
"Tuan...ah maksud ku mister Ahem... bukankah ini terlalu sepi dan aneh?"
Hayat Bertanya sembari mengerutkan keningnya, menatap kearah Ahem yang terus melangkah disamping nya. Bola mata gadis tersebut terus menyusuri tempat tersebut dengan perasaan bingung.
dia pikir rasanya sangat aneh sekali saat dia masuk ke tempat tersebut naik ke atas dan melihat suasana tempat mereka makan terasa terlalu romantis.
"Ini seperti kencan buta hahahaha"
Hayat bicara sembari mencoba tertawa sambil tangan kanannya menyentuh tengkuknya untuk beberapa waktu, kemudian gadis tersebut mencoba menggenggam lengan Ahem secara perlahan.
"Apakah semua baik-baik saja? rasanya aneh jika restoran sebesar ini terlihat begitu sepi dan..."
Hayat menghentikan ucapannya saat Ahem tiba-tiba berhenti di sebuah meja dimana di atas nya telah di tata begitu rapi dengan berbagai macam hiasan, bunga, lilin yang terlihat begitu manis dengan aroma parfum kesukaan nya dan berbagai menu makanan yang menjadi makanan favorit nya.
"Wahhh"
seketika senyuman indah mengambang di balik wajah cantik gadis tersebut, bisa dilihat bagaimana ekspresi bahagia gadis itu saat ini, bukan karena suasana yang terjadi sekarang ataupun berbagai macam hiasan meja yang mengganggunya bahkan aroma parfum yang jelas adalah miliknya, yang membuatnya bahagia saat ini adalah barisan makanan yang menjadi makanan favorit dan yang paling dia sukai.
__ADS_1
"Anda yang memasan nya? bagaimana bisa tahu jika ini makanan kesukaan ku?"
bayangkan bagaimana ekspresi hayat saat menanyakan soal tersebut, rasanya dia begitu berbunga-bunga sekali karena dia pikir baru kali ini seorang laki-laki yang merupakan relasi bisnisnya begitu memperhatikan apa yang dia sukai, bahkan kakaknya atau kakak sepupunya pun tidak tahu apa yang paling dia sukai, jangan kan mereka tunangannya Lucas pun tidak tahu apa yang paling dia sukai.
mendapati pertanyaan seperti itu dari Hayat seketika membuat Ahem mencoba untuk menahan senyumannya, dia tidak mungkin mengembangkan senyumannya dan mengatakan jika itu memang sudah disiapkan khusus untuk Hayat sejak awal, meskipun dia begitu menginginkan gadis tersebut tapi bukan berarti dia juga harus berkata sejujurnya dan sedikit menurunkan harga dirinya.
"yang mengatur semuanya sekretarisku, Rich"
jawab laki-laki itu cepat lantas dia menarik sebuah kursi dan menunggu Hayat untuk duduk di sana, laki-laki tersebut membiarkan Hayat duduk di kursi tersebut kemudian dia secara perlahan bergerak dan berjalan memutar kemudian duduk di atas kursi tepat di hadapan gadis itu.
"Sekretaris Rich? aku sangat berterima kasih dia telah menyiapkan semua ini dengan cara menyenangkan, dia benar-benar pandai mengetahui soal seleraku"
"Dia benar-benar laki-laki yang bisa di andalkan"
Lanjut gadis itu lagi.
mendengar pujian gadis tersebut untuk sekretarisnya sejenak membuat merasa sedikit cemburu, dia pikir seharusnya dia berkata memang dia yang telah mempersiapkan semuanya sejak awal.
__ADS_1
"ya dia jelas cukup bisa diandalkan"
Ucap Ahem kemudian.
"tapi dia sepertinya salah membuat konsep untuk menata tempat pertemuan kita berdua dalam membahas soal kerjasama, kamu mister? ini lebih cocok dijadikan untuk tempat berkencan, bahkan konsep nya pun konsep untuk sepasang kekasih yang sedang berkencan"
dia bicara sembari sedikit memajukan wajahnya meletakkan telapak tangan kanan nya tepat di samping bibir kanannya dan sedikit berbisik ke arah Ahem.
"Aku merasa kita seperti sedang berpacaran"
lanjut nya lagi dengan nada yang polos dan sedikit menggoda Ahem, niat hati ingin menggoda laki-laki tersebut, tapi rupanya tiba-tiba Ahem mengeluarkan ekspresi aneh, tampak berusaha mengulumkan senyuman nya kemudian berkata.
"Aku pikir ini tidak salah, kita seperti orang berkencan pun bukan masalah"
Ucap laki-laki itu sembari menatap dalam bola mata Hayat.
mendengar ucapan laki-laki tersebut seketika membuat Hayat sedikit terkejut.
__ADS_1
"Ya?"
Tanya nya dengan perasaan bingung, masih berusaha mencerna apa yang barusan di ucapkan oleh laki-laki dihadapan nya tersebut.