Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Dalam kondisi sedikit menegangkan


__ADS_3

Rumah sakit xxxxxxx


pusat kota


Mommy Nadya jelas terlihat sangat cemas dengan keadaan, dia mencoba untuk menetralisir detak jantungnya sembari terus berkata jika semua baik-baik saja.


dia tahu belakangan Allzigra tidak baik-baik saja, beberapa persoalan anak-anak membuat laki-laki tersebut seolah-olah mendapatkan tekanan dan beban tersendiri.


berawal dari tragedi yang menimpa Gao kemudian dilanjutkan oleh rumitnya hubungan Nadine Dan juga Bill dimana di tengah-tengahnya tiba-tiba saja masuk Azlan Del Piero.


di mana putra Ozvit memberikan tekanan pada suaminya untuk membatalkan pernikahan Nadine Dan mengganti pernikahannya dengan Freya atau jika tidak akan mencabut semua saham yang ditanamkan disalah satu perusahaan mereka.


padahal seharusnya Azlan jelas-jelas mengambil hubungan perjodohan dengan Freya namun laki-laki itu tidak menginginkan Freya dan dia menginginkan Nadine yang jelas-jelas telah memiliki tunangan dan akan segera menikah dalam waktu dekat dengan Bill Rowland, tekanan tersebut membuat suaminya Allzigra sangat sulit untuk menetralisir keadaan di tambah lagi potensi darah tinggi nya yang tidak bisa dibilang baik-baik saja.


meskipun dia terus menjaga pola makan laki-laki tersebut dan juga berusaha menjaga kesehatan nya tapi dia tidak bisa menjaga pola pikiran dari suaminya agar tidak memusingkan segala persoalan.


dia bergerak melangkah mengikuti ranjang branker di mana suaminya berada yang ditarik oleh para tim dokter dan membawa laki-laki tua itu menuju ke ruang unit gawat darurat.


di belakangnya bisa dia lihat Enrico berlarian panik mengikuti dirinya meskipun laki-laki itu tidak berkata soal apapun kepadanya tapi bisa Nadine tebak sesuatu pasti tengah terjadi saat ini.


meskipun Enrico adalah asisten kepercayaan suaminya tapi segala sesuatu pasti akan dilaporkan kepadanya terlebih dahulu sebelum laki-laki tersebut melaporkannya pada All Zigra , dia selalu berusaha untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan buruk yang terjadi karena dia tahu betul bagaimana sifat suaminya.


laki-laki tua tersebut selalu mencari informasi diam-diam jika dia ingin tahu soal sesuatu kemudian bertindak dengan sedikit gegabah tanpa mengingat kesehatannya.


begitu suaminya telah masuk ke dalam ruang UGD, Nadia hanya bisa berhenti sampai dengan ke arah depan pintu kaca di mana para dokter minta agar dia tidak masuk ke dalam.


"semua akan baik-baik saja Madam, jangan khawatir soal apapun"

__ADS_1


satu perawat berusaha untuk menenangkan Nadya.


wanita tua itu hanya menganggukkan kepalanya kemudian membiarkan perawat itu menutup pintu ruang UGD secara perlahan.


Dia membalikan tubuhnya secara perlahan kemudian wanita tersebut mencoba duduk di kursi tunggu sambil dia menyadarkan tubuhnya di belakang kursi tersebut.


Enrico melihat diam dan memilih duduk tepat di samping Nadya, mereka tidak bicara apapun untuk beberapa waktu lamanya.


"Apa aku harus menghubungi salah satu dari tuan dan nona muda?"


Enrico bertanya ke arah wanita tersebut secara perlahan dia tidak berani menghubungi satupun atau Putri tuannya karena bertindak.


"jangan katakan apapun pada mereka, anak-anak memiliki urusan masing-masing"


jawab Nadya perlahan.


"aku masih bisa mengatasi semuanya sendiri"


Itu adalah seorang ibu realitanya apapun yang terjadi pada mereka dia tidak pernah melibatkan anak-anaknya kecuali dalam kondisi yang sangat terjepit dan dia tidak bisa melakukan apapun.


seluruh ibu di dunia ini seperti itu tidak pernah ingin merepotkan anak-anak mereka apalagi jika anak-anak telah dewasa berkeluarga, bagi seorang ibu apa yang terjadi pada mereka hanya takutnya akan menjadi beban untuk anak-anak.


Pada masa anak-anak masih kecil, mereka mengorbankan banyak hal untuk anak-anak mereka, namun saat anak-anak dewasa mereka tidak ingin merepotkan anak-anak mereka meskipun mereka sebenarnya terkadang tidak baik-baik saja.


dia tahu seluruh ibu di muka bumi ini rata-rata seperti itu.


benar kata orang-orang seorang ibu mampu mengorbankan banyak hal mengorbankan hari-harinya bahkan kehidupannya untuk 10 anak mereka sekaligus tapi anak-anak meskipun ada 10 anak mereka tidak akan mampu mengorbankan diri mereka untuk satu ibu mereka di dunia ini.

__ADS_1


jika seorang ibu mampu menghidupi 10 anaknya, tapi tidak ada satu anak pun dari 10 anak-anak itu mampu menghidupi ibunya di masa tua.


itu terkadang menjadi realita di dalam kehidupan nyata.


tapi syukurnya putra-putrinya tidak seperti itu, hanya saja dirinya yang tidak ingin direpotkan mengingat anak-anak memiliki banyak aktivitas masing-masing dan juga pekerjaan yang berat.


"bagaimana jika tuan Ahem dan Gao tahu? Anda tahu sendiri bagaimana watak mereka nyonya, bayangkan kemarahan mereka jika saya tidak melaporkan soal kalian pada nya"


Ucap Enrico pelan.


Dia bekerja untuk satu orang, tapi semua keluarga all Zigra mengandalkan dirinya, terkadang dia bingung sebenarnya dia ini bekerja untuk siapa.


Namun meskipun begitu Enrico menikmati perannya, dia mencoba berlaku adil tanpa pernah mengkhianati siapapun, mencoba menghindari perdebatan atau pertengkaran tidak menguntungkan di antara semua orang.


"katakan saja ini atas perintahku, kamu sama sekali tidak bisa menolaknya karena berada di bawah tekanan, Ahem dan Gao tidak akan menyalahkan mu"


Lanjut Nadya lagi kemudian.


"Baik nyonya"


laki-laki tersebut menjawab pelan.


"Katakan pada ku, apa ada hal darurat yang terjadi?"


Tanya Nadya lagi kemudian.


Enrico terlihat menoleh kearah Nyonya besar nya.

__ADS_1


"Ini soal tuan pertama dan putri penerus Azzura"


Jawab laki-laki tersebut kemudian dengan nada yang cukup hati-hati.


__ADS_2