya tidak begitu jauh dari kasur dimana Gao dirawat.


Sang adik laki-laki nya Tampak mengistirahatkan tubuh nya sajak tadi, Gao terlihat memejamkan bola matanya, memilih beristirahat penuh untuk memulihkan tenaga dan kondisi tubuh nya.

__ADS_1


"Katakan pada ku"


Tiba-tiba Ahem bicara dengan perlahan saat Ayana terlihat mulai duduk di atas kursi kayu tepat di samping kiri Gao terlelap.


mendengar ucapan Ahem, seketika gadis itu terkejut, dia menoleh dan mengerutkan keningnya,. menatap Ahem sembari berpikir apa yang dimaksud oleh laki-laki tersebut.


"kamu pernah pergi ke Thailand untuk membeli kalung yang kamu gunakan itu? rasanya cukup tidak asing dalam penglihatanku"


Ucap Ahem sembari bertanya dengan nada cukup penasaran.


mendapatkan pertanyaan dari laki-laki tersebut seketika secara refleks Ayana langsung menaikkan tangan nya dan dia melihat ke arah kalung-kalung milik nya kemudian tangan kanannya memegang mainam kalung dan rantai kalung yang telah di ikat beberapa kali di tangan kirinya tersebut.


"Ah...ini? satunya aku mendapatkannya di Thailand, tepatnya aku lupa kapan kejadiannya karena aku memiliki sedikit gangguan ingatan pada masa lalu, tapi untuk kalung satunya lagi ini adalah milik sahabat baikku, kami sengaja bertukar barang antara satu dengan yang lainnya karena kedekatan kami sejak dulu hingga sekarang, hmm lebih tepatnya karena kami berteman sejak masih di taman kanak-kanak"


Ayana langsung menjelaskan pertanyaan dari calon kakak ipar nya, dia mengembangkan senyuman kecil nya kemudian membiarkan tangan nya turun secara perlahan.


"Ternyata para gadis suka memiliki sahabat baik dan bertukar barang"


Ucap Ahem Pelan.


"Karena didalam agama ku, Saling memberi hadiah ini, tidak hanya ditinjau dari sisi materi, tetapi lebih kepada nilai maknawinya"


Ucap Ayana pelan, dia menatap dalam wajah Ahem.


"Hal ini dapat terlihat dari sabda Rasulullah SAW melalui hadis Abu Hurairah bahwa beliau bersabda, ''Wahai para wanita kaum Muslimin, janganlah ada seorang tetangga meremehkan pemberian tetangganya yang lain sekalipun ia (pemberian tersebut) berupa ujung kuku unta.'' (HR Al-Bukhari). Padahal, apalah artinya kuku yang tentunya hanya menyisakan sedikit daging."


"pengaruh hadiah di dalam meraih kecintaan dan kasih sayang sesama manusia. "Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai" (HR Al-Bukhari)."


"Dalam hadis yang lain, Rasulullah SAW memberi permisalan menarik yang menunjukkan perlunya sikap tawadhu (rendah hati) dalam menerima hadiah. ''Andaikata aku diundang untuk menyantap makanan (yang berupa) bagian hasta atau bagian di bawah tumit, niscaya aku penuhi undangan itu. Dan andaikata aku dihadiahi hal yang sama juga niscaya aku menerimanya.'' (HR Al-Bukhari)."


"karena itu aku terbiasa memberikan hadiah dan sahabat baik ku pada akhirnya juga itu terbiasa memberikan hadiah"


Mendengar penjelasan Ayana membuat Ahem ikut berusaha mengembangkan senyuman nya, meskipun sulit karena dia tidak terbiasa tersenyum dengan orang asing, laki-laki tersebut mencoba nya, Ayana dalam waktu dekat akan menjadi iparnya.


"Aku pernah membaca nya dan tengah mempelajari nya"


Jawab laki-laki tersebut pelan.

__ADS_1


"Dan aku bisa menebak, dia yang bertukar barang dengan mu pasti sahabat paling terdekat mu diantara para sahabat yang pernah mengisi hari-hari mu"


"Yah, kakak bisa menebak nya dengan baik"


"Tinggal di Jakarta?"


"Siapa? dia?"


"Yah"


"Ah.. tidak, maksudku keluarga besar nya di Jakarta, tapi dia paling sering berada di Palembang dan Swiss"


"Dia lahir dari keluarga yang cukup baik"


"He em, Azzurra company, kakak pasti pernah mendengar nya"


Ahem terlihat mengernyitkan dahi nya.


"Putri ke dua tuan Zuu?"


Tebak Ahem kemudian.


Ayana tertawa kecil.


"Dia cukup terkenal dikalangan laki-laki"


Mendengar penuturan Ayana membuat Ahem kembali mencoba mengembangkan senyuman nya.


"Apa dia pernah mengalami satu kecelakaan di Swiss semasa anak-anak nya?"


Ayana terlihat berpikir.


"Yah Untie Bii pernah berkata dia hampir kehilangan nyawanya disana demi seorang bocah laki-laki."


Mendengar jawaban Ayana seketika membuat Ahem diam untuk beberapa waktu.


Aku mendapat kan mu.

__ADS_1


__ADS_2