
Dikala Ahem yang biasanya begitu smart dan penuh kewibawaan tiba-tiba menatap punggung dua gadis dihadapannya dengan tatapan bodoh, Hayat pada akhirnya secepat kilat langsung menarik langkah Karla agar segera pergi dari hadapan laki-laki tersebut.
"Hayat?"
Karla mencoba untuk bicara.
"Sstttt jalan terus ke depan"
Ucap Hayat cepat.
Gadis tersebut secepat kilat terus mendorong Karla agar segera pergi dari sana, sembari sesekali Hayat mengintip kearah belakang, takut-takut jika laki-laki dibelakang sana mengejar langkah mereka.
Pada akhirnya setelah Hayat berhasil membawa Karla keluar dari tempat tersebut, Karla jelas langsung berbalik dan berkata.
"Apa kau gila? oh ayolah kita baru saja menipu kakak laki-laki Nadine, bagaimana jika kita bertemu lagi dengan laki-laki tersebut nanti?"
gadis itu bertanya panik ke arah Hayat, cukup tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh sahabat baiknya, dia pikir kenapa Hayat dalam segala keadaan terlihat begitu santai dan masa bodoh bahkan bisa-bisanya memiliki ide dengan berbagai macam pemikiran yang berada di luar ekspektasi dirinya.
Apalagi itu adalah kakak sahabat baik mereka, bayangkan bagaimana seandainya mereka bertemu lagi?!.
"Buta? ya ampun jika kita bertemu lagi dengan kakak Nadine bagaimana? ketika kita bertemu lagi laki-laki tersebut tahu kamu berbohong bagaimana?"
Gadis itu seketika memijat-mijat kepalanya.
__ADS_1
"Dan lagi acaranya baru saja dimulai Hayat, bagaimana bisa kita kabur dari tempat ini?"
Tanya Karla lagi.
Gadis itu pikir bagaimana bisa mereka saat ini pergi dari sana? ini terlihat sangat tidak masuk akal sekali, seharusnya mereka masih di dalam bersama Nadine masih menikmati acara puncak fashion show tersebut dimana Karla juga menjadi bagian panitia di dalam acara itu.
pergi sekarang pasti saja akan membuat Nadine gelagapan akan mencari dirinya.
"coba kita hubungi gadis tersebut dan berkata jika kita harus pergi saat ini juga"
Hayat bicara cepat sembari melirik ke arah sahabat baiknya itu untuk beberapa waktu.
"Tunggu dulu, benar juga bukankah kita kemari untuk bersenang-senang? tunggu dulu, apakah aku harus menggunakan topeng saja? bukankah salah satu kostum nya menggunakan topeng? aku bisa memilih satu topeng kemudian mengganti baju nya"
"Aku sedang berpikir, sebenarnya saat mengidam, apa yang paling suka bibi makan dan lakukan?"
Tanya Karla sembari menelisik kedua bola mata Hayat.
"Ini benar-benar membuat ku frustasi"
Tambah gadis tersebut lagi Sembari menghela pelan nafasnya.
"Ini benar-benar membuat ku frustasi"
__ADS_1
Lanjut nya lagi.
Alih-alih peduli dengan ekspresi Karla, Hayat buru-buru menarik tangan sahabat nya tersebut menuju ke arah sisi kanan nya.
"Kita akan masuk ke ruang ganti, cari topeng yang cantik dan pakaian ganti yang menarik"
Ucap gadis itu lagi sembari mengembangkan senyuman nya.
"Oh ya ampun Hayat"
Dia pikir kenapa gadis itu sedikit pun tidak pernah mau memikirkan soal apapun, hidup nya selalu masa bodoh dan cuek.
"Hayat?"
"Nah itu dia"
Pekik Hayat senang saat dia menemukan ruangan yang akan mereka tuju, gadis tersebut kemudian secepat kilat langsung berbalik dan menatap senang kearah Karla.
"Dia tidak akan mengenali ku setelah ini"
Ujar nya sembari menaik turunkan alisnya dengan penuh kesenangan.
Oh ya ampun.
__ADS_1
Karla hanya bisa menepuk pelan jidad nya.