
ketika Hayat berhasil memanjat dari jendela kamarnya dan berpindah menuju ke kamar di sampingnya di antara langit gelap malam yang jelas saat ini sebenarnya masih sangat gelap di mana langit-langit masih berwarna hitam dan bumi masih diterangi oleh lampu-lampu di sekitar bangunan megah dan juga jalanan, seketika membuat gadis tersebut lega setengah mati.
seolah-olah dia baru saja keluar dari cengkraman macan tutul Asia yang mungkin akan menekannya.
gadis itu dengan cepat turun dari kaca jendela samping dan masuk ke ruangan pasien yang ada di sebelah ruangannya tersebut.
ayat seketika terkejut saat dia melihat ada satu sosok tubuh yang tergeletak di sana di atas kasur mendominasi berwarna putih di mana seorang laki-laki tua masih terlelap di dalam tidurnya.
dia tidak mendapati siapapun di dalam ruangan tersebut saat ini, hanya mendapati laki-laki tua yang rambutnya jelas telah menguban dengan sempurna yang tampak tertidur pulas sejak.....
Hayat terlihat berpikir keras, sejak kapan laki-laki tua itu tidur di sana?!.
Aihhh memangnya untuk apa aku menembak kapan dia tidur di sana.
Batin Hayat.
__ADS_1
gadis tersebut berusaha untuk melangkah secara perlahan dari sisi jendela menuju ke arah pintu depan, dia pikir dia akan keluar dari ruangan tersebut dengan gerakan yang begitu tenang tanpa harus mengganggu laki-laki yang tertidur pulas tersebut.
Hayat pikir saat dia keluar dari ruangan itu Hayat akan memikirkan kelanjutannya ke mana dia akan kabur berikutnya, mungkin dia akan menghubungi Ahem atau bahkan dia kembali ke apartemennya, atau bahkan dia menghubungi kak muratnya dan lain sebagainya.
yang penting saat ini dia segera kabur terlebih dahulu dari tempat itu secepatnya, dan jangan sampai ketahuan oleh laki-laki tua yang tengah tertidur di dalam lelapnya, dia benar-benar seperti seorang pencuri yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan orang lain.
Oh terkutuklah sekali kau Hayat karena masuk ke sembarangan ruangan.
batin gadis tersebut sembari melangkah perlahan dan berniat melewati ranjang yang di mana sosok tua rambut beruban terbaring dalam tidur nyenyaknya di sana.
namun siapa sangka belum pula dia benar-benar melewati setengah dari kasur tersebut tiba-tiba saja dia melihat pergerakan dari laki-laki tua itu.
Hahhh?!.
Hayat jelas langsung menghentikan langkahnya, dia melirik ke sisi kanannya dan mencoba memicingkan sebelah matanya, mengintip laki-laki tua dengan rambut beruban itu secara perlahan, takut jika laki-laki tua tersebut bangun dari dalam tidurnya.
__ADS_1
beberapa waktu hanya tanpa mematung sembari tidak bergerak dalam posisinya di mana salah satu kakinya masih terangkat ke atas.
Aiyooooo....? please.... jangan bangun.
gadis tersebut membatin, dia mencoba untuk menggerak-gerakan tangan kanannya naik turun dan menatap bola mata laki-laki tua itu agar segera kembali tertidur dari posisi matanya yang tiba-tiba terbuka saat ini.
seperti harapannya laki-laki tersebut kembali memejamkan bola matanya, hal tersebut membuat hayat menghalalkan nafasnya dia memejamkan bola matanya sejenak kemudian langsung membukanya kembali.
di detik berikutnya gadis tersebut kembali mencoba untuk melangkahkan kakinya namun gerakannya sedikit lebih cepat untuk pergi menuju ke arah pintu keluar masuk ruangan tersebut, begitu tangannya telah mencapai pada arah handle pintu hayat ingin melonjak kegirangan karena dia pikir dia akan berhasil keluar dari ruangan tersebut, namun siapa sangka belum pula dia memutar handle pintu tersebut tiba-tiba saja suara seseorang mengejutkan dirinya.
"kau, apa yang kau lakukan di ruanganku gadis muda?"
Hahhh?! Ommo?!.
bayangkan bagaimana ekspresi Hayat saat ini, seketika dia membeku setengah mati.
__ADS_1
Aiyooooo mama...aku ketahuan.