
Laki-laki tersebut terlihat berpikir, dibagian sisi mana suara tersebut terdengar,Terpaan angin membuat suara tangisan tersebut terdengar samar-samar, sedikit sulit untuk benar-benar didengar.
Jika telinga tidak jeli maka tidak mungkin bisa mendapatkan pendengaran atas suara tangisan tersebut.
Sejenak laki-laki tersebut bergerak, sembari bola mata All Zigra mencari di mana sosok orang yang mengeluarkan tangisannya dimana telinganya dengan tajam untuk terus menggali pendengarannya, dia bergerak menuju ke arah sisi kirinya mencoba untuk mencari suara yang terus mengganggunya.
hingga pada akhirnya semakin lama suara tersebut semakin jelas ketika dia bergerak menuju ke arah sisi kirinya, dan beberapa waktu kemudian bisa dilihat seorang perempuan tengah menjongkokkan tubuhnya, menangis sambil memeluk kedua belah kakinya.
Suara yang terdengar di balik telinganya benar-benar membuat luluh hati siapapun yang menangkan tangisan tersebut seolah-olah ada jutaan beban yang menghantam sang empunya suara.
laki-laki itu sejenak membeku sembari menantang yang menangis tersebut untuk beberapa waktu di antara kebingungannya apakah dia harus mendekati sosok itu atau dia mesti pergi meninggalkannya.
beberapa kali terdengar isakan tangis yang tidak mau berhenti sembari bisa dia lihat bahu dan seluruh tubuh perempuan itu bergetar meninggalkan isakan demi isakan yang seolah-olah berkata dia butuh penguat di sampingnya.
All Zigra hanya bisa terdiam sembari mematung menatap sosok perempuan tersebut yang secara perlahan mulai meluruskan pandangannya sembari mencoba untuk menghapus air matanya dengan kedua belah punggung tangannya.
__ADS_1
hingga pada akhirnya laki-laki tersebut baru menyadari siapa sosok perempuan yang dia lihat itu, All Zigra seketika langsung membulatkan bola matanya dan dengan gerakan refleks laki-laki itu mendekati perempuan tersebut dan ikon menduduki dirinya tepat di sisi kanan perempuan itu kemudian menyentuh lembut bahunya.
"Apa kamu baik-baik saja, sweety?"
Dia bertanya cepat kearah perempuan tersebut.
Yang dipanggil dan disentuh bahunya Seketika terkejut, langsung menoleh dan menghapus sisa air matanya dengan terburu-buru, Hayat langsung Membuatkan bola matanya, menatap terkejut kearah laki-laki yang ternyata dia kenal.
"Paman?"
All Zigra seketika terlihat bersedih, menatap Perempuan muda yang biasa ceria apabila bertemu dengan nya kini tampak begitu menyedihkan.
"Apa ada hal buruk yang terjadi sweety (Biasanya di luar negeri para orang tua memanggil anak gadis mereka dengan panggilan sweety)?"
All Zigra bertanya sembari menatap dalam bola mata Hayat, tangan kanannya secara refleks menyentuh bagian bawah bola mata kanan Hayat, dia menghapus air mata perempuan di hadapannya tersebut dengan gerakan yang begitu lembut.
__ADS_1
tidak tahu kenapa jiwa kebapakan nya tiba-tiba tersebut, dia ingat dengan Freya dan Nadine, All Zigra pikir apakah saat menangis anak-anak mereka seperti ini? diam-diam mencari tempat menyudut, tidak ingin diketahui oleh siapapun.
Hayat begitu merasa pipi nya disentuh dan air mata nya diseka oleh laki-laki seumuran papa nya, seketika menatap All zigra dengan tatapan berkaca-kaca, tiba-tiba air mata nya kembali tumpah, ekspresi wajahnya kembali berubah, dia tiba-tiba terisak, ingat papa Zuu nya, dan didetik berikut nya tangis nya kembali pecah.
Oh god.
All Zigra yang tidak tahu apa yang terjadi pada gadis tersebut seketika langsung memeluk Hayat secara refleks, memasukkan gadis muda tersebut kedalam pelukan nya.
"Menangislah, tidak ada yang melarang mu menangis, paman akan menemani kamu disini"
Dia bicara pelan, Membiarkan perempuan muda itu memeluk dirinya sembari tangan kanannya menepuk-nepuk lembut punggung tangan nya.
*****
Dan yakinlah, Tuhan selalu punya cara untuk mengatur banyak hal di dunia ini.
__ADS_1
Baik pertemuan maupun perpisahan.